Hal – Hal Penting Sebelum Berlatih Yoga

Ketentuan sebelum berlatih yoga ini di rujuk dari Common Yoga Protocol International Day Of Yoga 21st June, Ministry of Ayur Veda, Yoga and Naturopathy, Unani, Siddha and Homoeopathy (AYUSH) New Delhi, 2014 yang diterjemahkan dan dikembangkan berdasarkan pengalaman oleh penulis.

  1. Shauca: sebuah prasyarat yang penting bagi praktisi yoga, yaitu kebersihan diri sendiri, kebersihan pakaian dan juga ketenangan pikiran, body and mind, sangat baik apabila anda mandi sebelum berlatih yoga.
  2. ⁠Praktisi Yoga sebaiknya berlatih dalam keadaan atau suāsana yang tenang dan tubuh serta pikiran yang rileks.
  3. ⁠Praktisi yoga sebaiknya berlatih yoga dalam keadaan perut yang kosong (tidak terlalu penuh dan tidak terlalu lapar). Jika badan terasa kurang fit, minumlah segelas air hangat yang dicampur dengan madu sebelum berlatih yoga.
  4. ⁠Jarak makan dan berlatih yoga adalah 3 jam setelah makan berat dan 2 jam setelah makan ringan.
  5. ⁠Kandung kemih dan usus sebaiknya dalam keadaan kosong sebelum berlatih yoga. Usahakan buanglah air kecil sebelum berlatih yoga.
  6. ⁠Gunakan matras yoga selama berlatih untuk menjaga kenyamanan dan kebersihan selama berlatih yoga. Pilihlah matras yoga yang berbahan dasar alami.
  7. ⁠Latihan yoga dilakukan tanpa alas kaki agar memberi sirkulasi udara yang cukup pada kaki serta melancarkan jalannya energi ke seluruh tubuh (Probo, Vega. 2014. CNN Indonesia)
  8. ⁠Gunakan pakaian yang nyaman dan berbahan dasar katun agar memudahkan gerak tubuh.
  9. ⁠Yoga tidak dilakukan dalam keadaan kelelahan, sakit, terburu–buru atau dalam kondisi stres (ketegangan) berat.
  10. ⁠Dalam kasus atau masalah penyakit kronis, atau masalah jantung, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter atau yoga terapis sebelum mulai berlatih yoga.
  11. ⁠Berkonsultasilah kepada Guru yoga sebelum mempraktikkan yoga jika anda sedang dalam masa kehamilan dan menstruasi

Meningkatkan Kualitas Dokumentasi: Webinar Fotografi untuk Jurnalis Sekolah

Hari ini, dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional, aku mengadakan webinar fotografi dengan fokus pada dokumentasi kegiatan. Webinar ini diikuti oleh seluruh anggota ekstrakurikuler jurnalistik yang memiliki peran penting dalam mendokumentasikan berbagai aktivitas sekolah.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh temuan dari hasil dokumentasi tim jurnalistik yang selama ini belum memenuhi standar yang diharapkan. Meskipun jumlah foto yang diambil cukup banyak, kualitasnya masih kurang optimal—banyak yang tidak menggambarkan keseluruhan kegiatan dengan baik. Hal ini menyebabkan dokumentasi tidak dapat digunakan secara maksimal, baik untuk publikasi maupun arsip sekolah.

Materi

Melihat permasalahan ini, aku merasa perlu memberikan pemahaman lebih mendalam kepada para jurnalis muda agar mereka dapat menghasilkan dokumentasi kegiatan yang lebih baik dan sesuai standar jurnalistik.

Webinar ini bertujuan untuk:

1. Meningkatkan pemahaman tentang dokumentasi kegiatan – Peserta diberikan wawasan mengenai prinsip-prinsip dasar dalam mendokumentasikan sebuah acara agar hasilnya lebih representatif.

2. Mengenalkan teknik dasar fotografi – Materi mencakup aspek teknis seperti komposisi, pencahayaan, sudut pengambilan gambar, dan momen penting yang harus diabadikan dalam suatu kegiatan.

3. Melatih keterampilan praktik langsung – Dengan pemahaman yang lebih baik, peserta diharapkan dapat menerapkan teknik yang diajarkan untuk menghasilkan dokumentasi yang lebih berkualitas.

4. Mendorong profesionalisme dalam jurnalistik sekolah – Dokumentasi yang baik bukan hanya sekadar mengambil gambar, tetapi juga menyampaikan cerita dari sebuah kegiatan.

Contoh ilustrasi dokumentasi yang efektif

Selama sesi berlangsung, aku menyampaikan materi tentang pentingnya dokumentasi dalam setiap kegiatan. Aku juga menjelaskan bagaimana foto yang baik tidak hanya soal jumlah, tetapi juga kualitas dan kesesuaiannya dengan konteks acara yang didokumentasikan.

Photo yang menggambarkan anak ekskul lagi kerja

Dengan adanya webinar ini, aku berharap para anggota jurnalistik dapat lebih memahami pentingnya dokumentasi yang baik dan mampu menerapkan ilmu yang telah dipelajari dalam setiap kegiatan sekolah. Dokumentasi yang berkualitas tidak hanya akan menjadi arsip yang berharga, tetapi juga dapat meningkatkan citra sekolah dan memperkuat peran jurnalistik dalam menyampaikan informasi kepada publik.

Semoga semangat belajar dan meningkatkan keterampilan ini terus menyala dalam diri mereka!

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai