Seorang Panembah Sejati: Teguh dalam Devosi dan Tidak Terjebak dalam Permainan Pikiran

ye tu dharmyāmrtam idam yathoktam paryupāsate

Śraddadhānā mat-paramā bhaktās te’tīva me priyāh

Bhagavad Gīta, 12.20

“Mereka yang menerima kebijakan luhur yang telah kusampaikan; teguh dalam devosinya pada-Ku; dan, menganggap diri-Ku Sebagai Tujuan Tertinggi adalah panembah, yang sangat Kusayangi.”

Oṁ Saha nāvavatu; saha nau bhunaktu; Saha vīryam karavāvahai; Tejasvi nāvadhītamastu; Mā vidviṣāvahai; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga Hyang Tunggal senantiasa melindungi kita; menjernihkan pikiran kita: semoga kita dapat berkarya bersama dengan penuh semangat; semoga apa yang kita pelajari mencerahkan dan tidak menyebabkan permusuhan; Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

Segala sifat sebelumnya terkalahkan oleh penerimaan seorang panembah tanpa keraguan. Oleh kasih tanpa syarat dan tanpa kondisi.

Krsna pernah menguji Arjuna – “Arjuna, lihat, lihat di atas pohon itu – burung “koyal” yang bersuara merdu atau burung gagak?”

Kedua-duanya berwarna hitam. Tapi Koyal berbadan lebih kecil. Arjuna tidak salah, ketika Ia menjawab, “itu gagak, Krsna…” belum selesai menjawab, burung di atas pohon itu terbang, dan, ternyata “koyal”!

Arjuna tercengang, lalu tersenyum.

Ia memahami maksud Krsna. Sesaat lagi, “Arjuna, Sekarang ini sudah hampir sore ya? Saatnya matahari terbenam, atau masih lama?”

Arjuna tidak mau terjebak lagi, “Krsna, suka-sukamu, Jika kau mengatakan sore, maka sore. Jika kau berkata belum, maka belum!”

Seorang panembah Sejati tidak terjebak dalam permainan pikiran, persepsi, dan Sebagainya. Dia menempatkan devosinya, panembahannya di atas rasio dan intelek.

Ini bukanlah soal “percaya buta”, “perbudakan” , atau pun “pengultusan”. Sama sekali tidak. Sebab, Krsna adalah kesadaran Sejati Arjuna sendiri. Krsna adalah kesadaran Sejati Kita semua. Mengalahkan pikiran dan intelek demi kesadaran Sejati menguntungkan kita sendiri; Bukan perbudakan, Bukan pengultusan, dan Bukan percaya-buta.

Devosi atau panembahan mendekatkan kita dengan Ilahi, dengan diri kita yang sejati – dengan potensi diri yang tak terbatas, dengan intuisi, dengan kemampuan mengubah gagak-diri menjadi koyal bersuara merdu. Sementara itu, pikiran, akal-Budi, intelek, pengetahuan – semuanya mengantar kita ke luar diri.

Untuk berinteraksi dengan dunia luar – silahkan menggunakan pikiran, akal-Budi dan Sebagainya. Namun, untuk mengakses diri sendiri, kita mesti drop semuanya dan mesti jalan ke dalam diri dengan bekal keyakinan penuh dan devosi tanpa syarat. Bekal lain tidak berguna.

Topeng-topeng yang kita pakai sepanjang hari “barangkali” berguna untuk berhubungan dengan dunia luar. Namun Sama sekali tidak berguna untuk diri sendiri.

Intelek, gelar, kedudukan – semuanya adalah atribut-atribut luaran dan berguna untuk dunia luar. Untuk alam di dalam diri, kita tidak membutuhkan semua itu.

Saat tidur saja, kita sepenuhnya berada dengan diri sendiri. Saat itu, kita tidak memakai jas, dasi dan Sebagainya. Saat itu kita tidak berpakaian rapi.

Makin longgar dan sedikit pakaian kita, makin nyenyaknya tidur kita, banyak penderita insomnia – susah tidur – akhirnya sembuh setelah dianjurkan oleh seorang ahli psikologi untuk tidur dalam keadaan telanjang, tanpa busana. Mereka sembuh tanpa sebutir obat apa pun! Tentunya, setelah sembuh, mereka Boleh saja tidur dengan memakai piyama atau busana-tidur lainnya.

Ayat ini mengajak kita untuk menjadi “diri sendiri”. Untuk berpaling pada Sang Aku Sejati, pada Pribadi Tunggal, pada Sumber Segala Sesuatu yang “percikan-Nya” adalah diri kita – pada Jiwa Agung.

Demikian berakhirlah BAB ke keduabelas dari Bhagavad Gīta.

Om, Sarve bhavantu sukhinaḥ; Sarve santu nirāmayāḥ; Sarve bhadrāṇi paśyantu; Mā kashchit duḥkha bhāgbhavet; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga semua makmur, bahagia dan bebas dari penyakit. Semoga semua mengalami peningkatan kesadaran, dan bebas dari penderitaan. Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

Bontang, 21/12/2017 – MA

Ditulis ulang dari Buku Bhagavad Gīta oleh AK Hal 593-594

Iklan

Tentang Ni Made Adnyani

Aku suka Menulis, aktifitas Mengajar dan Yoga
Pos ini dipublikasikan di My Life Note. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s