SMA Negeri 1 Bontang Gelar Smansa Youth Competition ke-9, Ajang PMR Berprestasi

NM. Adnyani

Bontang, 26 April 2025 – SMA Negeri 1 Bontang kembali menggelar Smansa Youth Competition (SYC) ke-9 di aula sekolah pada Sabtu, 26 April 2025. Acara dimulai pukul 08.00 WITA, dibuka dengan sambutan dari pembawa acara, Aisyah, yang menyapa tamu undangan, termasuk perwakilan PMI Kota Bontang, Kepala SMA Negeri 1 Bontang, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan dan Humas, para pembina PMR, serta pendamping dari masing-masing peserta. Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars PMI, dilanjutkan pembacaan 7 Prinsip PMR dan Tribakti Palang Merah sebagai penguatan nilai kemanusiaan.

Dalam laporan ketua panitia, disampaikan bahwa SYC ke-9 mengangkat tema “Beyond Boundaries, Adventure of Giving”, mencerminkan semangat kepedulian dan kolaborasi. Kegiatan berlangsung selama dua hari, 26–27 April 2025, diikuti oleh 20 sekolah tingkat Madya dan Wira, dengan delapan jenis perlombaan. Ketua panitia berharap SYC menjadi sarana pengembangan diri sekaligus mempererat persahabatan antaranggota PMR.

Sekretaris PMI Kota Bontang, Bapak Lukman, dalam sambutannya mewakili Ketua PMI Kota Bontang, mengapresiasi konsistensi SMA Negeri 1 Bontang dalam menyelenggarakan kegiatan ini. Menurutnya, PMR berperan penting dalam membina karakter generasi muda yang cerdas, tangguh, dan berjiwa kemanusiaan.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Bontang dalam sambutannya menegaskan bahwa SYC merupakan agenda tahunan sekolah yang telah memasuki tahun ke-9. Tahun ini, kegiatan diikuti oleh 9 tim tingkat Wira dan 11 tim tingkat Madya. Beliau menekankan bahwa SYC bukan sekadar lomba, melainkan bagian dari upaya membangun karakter siswa, khususnya dalam menghadapi situasi kemanusiaan seperti bencana.

Beliau juga menegaskan pentingnya disiplin dan kejujuran sebagai fondasi utama karakter. “Tidak cukup hanya pintar secara akademik. Disiplin dan jujur adalah kunci. Dua karakter ini, jika diterapkan dengan sungguh-sungguh, akan membentuk karakter positif lainnya,” tegasnya.

Acara ditutup dengan penyematan tanda peserta secara simbolis oleh Kepala Sekolah, diikuti pembacaan doa.

Kontributor Naskah: Nesfalita

Doa Pulang dari Luka

(untuk diriku yang ingin dicintai seutuhnya)

NM.Adnyani

Ya Jiwa,

bimbing aku pulang

dari pelukan yang hampa,

dari sentuhan yang hanya menyapa kulit

tapi tak pernah mengetuk hatiku.

Bimbing aku keluar

dari ruang-ruang yang menjadikan tubuhku

sebagai tempat singgah

bukan rumah.

Tolong,

lepaskan jejak-jejak yang menempel di kulit

tapi tak pernah tinggal di kasih.

Lepaskan bisikan yang mengaku cinta

tapi tak membawa pelukan,

tak membawa cium pada luka.

Aku berjalan di jalan pulang—

dan kutemui kematian kecil:

penjaja manis yang terjatuh,

meninggalkan nampan rasa

yang tak lagi disentuh siapa-siapa.

Aku menangisi itu,

bukan karena ia mati,

tapi karena aku tahu—

aku pernah seperti itu:

menawarkan cinta

saat diriku sendiri hampir tak hidup lagi.

Ya Jiwa,

hidupkan kembali bagian dalam diriku

yang ingin mencintai dengan tenang,

yang ingin dicintai tanpa syarat,

yang ingin disentuh tanpa takut kehilangan harga diri.

Biarkan yang lama terkubur dengan lembut.

Aku siap menjadi tanah baru.

Tempat di mana kasih bisa tumbuh,

bukan hanya datang dan pergi.

Hari ini,

aku memilih pulang.

Ke dalam pelukanku sendiri.

Ke dalam tubuhku yang kudekap sepenuh kasih.

Ke dalam jiwaku yang tak lagi meminta—

tapi menerima, dan merayakan keutuhan.

Om Śāntiḥ.

Aku Pulang.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai