Gita Jayanti

Perayaan Gita Jayanti
umat Hindu di Kota Bontang memperingati perayaan Gita Jayanti dengan membaca Bhagavad Gita secara bersama2 dimulai dari adhyaya 1 sloka 1 sampai adhyaya 18 sloka 78. (kurang lebih 700 sloka). 

kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 21/12/2015 pukul 17.30 – 22.30 Wita. 

gerakan membaca Gita ini dihadiro oleh anak2, remaja dan orang Dewasa. acara yng di koordinir oleh Phdi Kota Bontang ini berjalan hikmat dan sukses. kegiatan dimuali dengan acara matur piuning, lalu dilanjutkan membaca Bhagavad Gita dan ditutup dengan meditasi dan nunas tirta. ketika selesai nunas Tirta suci, hujanpun turun dengan deras. 

banyak orang yang mempercayaai bahwa ketika suatu yajna ataupun sadhana dilakukan kemudia akhiri dengan turunnya hujan, diyakini bahwa yajna/sadhana itu berhasil. tentu saja ini menghasilkan kebahagiaan luar biasa. meskipun hari sudah larut malam, senyim masih sumringah dan bersemangat. bahkan anak2 usia 4-5 tahun juga masih terjaga dan ikut mendengarkan Bhagavad gita sambil bermain. 

secara Pribadi. saya menjadi sangat bersemangat. bahkan saya lupa bahwa saya belum makan. makan terakhir jam 12 siang. saya menganggapnya sebagai upavasa.

itulah sekelumit cerita kami tentang perayaan Gita Jayanti.

saya yakin umat Hindu di seluruh dunia yang merayakan perayaan Gita jayanti ini mendapat pengalaman dan anugrah

ayo membaca Veda, Membaca Bhagavad Gita

#Veda #Gitajayanti #Bhagavadgita

#Hinduism

   
    
    
 

Renungan Diri: Orang yang Sejak Lahir Berhati Keras, Struktur Otak Bagian Empati Tidak Berkembang?

Sara Samuccaya ayat 347

Seseorang bersifat jahat senantiasa memperhatikan kesalahan-kesalahan orang lain,

walau sekecil biji sawi.

Sementara itu, kesalahan dirinya — walau sebesar vilva atau buah maja yang pahit —

tidak diperhatikannya sama sekali.

Sara Samuccaya ayat 348

Sebagaimana menghormati para tua atau yang dipertuakan

menyenangkan, membahagiakan orang-orang yang berjiwa mulia —

pun demikian, memfitnah, mencaci-maki serta menghujat mereka yang berjiwa mulia

sangat rnenyenangkan, membahagiakan, mernuaskan orang-orang yang berslfat Jahat.

avatar triwidodoGita Kehidupan Sepasang Pejalan

buku Dvipantara Dharma Sastra cover_ED

Cover Buku Dvipantara Dharma Sastra

Kekuatan Sara Samuccaya adalah keindahan dan kesederhanaannya. Kebenaran selalu terbukti lebih sederhana dari yang dipikirkan. Menyimak kejahatan yang merajalela dari yang “kakap” secara kasat mata sampai yang “teri” di lorong-lorong gelap di negeri kita saat ini, dan bahkan terdesaknya mereka “yang mulia”, Sara Samuccaya sudah menjelaskan dengan gamblang. Simak ajaran luhur yang relevan bahkan sampai masa depan.

Dikutip hanya terjemahan bahasa Indonesia, dari buku (Krishna, Anand. (2015). Dvipantara Dharma Sastra, Jakarta: Centre for Vedic and Dharmic Studies). Terjemahan dalam bahasa Inggris dan Sanskerta tidak dikutip.

Sara Samuccaya ayat 341

Kendati sudah menebang batang pohon Nimba (atau Mimba),

dan menyirami sisa akarnya dengan madu dan mentega;

diolesi minyak wangi dan diberi sesajian berupa kalung bunga-bunga pilihan;

apa pun yang dilakukan — pohon yang tumbuh lagi tetaplah pahit.

(Para neuroscientist kontemporer akan membenarkan hal ini,

orang-orang penuh kekerasan memang “dari sononya” sudah demikian.

Struktur otak mereka…

Lihat pos aslinya 337 kata lagi

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai