Renungan Masnawi: Jika Iblis berhasil menggoda Adam, itu pun karena kehendak-Nya

Pikiran dab rasa. Rasa tidak pernah memanipulasi…

avatar triwidodoGita Kehidupan Sepasang Pejalan

buku masnawi 1 langit biru

Cover Buku Masnawi Satu

“Adam dalam kisah ini mewakili rasa. Sementara, Iblis mewakili pikiran. Jika analogi ini dipahami sejak awal, pesan Moulana akan menjadi sangat jelas:

“Iblis berupaya untuk menutupi kesalahannya dan mencari pembenaran, ‘Tuhanlah yang menggoda aku.’

“Tidak demikian dengan Adam. Ia mengakui kesalahannya. ‘Semua ini terjadi karena perbuatanku juga.’

“Mendengarkan pengakuan Adam, Allah bersabda: ‘Sadarkah engkau, bahwa apa yang kau lakukan itu karena Aku juga?’

“Adam menjawab, ‘Ya, Tuhanku,’

‘Lalu kenapa tidak mengatakan demikian?’ tanya Tuhan.

‘Aku tidak dapat menyalahkan Engkau  – Tuhanku…’jawab Adam.

“Allah bersabda: ‘Dengarkan Adam, apa yang telah kaulakukan akan Kulakukan terhadapmu.’

 

“Berarti apa? Jangan menyalahkan Allah dan Allah tidak akan menyalahkanmu, ‘Wahai Adam, kau tidak menyalahkan Aku. Karena itu, Aku pun tidak akan menyalahkanmu.’

“Sekian banyak makna yang tersirat dalam kisah ini:

“Pertama, Allah berada di balik setiap kejadian. Maha Besar Allah, Maha Suci Tuhan, Dialah Sebab Awal segala kejadian.

“Jika Iblis berhasil…

Lihat pos aslinya 369 kata lagi

Renungan Diri: Perekat Rumah Tangga Kita Harta-Benda, Kewajiban atau Kasih?

Perekat Kasih

avatar triwidodoGita Kehidupan Sepasang Pejalan

buku jangka-jayabaya-500x500

Cover Buku Jangka Jayabaya

“Untuk menciptakan kerukunan dalam keluarga, kita membutuhkan perekat. Perekat apa yang kita miliki ? Harta benda, uang? Seorang istri menghormati suaminya karena ia masih mampu mencari nafkah dan membiayai keluarga. Suami membutuhkan istri untuk menjaga rumah dan merawat anak-anak mereka. Anak pun menghormati orangtua mereka sadar akan ketergantungan pada mereka. Ujung-ujungnya duit, uang, materi.

“Posisi suami sebagai Pencari Nafkah bisa diganti oleh siapa saja, bahkan oleh istrinya sendiri. Posisi istri sebagai penjaga rumah dan perawat anak dapat digantikan oleh para pembantu. Dan, bagi seorang anak, posisi kedua orangtuanya sebagai sumber dana, sudah pasti berakhir pada suatu hari. Bahkan, di negara-negara maju, posisi itu dapat digantikan oleh negara.

 

“Bila perekat yang kita miliki adalah perekat kewajiban, kerukunan yang tercipta bisa lebih langgeng. Selama kita masih merasa bertanggungjawab terhadap anggota keluarga yang lain, kita akan hidup Rukun. Kendati demikian, sense of duty, ‘merasa berkewajiban’ pun hanyalah sebuah…

Lihat pos aslinya 172 kata lagi

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai