Cinta Yang Mencerahkan “Gayatri Sadhana” Laku Spiritual Bagi Orang Modern

Cover Buku Cinta Yang Mencerahkan, “Gayatri Sadhana” Laku spiritual bagi orang Modern

Oṁ Saha nāvavatu; saha nau bhunaktu; Saha vīryam karavāvahai; Tejasvi nāvadhītamastu; Mā vidviṣāvahai; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga Hyang Tunggal senantiasa melindungi kita; menjernihkan pikiran kita: semoga kita dapat berkarya bersama dengan penuh semangat; semoga apa yang kita pelajari mencerahkan dan tidak menyebabkan permusuhan; Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

Cinta Yang mencerahkan, “Gayatri Sadhana” Laku Spiritual bagi Orang Modern adalah sebuah buku karya Bapak Anand Krishna. 

Buku ini mengupas tentang “Gayatri Sadhana” olah spiritual dengan “ber-Gayatri”. 

Tentang kehebatan dan kedahsyatan gayatri ini, saya mengutip sebagai berikut : 

Sebagaimana Madu adalah saripati bunga, dan mentega adalah saripati susu, demikian pula gayatri adalah saripati Veda – segala pengetahuan. Bagi mereka yang menghayatinya, Gayatri bagaikan Kaamadhenu, sapi suci legendaris yang memenuhi segala macam keinginan. 

air suci gangga membersihkan raga dari segala macam dosa yang di buat oleh raga

Gayatri membersihkan jiwa manusia, pemujaan tanpa gayatri ibarat meninggalkan hidangan lezat nan mewah dirumah sendiri dan meminta – minta di jalanan  seperti seorang pengemis

Gayatri adalah sarana tercanggih untuk meningkatkan kekuatan spiritual dan meraih keberhasilan dalam segala kegiatan yang baik nan terpuji. untuk itu, tiada sesuatu yang melebihi gayatri. (Bhagavan Vyasa, 3000 an Tahun sebelum masehi, Penulis Mahabharata, Purana dan Penyunting Weda) 

Di dalam buku ini juga memuat asal usul Gayatri Mantra, baik dalam versi mitologi (Dalam pengantar) dan juga asal usul gayatri berdasarkan penelitian K.M Munshi, seorang budayawan, sejarahwan, filosof sekaligus ahli hukum kondang yang pernah terlibat dalam penyusunan konstitusi Repoblik India Modern – sebagaimana terurai dalan karyanya yang berjudul Bhagavam Parasuram terbitan Bharatiya Vidya Bhavan, Mumbai tahun 1959

Dalam versi penelitian KM.Munshi ini, dimuat dalam bentuk sebuah kisah yang lengkap dengan dialognya,  ada kisah di balik “kemunculan” gayatri. Kisah inilah kemudian saya ketik ulang dan atas ijin Bapak Anand Krishna, saya angkat menjadi sebuah Drama, yang di mainkan oleh 17 pemeran siswa – siswi SMA/SMK dan akan dipentaskan Dalam Dharma Santih Kota Bontang yang di laksanakan pada Sabtu, 28 Mei 2016. 

sepanjang proses pembuatan drama ini, mulai dari pengetikan naskah, rekaman suara untuk dubbing, editing dan latihan memainkan peran, kami merasakan “dukungan” alam semesta terhadap proyek ini. 

beberapa mendapat pengalaman merinding selama rekaman. 

Pengalaman lain oleh Tokoh umat yang sengaja kami minta untuk melihat dan menyaksikan proses selama berlatih bermain peran, di ceritakan oleh Bapak Agug Eka Purnawan, bahwa Gayatri ini powerful, saya merinding. Demikian diungkapkan. 

sedangkan pengalaman pribadi saya bahwa selama melatih anak – anak bermain peran, saya merasakan “sesuatu” yang sangat membahagiakan. saya mabuk dalam kebahagiaan. saya merasakan ada CINTA yang mengalir deras, sebuah Cinta Yang Mencerahkan, sebagaimana judul dari buku ini. inilah joyfull. inilah kebahagiaan dalam berkarya. belum pernah saya merasakan kebahagiaan yang seperti ini ketika berkarya. atas Berkah Guruji lah saya mencicipi pengalaman ini. Terimakasih Guruji. 

setelah selesai berlatih, saya pulang ke rumah, sampai di rumah,  efek dari rasa bahagia itu masih terasa. hal itu membuat saya bersemangat. yaa, cinta memang menghadirkan semangat. menghadirkan perasaan yang terisi penuh, fulfillment. yaa. that is True LOVE

awalnya saya menelisik kedalam diri dan bertanya-tanya, darimanakah kuperoleh rasa bahagia yang begitu dalam itu? apakah karena anak-anak yang kompak? atau karena sesuatu. ahhhh… saya tidak tahu. saya yakin ada energi kasih yang mengalir di sana, atau apa, hmmm…. saya tidak akan mencari tau, saya akan menikmatinya, merasakannya dan mengalir bersama rasa itu. 

Bagi saya secara pribadi, project ini adalah project “Sadhana” olah spiritual, dalam olah spiritual itu, saya mengalir. saya mempersembahkannya dengan CINTA terbaik yang saya miliki. Tiada sesuatupun yang dapat saya persembahkan kepada “Dia”. Ya, Dia Yang Telah mengubah hidup saya dalam banyak hal. Project ini memang untuk Guru saya, Bapak Anand Krishna. apalah artinya persembahan kecil saya ini dibandingkan dengan banyak “berkah” yang telah Beliau Berikan dalam hidup saya, bagaimana saya menghadapi dan memandang kehidupan ini. 

Terimakasih Semesta, Terimakasih Guruji, Terimakasih atas segala kesempatan, Terimakasih atas segala dukungan

Om, Sarve bhavantu sukhinaḥ; Sarve santu nirāmayāḥ; Sarve bhadrāṇi paśyantu; Mā kashchit duḥkha bhāgbhavet; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga semua makmur, bahagia dan bebas dari penyakit. Semoga semua mengalami peningkatan kesadaran, dan bebas dari penderitaan. Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

Main Peran

Menurut filsafat Yang saya pelajari bahwa kita berasal dari-Nya dan akan Kembali Kepada-Nya. jika kita memang berasal dari-Nya mengapa kita harus berpisah dan kemudian bersusah payah belajar banyak hal, untuk bisa kembali pada-Nya. 

beberapa sumber menguraikan karena kita bersalah, berdosa dan lain sebagainya dan seterusnya. 
hmmmmm…

diantara “asal” dan “kembali” itu, ada kehidupan ini. mungkin kita sedang “bermain-main”, sedang memainkan peran. 
Dalam permainan peran itu. permainan harus dilakukan dengan baik. ada peraturan dalam memainkan peran yang apik itu 
ikuti aturan mainnya, namun jangan terlalu “saklek”. 

yuk mainkan perannya dengan baik. jangan menyakiti orang lain, apalagi menyakiti orang tua
untuk semuanya, ayo mainkan peranmu sebagai anak manusia diatas panggung kehidupan ini, 
jangan menyakiti orang tua. saya tidak tega melihat orang tua menangis karena anaknya.
karena orang tualah kita memiliki badan ini. orang tua kita adalah prarabdha karma kita. layani orang tua. 
#edisinyeseklihatorangtuanangis

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai