Cara Menghafal 18 Parwa

Cara menghafalkan nama-nama parwa dalam Mahabharata yang berjumlah 18 dan disebut sebagai asta dasa parwa membutuhkan keterampilan mnemonic, yaitu keterampilan membuat suatu cerita yang di dalamnya terdapat sebuah kata yang digunakan untuk menghafal.

saya menemukan dan membuat metode ini sejak tahun 2010. selama 8 tahun saya tetap mengingatnya dengan mudah. kemudian ini pun saya gunakan dalam pembelajaran.

 

Slide2

semoga bermanfaat

Workshop Peningkatan Mutu Penyelenggaraan dan Pengembangan Soal Ujian Sekolah

Om Swastyastu…

Akhir Bulan mei ini menjadi bulan istimewa bagi umat Hindu pada umumnya karena bulan ini diakhiri dengan perayaan Hari suci Galungan yang jatuh pada tanggal 30 Mei 2018. Bagi saya pribadi bulan ini teramat sangat istimewa… pertama karena bulan ini mendapat tugas mengisi akhir bulan untuk mengikuti sebuah workshop tingkat nasional yang dilaksanakan oleh Direktorat pembinaan SMA kementrian Pendidikan dan Kebudayaan R.I., perayaan Galungan di isi dengan kegiatan seperti ini bagi saya menjadi moment langka. Kedua, bulan mei menjadi istimewa karena saya mengenang kembali 8 tahun lalu, dimana bayi mungil telah lahir pada tanggal 30 mei 2010. Ananda Bhadrika Sanwani Widya Prathiwi. Putri yang lahir setelah penantian selama 2 tahun usia perkawinan kami.

bagaimanapun, akhir mei ini menjadi moment langka bagi saya. bagaimana merayakan ulang tahun putri kecil di perjalanan melalui pemanfaatan media online. Dengan bantuan aplikasi viva video saya mencoba menyajikan life story ananda Bhadrika. kemudian perayaan galungan (kemenangan Dharma atas Adharma) saya isi dengan mencoba mengalami kemenangan atas Lower animal instinc. dengan merenungi sifat-sifat instinng hewani misalnya dengan mencoba melatih kesabaran saat menunggu di airport. mencari teman, terbuka terhadap hal-hal baru, teman baru dan bersabar menunggu antrian kendaraan menuju Bogor. selama 4 jam di bandara untuk mencari teman dengan tujuan yang sama adalah bagian dari pemaknaan galungan bagi saya.

Kembali pada tujuan menulis cerita ini, saya ingin berbagi tentang kegiatan yang coba saya ikuti. catatan kecil saya bahwa kegiatan yang di laksanakan oleh Direktorat adalah kegiatan mendisiplinkan diri dan antusiasme untuk belajar. hadir tepat waktu, manajemen diri yang baik. kapan harus masuk kelas, kapan harus apa, bagaimana mencari teman baru… semuanya perlu kemampuan “literasi”. literasi dalam pergaulan, literasi tempat baru, literasi suasana baru. hehehehe

 

GREEVA SANCHALANA

Pernah mengalami leher kaku dan pegal-pegal???

Nah… berikut ini Bhadra yoga Sanstha memberikan tips untuk mengatasi leher kaku.
Saya pribadi mempraktikkan asanas ini setiap bangun tidur dan menjelang tidur. Gerakan ini disebut sebagai gerakan leher atau Greeva Sanchalana.

Screen Shot 2018-08-24 at 20.09.18

Langkah pertama :
Duduk dalam pose bersila kemudian tangan bertumpu pada lutut dengan gesture jnana Mudra atau Chin Mudra, kemudian tutuplah mata anda.
Dengan perlahan gerakkan kepala ke depan dan menunduklah hingga dagu menyentuh dada.
Tundukkan kepala senyaman mungkin. Jangan tegang. Cobalah untuk merasakan bentangan otot di depan dan belakang leher, dan melonggar tulang belakang. Lakukan sebanyak 10 kali.
Pernafasan:
Tarik nafas dengan gerakan mundur dan buang napas pada gerakan maju.

Langkah Kedua:
Tetap pada posisi yang sama, dengan mata tetap tertutup. Wajah langsung ke depan dan Rilekskan bahu. Perlahan-lahan pindahkan kepala ke kanan dan mencoba untuk menyentuh telinga kanan ke bahu kanan tanpa memutar kepala atau menaikkan bahu, lalu lakukan sebaliknya dengan memindahkan kepala ke sisi kiri dan coba sentuh telinga kiri ke bahu kiri. Ini satu putaran. Lakukan sebanyak 10 kali.
Pernafasan:
Tarik nafas pada gerakan ke atas. Buang napas pada gerakan ke bawah.
Kesadaran: Pada nafas, berhitung, dan sensasi peregangan otot di sisi leher.

Screen Shot 2018-08-24 at 20.09.27

Langkah Ketiga:
Tetap dalam posisi awal. Jaga kepala tetap tegak dan mata tertutup. Dengan lembut putar kepala ke kanan sehingga dagu selaras dengan bahu. Rasakan pelepasan ketegangan di otot leher dan melonggarnya sendi leher. Perlahan putar kepala ke kiri senyaman mungkin. Jangan tegang. Lakukan sebanyak 10 putaran di setiap sisi.
Pernafasan:
Tarik napas sambil berputar ke depan. Hembuskan napas sambil berputar ke samping.

Langkah Keempat:
Tetap di posisi yang sama dengan mata tertutup. Secara perlahan putar kepala ke bawah, ke kanan, ke belakang dan kemudian ke sisi kiri dengan gerakan yang santai, halus, ritmik, dan melingkar. Rasakan peregangan yang bergeser di sekitar leher dan melonggarnya sendi dan otot leher. Berlatih 10 kali searah jarum jam dan kemudian 10 kali berlawanan arah jarum jam. Jangan tegang. Jika anda merasa pusing, bukalah mata. Setelah latihan, pertahankan leher lurus dan mata tertutup. Waspadai sensasi di kepala dan leher.
Pernafasan:
Tarik napas saat kepala bergerak naik. Buang napas saat kepala bergerak ke bawah.
Kesadaran: Pada napas, penghitungan mental dan gerakan.
Kontra-indikasi: Keempat gerakan leher ini tidak boleh dilakukan oleh orang tua dan mereka yang menderita tekanan darah rendah, tekanan darah sangat tinggi atau spondylosis serviks ekstrim. Mintalah saran kepada dokter yang ahli untuk masalah-masalah ini. Pasien spondylosis serviks harus benar-benar menghindari membungkukkan leher ke depan.
Manfaat:
Otot-otot leher dan bahu yang tegang, terutama setelah bekerja lama di meja. Dengan asanas ini membantu merilekskan semua saraf yang menghubungkan berbagai organ dan anggota badan yang melewati leher, melepaskan ketegangan dan kekakuan pada kepala, leher dan bahu.

terimakasih. semoga bermanfaat

BUKU SISWA PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI KELAS 1

Om Swastyastu, Bapak dan Ibu guru yang memerlukan buku siswa kelas 1 SD mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi pekerti dapat di download berikut ini.

BS_Hindu_Kelas 1 K13 Revisi 2017

 

Bhujangaasana

Teknik:

Rebahkan badandengan telungkup, lemaskan otot, dan tenangkan hati, letakkan telapak tangan di lantai di bawah bahu dan siku, tubuh dan pusar sampai jari-jari kaki tetap di lantai. Angkat kepala dan tubuh ke atas perlahan seperti kobra keatas, bengkokkan tulang punggung ke atas.

Manfaat:

Asana ini dapat memperbaiki bagian punggungyang mengalami perpindahan posisi, menghilangkan sakit punggung dan menjaga agar tulang belakang tetap lentur dan sehat. Tulang belakang yang kaku mengganggu semua simpulsaraf yang dikirim dari otak ke tubuh. Dengan melengkungkan tulang belakang, dapat meningkatkan sirkulasi di daerah punggung dan menguatkan saraf, hal ini akan membentuk kinerja yang lebih baik antara otak dan tubuh.

Asana ini mengoptimalkan kinerjaovarium dan uterus, dan membantu meringankan gangguan menstruasi jugagangguan ginekologi lainnya. Asanas ini meningkatkan nafsu makan, meringankan sembelit dan memberi manfaat untuk semua organ perut, terutama hati dan ginjal. Kelenjar ardenal, yang terletak di atas ginjal, juga dipijat dan dirangsang untuk bekerja lebih efisien. Sekresi kortison dipertahankan dan kelenjar tiroid diatur.

Pada tingkat prana, Bhujanggasana memiliki efek yang kuat pada semua organ yang terkaitSvadisthana Chakra, Manipura Chakra, Anahata Chakra, dan Vishuddhi Chakra.

BUKU SISWA PENDIDIKAN AGAMA HINDU KURIKULUM 2013

Om Swastyastu, berikut saya lampirkan buku siswa pada mata pelejaram pendidikan agama Hindu dan budi pekerti

Menerapkan Model DL dengan metode Jigsaw

Model pembelajaran Discovery Learning (DL):

Sintaks Pembelajaran DL

  1. Stimulation (stimulasi/pemberian rangsangan)
  2. Problem Statement (Pertanyaan atau Identifikasi Masalah)
  3. Data Collection (Mengumpulkan Data)
  4. Data Processing (Pengolahan Data)
  5. Verification (Pembuktian)
  6. Generalization (menarik Kesimpulan)

Metode Jigsaw: ada kelompok asal dan ada kelompok ahli

Sintaks pembelajaran jigsaw:

  1. Membentuk kelompok asal dengan materi yang berbeda untuk setiap kelompok
  2. Dari setiap kelompok asal diambil 1 orang untuk bergabung membentuk kelompok ahli
  3. Diskusi kelompok ahli
  4. Kemudian masing2 dari kelompok ahli kembali ke kelompok asal dan menjelaskan hasil diskusinya kepada setaip anggota di kelompok asal
  5. Persentasi kelompok

Menerapkan model DL dengan metode jigsaw:

  1. Bentuk kelompok — jigsaw
  2. Stimulation (stimulasi/pemberian rangsangan) — DL
  • Bisa di lakukan dengan menunjukkan gambar / memirsa video
  1. Problem Statement (Pertanyaan atau Identifikasi Masalah) — DL
  • Setelah melihat gambar/video, anak2 bertanya.
  • Dari pertanyaan tersebut, kemudian diminta untuk menemukan jawabannya melalui pengumpulan data
  1. Data Collection (Mengumpulkan Data) — DL
  • Eksplorasi materi dalam kelompok asal — jigsaw
  1. Data Processing (Pengolahan Data) — DL
  • Membentuk kelompok ahli — jigsaw
  • Diskusi kelompok ahli — jigsaw
  • Kemudian masing2 dari kelompok ahli kembali ke kelompok asal dan menjelaskan hasil diskusinya kepada setaip anggota di kelompok asal — jigsaw
  1. Verification (Pembuktian) — DL
  • Persentasi masing2 kelompok — Jgsaw
  1. Generalization (menarik Kesimpulan) — DL

 

 

 

 

Buat situs web Anda sendiri, gratis di WordPress.com.Buat situs web Anda sendiri.
Mulai gratis