3 Kesalahpahaman Umum dalam Latihan Yoga

Persepsi keliru, kesalahan umum yang bisa berbahaya bagi Anda

Yoga menjadi sesuatu yang sangat populer sejak 5 tahun terakhir. Para selebriti dunia, bahkan para dokter terkemuka dunia, juga ikut dalam trend ini. Media massa juga sering memuat berita tentang penelitian manfaat yoga, bahkan berbagai tips yoga.

Neo Self Empowerment (PelatihanNSE.com) ingin berbagi beberapa hal yang perlu dicermati dalam berlatih yoga, yaitu 3 kesalahan yang paling umum ten. Berikut adalah pembahasannya.

1. Kesalahan #1: Paksakan Yoga Asana (Postur Yoga) Anda!

Ini adalah kesalahan yang umum dan bisa mencederai Anda. Dalam buku Kundalini Yoga, Anand Krishna menjelaskan bahwa “Asana berarti Postur yang Nyaman”, bukan memaksakan diri untuk melakukan postur tertentu. Ingat, memaksakan postur Yoga tertentu, bisa mencederai diri Anda!

Professor Marc Cohen dari RMIT University Australia mengingatkan “Jika Anda merasa nyeri, berarti itu bukan benar-benar yoga”.

2. Kesalahan #2: Yoga adalah Olahraga!

Seringkali muncul pendapat yang mengatakan bahwa Yoga adalah olahraga, kegiatan untuk membakar kalori. Yoga menjadi sekadar olahraga biasa. Apakah benar demikian? Mari kita simak kalimat dari salah satu referensi klasik tentang Yoga, yaitu Bhagavad Gita:

“Yoga adalah yang membuat seorang pelaku menjadi terampil dan efisien, dalam segala pekerjaannya.”

Nah, ternyata Yoga bukan olahraga tetapi sesuatu yang bermanfaat sangat luas.

3. Kesalahan #3: Gerakan dan Postur Yoga perlu dilakukan cepat dan berulang-ulang agar membakar semakin banyak kalori!

Sekali lagi, tujuan yoga bukanlah olahraga dan membakar kalori, tetapi merupakan sebuah gaya hidup. Postur Yoga yang dilakukan dengan cepat dan berulang-ulang memang bisa membakar kalori, tetapi apakah hanya itu tujuan Anda?

Bagaimana bila olah mind-body-soul, tidak sekadar raga Anda, tetapi Anda memperoleh manfaat bagi pikiran, perasaan, dan jiwa?

Demikian adalah 3 hal yang umum disalahpahami tentang Yoga.

Sekali lagi, kita bisa menggunakan tolok ukur yang diberikan dalam kitab klasik Bhagavad Gita:

“Yoga adalah yang membuat seorang pelaku menjadi terampil dan efisien, dalam segala pekerjaannya.”

Jadi, sudahkah Anda melakoni Yoga hari ini?

PERNAFASAN YANG BENAR

1. Pernafasan perut

Pernafasan ini dilakukan seperti anak bayi, begitu menarik nafas, perut kembung ke luar, begitu membuang nafas, perut mengempis kembali masuk ke dalam. Kita dapat melakukan ini sesering mungkin. 

2. Pernafasan dada

Sewaktu menarik nafas, dada melebar dan sewaktu membuang nafas, dada ciut kembali

3. Pernafasan pundak

Sewaktu menarik nafas, pundak naik ke atas, dan sewaktu membuang nafas, pundak turun kembali

4. Pernafasan sempurna

Pernafasan ini disebut juga pernafasan kombinasi dari cara cara 1-3. Tarik nafas, perut kembung, dada melebar dan pundak naik ke atas. Buang nafas, perut mengempis kembali, dada ciut dan pundak turun. 

Manfaat: 

Pernafasan semacam ini akan terasa manfaatnya apabila kita mempraktekkannya secara rutin. Untuk satu sesi ( 1-4) diulangi 9 kali. Kita dapat melakukan 2 sesi setiap hari. Kegiatan ini harus dilakukan dengan mata tertutup, sehingga manfaatnya lebih terasa. 

Dengan bernafas seperti ini, kita akan menyebarkan energi segar ke setiap bagian tubuh dan dapat menghindari berbagai macam penyakit. Serta memperkuat daya tahan tubuh. 

Mereka yang ingin menyusutkan perut, biasanya dianjurkan untuk bernafas terbalik (bernafas yang salah) . Sewaktu menarik nafas, justru dianjurkan untuk memasukkan perut ke dalam. Penyusutan perut memang dapat terjadi, namun efek sampingannya, sangat membahayakan kesehatan secara keseluruhan. Setelah mencapai usia 40an tahun, apabila kita sudah terbiasa dengan cara bernafas terbalik demikian, tidak jarang kita akan mengalami gangguan – gangguan serius pada organ- organ tubuh sekitar perut. Khususnya hati, pankreas, ginjal dan lambung . Cara bernafas yang salah ini juga akan mempercepat proses menopause pada wanita dan menyebabkan berbagai macam gangguan lainnya seperti haid yang tidak teratur, sembelit, pengapuran dll

Disadur dari buku Seni Memberdaya Diri 1, Anand Krishna, Gramedia pustaka utama, 2006

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai