Renungan #Gita: Keikaan, Oneness, Tiada Dia Lain Kecuali Dia, menurut Einstein dan Sri Krishna

Kalau Einstein memahami bahwa semua wujud materi pada hakikatnya adalah energi, maka Mpu Tantular mengatakan “Bhinneka Tunggal Ika”, “Appearing as many, essentially one”, nampaknya berbeda, esensinya satu jua.

Sri Krishna dalam Bhagavad Gita menyampaikan hal yang sama dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh awam.

Berikut adalah penjelasan Sri Krishna pada Bhagavad Gita 7:7

“Tiada sesuatu di luar-Ku, Dhananjaya (Arjuna, Penakluk Kebendaan). Seperti rangkaian manikam yang terbuat dari benang, dan terikat dengan benang itu sendiri — semuanya terikat pada-Ku, dengan-Ku.” Bhagavad Gita 7:7 (Krishna, Anand. (2014). Bhagavad Gita. Jakarta: Pusat Studi Veda dan Dharma)

<!–more–>

avatar triwidodoGita Kehidupan Sepasang Pejalan

buku bhagavad einstein krishna

Einstein dan Sri Krishna

Einstein dengan rumus kekekalan energi E=MC2, menyatakan bahwa materi dalam fungsi kecepatan tertentu adalah energi. E=Energi, M=Massa, C2 fungsi kecepatan. Pemahaman ini telah membuka cakrawala baru. Setiap materi mempunyai wujud dan sifat tertentu akan tetapi esensinya adalah sama yaitu energi. Semua materi di dunia ini terdiri dari kombinasi elemen alami, dan elemen alami tersebut memiliki esensi sebagai energi. “Keikaan”, Oneness adalah rahasia dari segala sesuatu.

Dalam buku  (Krishna, Anand. (2006). Sexual Quotient, Melampaui Kamasutra Memasuki Tantra. One Earth Media) disampaikan bahwa……. “Energi dengan kepadatan yang paling dense, paling kasar, paling ‘padat’ adalah Tanah. Dalam ‘keluarga besar tanah’ pun sesungguhnya masih banyak anggota lain dengan kepadatan yang beragam. Energi dengan kepadatan yang kurang dense, disebut Air. Dengan berkurangnya kepadatan energi dalam bentuk Air pun lebih mudah menyebar. … Jiwa manusia pun persis sama. Makin ringan, tak terbebani, makin meluas, makin mudah menerima perbedaan. Api lebih cepat…

Lihat pos aslinya 537 kata lagi

Renungan Diri: Ia Berada dalam Yesus, kok bisa dalam Yudas? Ia dalam Rama, juga Ravana?

AHIMSAA PARAMO DHARMAH

“Ahimsaa adalah alat yang kita gunakan untuk membangun dunia kita yang baru. Ini adalah alat yang digunakan Mahatma Gandhi, Khan Abdul Gaffar Khan, Martin Luther King, Jr., Nelson Mandela, Dalai Lama, dan yang lainnya.

“Namun Ahimsaa juga tidak berarti menjadi pengecut. ‘Tidak,’ kata Mahatma, ‘jika kau memilih Ahimsaa karena takut sama musuh, maka kau seorang pengecut. Kau harus memiliki kekuatan untuk membalas musuhmu, tetapi memilih untuk tidak membalasnya — itu baru Ahimsaa.’

avatar triwidodoGita Kehidupan Sepasang Pejalan

buku Sai_Anand_Gita

Cover Buku Sai Anand Gita

“Ia berada di mana-mana. Ia meliputi seluruh alam semesta, and yet, Ia pun berada di dalam diri kita. Di dalam sanubari kita. Ia lebih kecil dari yang terkecil, dan lebih besar dari yang terbesar. Lebih dekat daripada urat lehermu, Walau Ia Maha Besar adanya.

 

SARVA-VYAAPI, MAHA ADA, MELIPUTI SEGALA,

“bersemayam dalam hati setiap makhluk. Ia menentukan setiap gerakan kita. Kemudian, jika dikehendaki-Nya, Ia pun dapat menghentikan gerakan sedahsyat apapun — sewaktu-waktu — kapan saja.

“Ia berada di dalam diriku, bersemayam di dalam sanubariku — hal ini mudah dicerna dan dipahami. Tetapi bahwasannya Ia pun berada dalam dirimu — agak sulit dicerna. Dan, menjadi sangat sulit untuk dipahami, jika kau bermusuhan denganku. Jika aku menganggapmu sebagai musuh, bagaimana mungkin?

“Tuhan berada di dalam diri seorang Yesus, baik. Tetapi, bagaimana Ia bisa berada di dalam diri seorang Yudas? Tuhan berada dalam diri Rama, tapi dalam diri…

Lihat pos aslinya 485 kata lagi

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai