Yoga Sutra Patanjali : Samaadhi Paadah (Sutra I.31-35)

Sutra I.31

duhkha-daurmanasyaanggamejayatva-svaasa prasvaasaah viksepa sahabhuvah

“Kekacauan Mental seperti itu juga dibarengi oleh Duhkha atau Duka-Derita, perasaan hampa; Daurmanasya atau Depresi; Anggam dan Svaasa-Prasvaasaah Ejayatva atau Bergemetarnya anggota badan dan Ketidakteraturan Nafas.”
Sutra I.32

tat-pratisedha-artham-eka-tattva-abhyasah

“Untuk menghadapi segala rintangan dan kekacauan pikiran, satu-satunya cara adalah melatih diri secara intensif dan repetitif – sekuat tenaga dan tanpa henti-dalam laku-laku berikut.”
Sutra I.33

Maitrii karunaa mudito-peksaanaam-sukha-duhkha punya-apunya-visayaanaam bhaavanaatah citta-prasaadanam

Maitrii, Menumbuhkembangkan Persahabatan; Karunaa, Kasih; Muditaa, keceriaan; serta Upeksaa atau Tidak Membedakan dan tidak terpengaruh oleh pengalaman-pengalaman yang saling bertentangan, seperti  suka-duka, kebaikan-kebatilan, dan sebagainya. Dengan cara inilah citta atau benih-benih pikiran serta perasaan menjadi jernih, dan  tidak terganggu lagi oleh segala pemicu di luar maupun di dalam diri.”
Sutra I.34

pracchardana-vidhaaranaabhyaam va praanasya

“Atau, dengan cara menghembuskan dan menahan Praana atau Energi Kehidupan (dengan mengatur nafas).”
Sutra I.35

visayavatii vaa pravtttir-utpannaa manasah sthiti nibandhinii

“Manah atau Gugusan Pikiran serta Perasaan juga dapat ditenangkan dengan memperhatikan persepsi-persepsi Indrawi (yang muncul saat indra berhubungan dengan benda-benda, kondisi-kondisi tertentu, atau pemicu-pemicu lain).”

Diterbitkan oleh Ni Made Adnyani

Aku suka Menulis, aktifitas Mengajar dan Yoga

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai