Guru Tamu Bank Indonesia: Menanamkan Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah di SMAN 1 Bontang

NM. Adnyani

Bontang — Suasana Aula SMA Negeri 1 Bontang dipenuhi semangat dan antusiasme siswa kelas X pada Selasa, 29 April 2025. Kegiatan Guru Tamu kali ini menghadirkan narasumber dari Bank Indonesia dalam program literasi keuangan bertajuk “Cinta Rupiah”, yang bertujuan menanamkan nilai-nilai Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah kepada generasi muda.

Dua narasumber dari Bank Indonesia, Bapak Erwin Firman Jaya dan Bapak Mahardika Wicaksono Putra, hadir sebagai pemateri utama. Keduanya menjabat sebagai Administrator Perkasaan di Bank Indonesia. Acara difasilitasi oleh Ibu Ni Made Adnyani dengan dukungan dari para guru dan tim jurnalistik SMANSA yang turut mendokumentasikan kegiatan.

Sesi pembuka menghadirkan pengenalan mendalam mengenai peran strategis Bank Indonesia dalam pengelolaan mata uang Rupiah, mencakup proses perencanaan, pencetakan, pengeluaran, pengedaran, pencabutan, penarikan, hingga pemusnahan uang yang sudah tidak layak edar.

Fokus utama kegiatan adalah pengenalan konsep CBP Rupiah (Cinta, Bangga, Paham Rupiah):

Cinta Rupiah, diwujudkan dengan mengenali keaslian uang dan merawatnya agar tetap layak edar. Bangga Rupiah, ditanamkan sebagai bentuk penghargaan terhadap Rupiah sebagai simbol kedaulatan dan pemersatu bangsa. Paham Rupiah, mengajak siswa memahami fungsi uang dalam sistem ekonomi nasional.

Narasumber juga memaparkan prestasi membanggakan, yaitu Uang Rupiah Tahun Emisi 2022 yang meraih penghargaan Best New Banknote Series dalam IACA Awards 2023. Rupiah TE 2022 berhasil unggul dari berbagai nominasi internasional berkat inovasi unsur pengaman, integrasi nilai sejarah dan budaya, serta estetika desain uang kertas.

Edukasi dilanjutkan dengan kampanye “5J” untuk menjaga kualitas uang Rupiah: Jangan Dilipat, Jangan Dicoret-coret, Jangan Diremas, Jangan Distapler, dan Jangan Dibasahi. Para siswa juga dikenalkan pada ciri-ciri uang palsu serta prosedur penukaran uang rusak sesuai ketentuan Bank Indonesia.

Sesi berlangsung semakin menarik ketika narasumber membagikan lampu ultraviolet kepada siswa untuk memeriksa keaslian uang kertas. Fitur keamanan yang tersembunyi pada uang Rupiah terlihat jelas, menumbuhkan rasa kagum dan bangga para peserta.

Sebagai penutup, diputar film pendek produksi Bank Indonesia yang menggambarkan nilai-nilai penting dari Rupiah. Sesi tanya jawab berlangsung aktif dan apresiatif; siswa yang berani bertanya mendapatkan suvenir menarik dari narasumber. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat literasi keuangan siswa serta menumbuhkan kebanggaan terhadap Rupiah sebagai bagian dari identitas bangsa.

SMA Negeri 1 Bontang Gelar Smansa Youth Competition ke-9, Ajang PMR Berprestasi

NM. Adnyani

Bontang, 26 April 2025 – SMA Negeri 1 Bontang kembali menggelar Smansa Youth Competition (SYC) ke-9 di aula sekolah pada Sabtu, 26 April 2025. Acara dimulai pukul 08.00 WITA, dibuka dengan sambutan dari pembawa acara, Aisyah, yang menyapa tamu undangan, termasuk perwakilan PMI Kota Bontang, Kepala SMA Negeri 1 Bontang, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan dan Humas, para pembina PMR, serta pendamping dari masing-masing peserta. Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars PMI, dilanjutkan pembacaan 7 Prinsip PMR dan Tribakti Palang Merah sebagai penguatan nilai kemanusiaan.

Dalam laporan ketua panitia, disampaikan bahwa SYC ke-9 mengangkat tema “Beyond Boundaries, Adventure of Giving”, mencerminkan semangat kepedulian dan kolaborasi. Kegiatan berlangsung selama dua hari, 26–27 April 2025, diikuti oleh 20 sekolah tingkat Madya dan Wira, dengan delapan jenis perlombaan. Ketua panitia berharap SYC menjadi sarana pengembangan diri sekaligus mempererat persahabatan antaranggota PMR.

Sekretaris PMI Kota Bontang, Bapak Lukman, dalam sambutannya mewakili Ketua PMI Kota Bontang, mengapresiasi konsistensi SMA Negeri 1 Bontang dalam menyelenggarakan kegiatan ini. Menurutnya, PMR berperan penting dalam membina karakter generasi muda yang cerdas, tangguh, dan berjiwa kemanusiaan.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Bontang dalam sambutannya menegaskan bahwa SYC merupakan agenda tahunan sekolah yang telah memasuki tahun ke-9. Tahun ini, kegiatan diikuti oleh 9 tim tingkat Wira dan 11 tim tingkat Madya. Beliau menekankan bahwa SYC bukan sekadar lomba, melainkan bagian dari upaya membangun karakter siswa, khususnya dalam menghadapi situasi kemanusiaan seperti bencana.

Beliau juga menegaskan pentingnya disiplin dan kejujuran sebagai fondasi utama karakter. “Tidak cukup hanya pintar secara akademik. Disiplin dan jujur adalah kunci. Dua karakter ini, jika diterapkan dengan sungguh-sungguh, akan membentuk karakter positif lainnya,” tegasnya.

Acara ditutup dengan penyematan tanda peserta secara simbolis oleh Kepala Sekolah, diikuti pembacaan doa.

Kontributor Naskah: Nesfalita

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai