Duduk dalam postur tertentu untuk Memusatkan Kesadaran pada “Satu Titik”

Marilah kita berdoa sebelum membaca Bhagavad Gītā

Oṁ Saha nāvavatu; saha nau bhunaktu; Saha vīryam karavāvahai; Tejasvi nāvadhītamastu; Mā vidviṣāvahai; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga Hyang Tunggal senantiasa melindungi kita; menjernihkan pikiran kita: semoga kita dapat berkarya bersama dengan penuh semangat; semoga apa yang kita pelajari mencerahkan dan tidak menyebabkan permusuhan; Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

samam kāya-śiro-grīvam dhārayann acalam sthirah

sampreksya nāsikāgram svam diśaś cānavalokayan

Bhagavad Gītā, 6.13

“Duduk Tenang Tanpa gerakan, dengan menpertahankan badan, kepala, dan Leher tegak, lurus; dengan Kesadaran sepenuhnya terpusatkan pada ujung hidung, Tanpa memandang ke arah lain.”

Tidak ada dua definisi tentang “duduk tenang, tegak, lurus” – namun, dalam hal “pemusatan Kesadaran pada ujung hidung” – Ada dua definisi:

Definisi pertama: adalah memusatkan kesadaran pada ujung hidung diantara lubang hidung – Bagian bawah – sehingga ketika kita melakukan hal itu, mata kita akan tampak jereng!

Definisi kedua adalah memusatkan kesadaran pada ujung atas dari hidung – yakni antara kedua alis mata. Jika melakukan hal itu dengan mata terbuka, maka bola mata kita hampir tidak terlihat lagi. Hanya Bagian Putih yang terlihat.

Masih ada kemungkinan lain lagi yaitu, seperti dalam kemungkinan kedua – memusatkan kesadaran pada ujung atas – antara kedua alis mata – namun dengan mata tertutup – sehingga tidak menyeramkan seperti Jika dilakukan dengan mata terbuka.

Saya sudah membaca sekian banyak literatur, masing-masing “memperkarakan” soal mata dan ujung hidung – hingga ayat ini terlupakan, yaitu:

Pemusatan kesadaran – silahkan memilih mana yang lebih cocok bagi Anda – yang penting kesadaran kita “terpusatkan pada suatu titik”.

kita bisa menggunakan gambar – entah gambar titik, lukisan atau foto Sadguru kita. bisa juga menggunakan foto atau lukisan apa saja yang kita sukai – silahkan memusatkan kesadaran pada “suatu titik” itu. Silahkan menerjemahkan “titik” sesuai dengan kepercayaan, keyakinan kita masing-masing

bagi sebagian orang – bahkan bagi mayoritas – barangkali lebih mudah memusatkan kesadaran lewat Japa, atau pengulangan Mantra atau sebutan bagi Hyang Maha Agung. jika itu menjadi pilihan, maka silahkan juga. tidak menjadi soal.

kembali pada………

DUDUK TEGAK LURUS…. ini penting untuk mempertahankan kelancaran aliran energi dalam tubuh. tulang punggung adalah pilar utama tubuh manusia. sesungguhnya bukan bagi tubuh saja – tapi bagi semangat hidup. silahkan mencobanya, dalam waktu 21 hari saja, anda akan menjadi lebih percaya diri.

tentang cara duduk – mereka yang sudah terbiasa melakukan āsana-āsana Yoga, bisa memilih antara duduk bersila – dalam segala variannya, Padmāsana, ardha-Padmāsana, Sukhāsana, atau duduk di atas kedua tumit – Vajrāsana. Bahkan, jika anda tidak terbiasa atau tidak bisa duduk bersila – silahkan duduk di atas kursi. carilah kursi yang agak tegak sandarannya, seperti kursi meja makan – tidak menjadi soal juga. Perhatikan esensi dari ayat ini, daging dari buah pemberian Krsna ini – buanglah kulitnya.

Oṁ Saha nāvavatu; saha nau bhunaktu; Saha vīryam karavāvahai; Tejasvi nāvadhītamastu; Mā vidviṣāvahai; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga Hyang Tunggal senantiasa melindungi kita; menjernihkan pikiran kita: semoga kita dapat berkarya bersama dengan penuh semangat; semoga apa yang kita pelajari mencerahkan dan tidak menyebabkan permusuhan; Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

Samarinda, 06/01/2018-MA

Ditulis ulang dari Buku Bhagavad Gītā oleh AK Hal 256

Iklan

Tentang Ni Made Adnyani

Aku suka Menulis, aktifitas Mengajar dan Yoga
Pos ini dipublikasikan di My Life Note. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s