Main Peran

Menurut filsafat Yang saya pelajari bahwa kita berasal dari-Nya dan akan Kembali Kepada-Nya. jika kita memang berasal dari-Nya mengapa kita harus berpisah dan kemudian bersusah payah belajar banyak hal, untuk bisa kembali pada-Nya. 

beberapa sumber menguraikan karena kita bersalah, berdosa dan lain sebagainya dan seterusnya. 
hmmmmm…

diantara “asal” dan “kembali” itu, ada kehidupan ini. mungkin kita sedang “bermain-main”, sedang memainkan peran. 
Dalam permainan peran itu. permainan harus dilakukan dengan baik. ada peraturan dalam memainkan peran yang apik itu 
ikuti aturan mainnya, namun jangan terlalu “saklek”. 

yuk mainkan perannya dengan baik. jangan menyakiti orang lain, apalagi menyakiti orang tua
untuk semuanya, ayo mainkan peranmu sebagai anak manusia diatas panggung kehidupan ini, 
jangan menyakiti orang tua. saya tidak tega melihat orang tua menangis karena anaknya.
karena orang tualah kita memiliki badan ini. orang tua kita adalah prarabdha karma kita. layani orang tua. 
#edisinyeseklihatorangtuanangis

Kisah Masnawi: Istri yang Tergoda dan Suami yang Bodoh

Saya merasa kadang kadang sulit memiliki pikiran yang jernih, sesuatu yang benar terasa tidak benar dan sesuatu yang tidak benar terasa benar. Disinilah viveka dibutuhkan. viveka bisa digunakan kalau sudah tumbuh. bagaimana menumbuhkan Viveka. melakukan sadhana, olah spiritual. sadhana saja tidak cukup, kita tetap memerlukan berkah, berkah seorang GURU

avatar triwidodoGita Kehidupan Sepasang Pejalan

buku masnawi 4

Cover Buku Masnawi Empat

Oṁ Saha nāvavatu; saha nau bhunaktu: Saha vīryam karavāvahai;Tejasvi nāvadhītamastu; Mā vidviṣāvahai.Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga Hyang Tunggal senantiasa melindungi kita; menjernihkan pikiran kita: semoga kita dapat berkarya bersama dengan penuh semangat; semoga apa yang kita pelajari mencerahkan dan tidak menyebabkan permusuhan; Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

Kisah ini tentang seonmg wanita yang sudah nikah, tetapi menjalin hubungan gelap dengan pria lain. Pada awalnya, mungkin masih main ”gelap-gelapan”. Lama-lama, wanita itu semakin berani. Kebetulan suaminya memang bodoh, mudah dikelabui……..

Pada suatu hari seorang wanita sedang jalan bersama suaminya. Eh, dia bertemu pacar dalam perjalanan, maka timbullah keinginan untuk memeluk dia, untuk mencium dia. Dia bisa berpikir cepat dan membohongi suaminya: “Sayang, aku ingin memanjat pohon pir untuk mengambil buahnya.” Saat itu, mereka memang berada di bawah pohon pir.

Setelah berada di atas pohon, dia meneriaki  suaminya: “Apa yang sedang kau lakukan?”

“Tidak apa-apa.”—jawab si…

Lihat pos aslinya 359 kata lagi

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai