Tahapan-Tahapan Hidup Meditatif

Marilah kita berdoa sebelum membaca Bhagavad Gītā

Oṁ Saha nāvavatu; saha nau bhunaktu; Saha vīryam karavāvahai; Tejasvi nāvadhītamastu; Mā vidviṣāvahai; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga Hyang Tunggal senantiasa melindungi kita; menjernihkan pikiran kita: semoga kita dapat berkarya bersama dengan penuh semangat; semoga apa yang kita pelajari mencerahkan dan tidak menyebabkan permusuhan; Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

Sankalpa-prabhavān kāmāms tyaktvā sarvān aśesatah

manasaivendriya-grāmam viniyamya samantatah

Bhagavad Gītā, 6.24

“Dengan melepaskan segala keinginan duniawi dan mengendalikan seluruh Indra dengan menggunakan gugusan pikiran dan perasaan (manah atau mind yang sudah terkendali lewat Meditasi”

Krsna menjelaskan tahapan-tahapan dalam Meditasi. Sebelum mengendalikan hawa nafsu – keinginan-keinginan duniawi dan kenikmatan indra – gugusan pikiran serta perasaan mesti terkendali terlebih dahulu.

BANYAK KISAH, BANYAK CERITA tentang kegagalan Mereka yang sudah berusaha mati-matian, tapi tetap gagal mengendalikan hawa nafsu, mengatasi godaan indra, dan Sebagainya. Sebabnya adalah, gugusan pikiran serta perasaan mereka (mind) belum Terkendali.

Para rahib yang menjadi pedofil; para pemimpin yang tidak mampu mengendalikan hawa-nafsu; Para pendeta dan tokoh masyarakat yang terlibat dalam tindakan-tindakan asosial; Para politisi, pejabat, dan wakil rakyat korup yang tergiur oleh gratifikasi seks – banyak cerita, banyak kisah. Karena belum meditatif, mereka tidak bisa melaksanakan tugas mereka dengan baik.

Mind dulu – gugusan pikiran dan perasaan dulu – setelah itu terkendali, barulah mengurusi badan, indra, keinginan-keinginan, hawa-nafsu, dan lain-lain.

MEREKA YANG TIDAK MEMAHAMI HAL INI, dan tidak bisa mengendalikan hawa-nafsunya, nafsu-birahinya – memproyeksikan ketidakmampuannya di atas Kanvas Kehidupan. Ia berpikir setiap orang adalah Sama seperti dirinya. Bahwasannya, tidak seorang pun mampu mengendalikan nafsunya. Ini adalah cara berpikir yang keliru.

Karena saya lemah, tidak berarti setiap orang lemah. Nafsu bisa di kendalikan, tapi mesti mengikuti tahapannya – secara urut, teratur. Mind dulu, Baru passion – gugusan pikiran dan perasaan dulu, Baru nafsu

Om, Sarve bhavantu sukhinaḥ; Sarve santu nirāmayāḥ; Sarve bhadrāṇi paśyantu; Mā kashchit duḥkha bhāgbhavet; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga semua makmur, bahagia dan bebas dari penyakit. Semoga semua mengalami peningkatan kesadaran, dan bebas dari penderitaan. Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

Bontang, 06/02/2018-MA

Di tulis ulang dari Buku Bhagavad Gītā oleh AK Hal 265-266

Iklan
Dipublikasi di My Life Note | Meninggalkan komentar

Sadhana Saat Gerhana Bulan

1516935359133_6e8qk_geklau

Ketika Matahari, Bulan dan Bumi berada dalam satu garis, ada pola energi kosmik yang berbeda sedang terjadi dan ini disebut “gerhana”. Gerhana ada 2 yaitu gerhana bulan dan gerhana matahari. Pada Hari Rabu, 31 januari 2018, di prediksi akan terjadi gerhana Bulan. Gerhana Bulan adalah waktu yang sangat tepat untuk mempraktikkan Sadhana, olah spiritual untuk meningkatkan kualitas diri. Apa saja yang dapat kita lakukan saat gerhana Bulan? Yuk simak ulasan berikut!

Pikiran dan perasaan terhubung dengan Bulan; tubuh terhubung dengan Bumi; dan Matahari terhubung dengan keduanya. Ketika ketiganya berada dalam satu garis lurus (gerhana), hal ini mempengaruhi tubuh, pikiran dan perasaan. Untuk menjaga kestabilan tubuh, pikiran dan perasaan, maka sangat baik saat gerhana kita melakukan praktik spiritual. Dalam literature Veda di sebutkan ada beberapa hal yang dapat di praktikkan sebagai Sadhana:

  • Mempraktikkan meditasi dan japa ataupun chanting (melagukan sloka/mantra kitab suci Veda). Meditasi, japa dan chanting berfungsi untuk mengurangi fluktuasi pikiran dan perasaan sehingga gelombang-gelombang pikiran dan perasaan dapat diminimalkan. Jika memilih melakukan japa, sebaiknya japa dilakukan dengan menggunakan mantra khusus untuk gerhana bulan, seperti AUM AIM KLEEM SOMAAYA NAMAHjika mantra ini diucapkan dalam satu putaran mala (108 kali) maka kekuatannya disebutkan dalam Veda menjadi 1000 kali lipat. Hal ini terjadi karena di perkuat oleh efek gerhana. Wow…
  • Mempraktikkan Upavasa (puasa) saat gerhana Bulan untuk kesehatan tubuh. Puasa berfungsi untuk menyelaraskan tubuh (menyiapkan tubuh bagi penyelarasan pikiran dan perasaan). Ketika gerhana bulan terjadi, volume air di laut mengalami pasang, sehingga hal tersebut mempengaruhi kondisi atau volume air di dalam tubuh meningkat, oleh karenanya kondisi ini secara mental menyebabkan kegelisahan karena air di dalam tubuh adalah representasi dari keinginan dan hasrat. Kegelisahan ini mesti di netralisir dengan upavasa (puasa) agar konsumsi makanan dan minuman yang masuk berkurang, sehingga dapat melatih menjernihkan pikiran. Jika anda tidak mampu melakukan upavasa penuh dikarenakan kondisi tubuh tidak memungkikan, anda dapat tidak makan dalam waktu 1-2 jam sebelum puncak gerhana. Sehingga pada saat puncak gerhana, perut anda tidak terlalu penuh (kenyang) dan tidak lapar. Hal ini akan membantu anda dapat melakukan meditasi dengan baik.
  • Melakukan dana punia. Menurut kitab slokantara 17, menyebutkan bahwa Dana Punia yang dilakukan saat gerhana Bulan memberikan phala 100 kali lipat.

Gerhana bulan merupakan fase terakhir Dakshinayana, atau sadhana pada sistem yoga. Selama Dakshinayana, matahari menuju ke belahan bumi selatan. Sedangakn selama Uttarayana, matahari menuju ke belahan bumi utara. Dalam tradisi yoga, Dakshinayana dipandang sebagai periode sadhana. Uttarayana dilihat sebagai periode pencerahan, dan bukan kebetulan bahwa begitu banyak yogi mencapai pencerahan mereka pada awal fase ini. Yang paling terkenal adalah Bhishma, yang menunggu hari kematiannya dari tempat tidur anak panahnya sehingga ia bisa melepaskan tubuhnya pada saat Uttarayana.

Semoga bermanfaat…

Salam Rahayu

Bontang, 31 Januari 2018 – MA

Supermoonblueblood4567778.jpeg

 

 

 

 

Dipublikasi di Materi Pelajaran, My Life Note | Meninggalkan komentar