Jangan Murung — Tuhan sebagai Tujuan Tertinggi hidup Manusia

Gatir bhartā prabhuh sāksī nivasāh śaranam suhrt

Prabhavah pralayah sthānam nidhānam bījam avyam

Bhagavad Gita, 9.18

Akulah Tujuan tertinggi; Hyang Maha Memelihara, Menguasai, dan menyaksikan; keadaan atau tempat abadi (yang dapat digapai), Pelindung Tunggal, sahabat setia, Awal-Mula dan Akhir dari segala- segalanya; Kepada-Ku semuanya berpulang saat kiamat atau Pralaya, dan aku pula benih kehidupan yang tak pernah punah

Oṁ Saha nāvavatu; saha nau bhunaktu; Saha vīryam karavāvahai; Tejasvi nāvadhītamastu; Mā vidviṣāvahai; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga Hyang Tunggal senantiasa melindungi kita; menjernihkan pikiran kita: semoga kita dapat berkarya bersama dengan penuh semangat; semoga apa yang kita pelajari mencerahkan dan tidak menyebabkan permusuhan; Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

Hidup ini Bukan tanpa tujuan. Ketika kita bertamasya ke Disney Land, Wonder Land, Dunia Fantasi atau tempat lain serupa – apa yang menjadi tujuan kita? Bukankah tujuan utama kita adalah hiburan? Barangkali kita berdalih, “Oh Saya hanya mengantar Anak saya.” Baik, perhatikan Anak -Anak kita. Mereka sepenuhnya terlibat dalam Permainan di sana dan sedang menikmati seluruh atraksi yang disajikan.

Sekarang Mari kita menentukan sendiri…

Peran kita dalam Dunia Fantasi ini – mau menikmati permainan seperti Anak-Anak yang sedang bermain bebas; kemudian pulang tanpa beraduh-aduh, Karena Sadar bila Dunia fantasy bukanlah Rumah kita. Atau menjadi orang Dewasa yang sedang menyaksikan Anak-anaknya menikmati segala permainan.

Sebagai saksipun, saat menyaksikan anak-anak kita bermain girang, jelas kita ikut bersuka cita. Kita ikut menikmati dan terhibur juga.

Mau menjadi seorang Anak yang sepenuhnya terlibat dalam permainan; atau menjadi seorang Dewasa yang sedang menyaksikan dan menikmati apa yang disaksikannya. Terserah kita masing-masing. Yang penting adalah tidak murung! Dunia fantasi ini tidak digelar untuk bermurung- murungan. Dunia fantasi ini di gelar sebagai kawasan untuk hiburan, arena hiburan. Nikmati dan saat mesti pulang- tinggalkan tempat ini tanpa bermurung Muka pula.

Menjadi Anak dan menikmati permainan dunia adalah jalan seorang RamaKrishna Paramahamsa, para Avadhūta – Mereka yang tidak lagi memikirkan Baik buruk segala. Bagi mereka semuanya adalah permainanan. Dan mereka tau orang tua mereka sedang mengawasi mereka. Lari kemanapun, mau mencoba atraksi apapun, mereka yakin tak akan pernah terpisahkan Dari orang tua yang sedang mengawasi.

Sebab itu, bagi Para Avadhūta seperti Ramakrishna Paramahamsa, Tuhan- Gusti Pangeran- Sang Pengawas adalah Ibu. Bunda Ilahi tak mungkin meninggalkan mereka – Demikian keyakinan para Anak-Anak yang berjiwa Ramakrishna, para avadhūta.

Kesadaran Saksi adalah kesadaran Para vivekananda, Shankaracharya. Kendati Demikian, setelah sepanjang hidup berkesadaran sebagai saksi, menjelang akhir hidup, mereka menyerah juga. Vivekananda dan Shankaracharya – dua-dua2nya kembali ke pangkuan Bunda Ilahi. “Cukup sudah pekerjaan yang membosankan sebagai saksi segala. Sekarang biarlah aku bermain-main dan istirahat di Pangkuan-Mu, wahai Kāli, Bhavānī, Bunda Ilahi”

Om, Sarve bhavantu sukhinaḥ; Sarve santu nirāmayāḥ; Sarve bhadrāṇi paśyantu; Mā kashchit duḥkha bhāgbhavet; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga semua makmur, bahagia dan bebas dari penyakit. Semoga semua mengalami peningkatan kesadaran, dan bebas dari penderitaan. Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

Iklan

Tentang Ni Made Adnyani

Aku suka Menulis, aktifitas Mengajar dan Yoga
Pos ini dipublikasikan di My Life Note. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s