Film ashoka

Nitisastra ilmu pemerintahan atau seni memimpin di tulis oleh Maharsi Chanakya. Sehingga di kenal chanakya nitisastra. Dalam dinasti maurya, kerajaan Magada india…
Cikal bakal raja agung Ashoka…
Lika liku sejarah india dalam menemukan sosok pemimpin memang unik dan mengagumkan.
Film #ashoka keren

Renungan Diri: Berburu dan Makan Daging, Kekerasan dalam Diri Raja Purushaada #Vegetarian

Usaha mengeluarkan kekerasab dalam diri, cobalah menjadi vegetarian..

avatar triwidodoGita Kehidupan Sepasang Pejalan

buku sandi-sutasoma_res

Cover Buku Sutasoma

Kakek Sumitra menyampaikan ‘Kisah Raja Purushaada’ kepada Sutasoma

“Sebagai raja, ia pun berhasil menarik hati rakyatnya. Ia berusaha selalu bersikap adil dan menempatkan diri sebagai pelayan rakyat, bukan sebagai petinggi Negara.

“Kesukaannya adalah berburu. Disadari atau tidak, kebiasaan ini sebenarnya merusak lingkungan. Selain itu, kebiasaan berburu itu juga membuktikan adanya kekerasan di dalam dirinya. Kekerasan itu sudah lama mengendap dalam bawah sadarnya, dan bisa keluar kapan saja.

“Rakyat negeri Ramakanda tidak sadar bahwa kebiasaan raja mereka ibarat bom waktu yang dapat meledak kapan saja. Terpicu atau tersulut sedikit saja, kekerasan di dalam hati manusia dapat menghancurkan dunia.

“Kebiasaan Purushaada untuk berburu tidak dapat dilepaskan dari kehidupannya sebagai Suciloma. Saat itu ia telah menjadi biku, tetapi sampah kekerasan di dalam dirinya belum sempat keluar. Sampah itu hanya mengendap ke alam bawah sadarnya.” Sumitra menegaskan kembali penjelasan sebelumnya.

“Jika memburu hewan dapat dikaitkan dengan kekerasan di dalam diri manusia…

Lihat pos aslinya 585 kata lagi

Near and Dear

Berikut saya menuliskan ulang sebuah tulisan yang menyentuh yang saya baca dari buku “Bhagawad Gita for Today” Sai towers publishing. Buku ini saya beli di one earth, di beri tanda tangan oleh yang saya sucikan Swami anand Krishna. Terimakasih atas Blessing Beliau.

What benefit will you derive by being near and dear? If you sit close to a lamp you get light, and with the help of its illumination you are able to do some useful activities at night. If you sit under a fan you get a cool breeze and the heat that was causing you discomfort will be dispelled. During the cold season of the year, if you sit near a fire you will be protected from the cold which may be bothering you then. In each case, one quality is removed and another takes its place.
Similarly, if you are close to the Lord, if you become dear to him, then you will get his love, and soob all the bad qualities in you will vanish away and be replaced by the good qualities that God embodies. Develop your love so that you may get ever nearer and nearer and dearer and dearer to God. The easiest way to get closer To God us to remember him in whatever you see, whatever you say and whatever you do. Think only of God and how to get nearer and dearer to him.
On the path of devotion it is not enough for you to love God but you must also angage in activities which are pleasing to the Lord, so that you can envoke God’s love and feel his love for you. There are a number of characteristics that a devotee should possess which will endear him to the Lord. Treat censure or praise, heat or cold, profit or loss, joy or sorrow, honor or dishonor, or any of the other pairs of opposites, with an equal mind. Do not get dejected when you are criticized or elated when you are praised. Do not be overjoyed by profit or come to grief when there is loss. Treat heat and cold with an equal attitude, they can both be a source of joy to you.
During the winter warm clothing will be disirable and being near a source of heat will give you comfort from the cold. But, during the summer you will wabt thin clothes and you will wellcome the cold. Heat gives joy sometimes, cold gives joy at other times; the way you use them determines whether you experience this joy or not. Heat or cold, profit and loss, and, in fact, all the various pairs of opposites and everything else in the world have their usefulness. Everything has been created for a purpose; but you need to use them in a way which is appropriate to your life and your stage of development.

Bhagawad gita for today, halaman 19-20

ulasan terhadap bhagawad Gita chapter 2

Namaste
Om shanti, shanti, shanti Om

Perayaan Saraswati

Hari suci Saraswati jatuh pada Saniscara Kliwon wuku Watugunung. di peringati sebagai hari turunnya ilmu pengetahuan, hari turunnya Weda. demikianlah setidaknya masyarakat umum memahami hari Saraswati. peringatan ini dilaksanakan setiap 210 hari sekali. 

hari saraswati kali ini, sabtu, 2 mei 2015 juga bertepatan dengan hari pendidikan nasional. dimana pada intinya adalah peringatan yang sama yaitu pendidikan, pengetahuan, kebijaksanaan…

selamat hari saraswati bagi seluruh umat hindu nusantara dan selamat hari pendidikan nasional kepada seluruh masyarakat indonesia. semoga masyarakat indonesia bebas buta huruf, berpengatahuan, mengembangkan seni, berpendidikan, berkesadaran, dan tentu semangat menjalankan ahimsa dan satya atau kejujuran. 

sebagaimana kejujuran atau satya dan ahimsa menjadi landasan dalam kehidupan sehari-hari. demikian pula pengetahuan mesti di tempuh melalui landasan kejujuran dan ahimsa

pendidikan atau proses memperoleh pengetahuan di eropa (mewakili barat) di mulai dari luar atau melalui telaah fakta2 dan apa yang terlihat oleh panca indra kemudian diteruskan ke “dalam” di cari makna2nya sehingga pengetahuan di harapkan mampu melembutkan jiwa2 individu. 

tidak demikian di timur, katakanlah di nusantara ini, para leluhur telah memberikan contoh2 proses pengetahuan itu, di mulai dari “dalam”. artinya pengetahuan di fokuskan pada ranah dalam atau menyetuh rasa dan nurani lalu kemudian “keluar”. sebab apa yang terekspresi di luar diri merupakan cerminan di dalam diri. keindahan yang terlihat di luar diri merupakan cerminan keindahan di dalam diri. 

pada perayaan saraswati ini. kita berupaya menggali dan menemukan apa yang ada di “dalam” melalui pemujaan Tri Shakti yaitu Dewi Saraswati, Dewi Laksmi dan Dewi Parwati. pada hari ini sampai esok banyupinaruh, kita memuja Dewi Saraswati, pada senin dan selasa someribek dan sabuh mas, kita memuja Dewi Laksmi dan pada hari rabu, pagerwesi kita memuja Dewi Parwati. tiga kekuatan, tiga ibu semesta, dan tiga energi memberi anugrahnya pada perayaan selama 5 hari ini.

selamat hari Saraswati… semoga kedamaian hati, keteduhan, kebenaran, kesucian dan keindahan, satyam, sivam dan sundaram meliputi hari2 kita semua.

svaha

om Shanti, shanti, shanti Om

Hari Kamis

Adalah hari penghormatan kepada guru
Lakukan sadhana berupa mengurangi makan, tdk masalah banyak minum, boleh minum susu. Mengurangi makan akan menjernihkan pikiran.

Nama nama pose dalam Surya Namaskar

Pose 1 : pranamasana
Pose 2 : hastauttanasana
Pose 3 : pada hasta asana
Pose 4 : ashwa sanchalanaasana
Pose 5 : danda asana
Pose 6 : astangga namaskar
Pose 7 : bhujanggasana
Pose 8 : parvatasana
Pose 9 : ashwa sanchalanasana
Pose 10: pada hastasana
Pose 11: hasta uttanasana
Pose 12 : tadasana

Renungan Diri: Kurangi Makanan Padat Agar Kita Lebih Tenang, Saran Buku Tantra Yoga

Energi Prana di peroleh dari latihan pernafasan yang betul dan teratur

avatar triwidodoGita Kehidupan Sepasang Pejalan

buku tantra yoga

Cover Buku Tantra Yoga

“Pada dasarnya kita memiliki tiga macam energi. Ya, tiga jenis energi. Untuk membedakan satu dari lain, terpaksa saya menggunakan istilah-istilah Sanskerta:

“Pertama, Prana – Hasil pernapasan. Berunsur angin. Dan ada beberapa jenis angin di dalam diri manusia. Ada beberapa jenis Prana. Sendawa dan kentut pun disebut Prana. Itu pun energi.

“Kedua, Ojas – Hasil minuman dan cairan. Berunsur air, Ojas diperoleh dari air yang kita minum, buah-buahan dan sayuran segar yang masih berair, serta cairan-carian lain seperti jus, susu dan sebagainya.

“Ketiga, Tejas – Hasil makanan padat. Tejas berunsur api. Biasanya diperoleh dari makanan keras, padat. Juga dari daging, ikan dan telur.

“Ada juga beberapa jenis sayur yang berair, tetapi mengandung energi Tejas. Seperti bawang-bawangan dan acar. Apa saja bila diacar, akan pindah kategori dari Ojas ke Tejas.

……..

“Sekarang ini bahan bakar di dalam diri kita, lebih banyak berasal dari makanan. Itupun makanan padat. Sehingga…

Lihat pos aslinya 406 kata lagi

Renungan #Gita: Identifikasi Diri dengan Kebendaan Membuat Kita Bisa Terkena Gangguan Jiwa

Salah identifikasi, salah penanganan ya

avatar triwidodoGita Kehidupan Sepasang Pejalan

Masih tentang Layar Kesadaran dan Gambar-Gambar Materi yang sedang diproyeksikan di Layar. Bagi yang belum, silakan baca Renungan Diri: Pencerahan dan Hasil ‘Pengalihan’ Perhatian dari Gerak Film Dunia ke Layar di Belakang.

https://gitakehidupansepasangpejalan.wordpress.com/2015/04/11/renungan-diri-pencerahan-dan-hasil-pengalihan-perhatian-dari-gerak-film-dunia-ke-layar-di-belakang/

buku bhagavad gita

Cover Buku Bhagavad Gita

Menyeimbangkan Materi dan Spiritual = Menyetarakan Materi dengan Spiritual = Mengidentifikasikan diri dengan kebendaan = Menyebabkan sakit mental yang ringan sampai gangguan jiwa.

Bhagavad Gita 7:5

“Di luar Prakrti, alam benda, kebendaan, dan kesadaran rendah, adalah alam Jiwa, yang menopang sekaligus menghidupi seantero alam.”  Bhagavad Gita 7:5

 

“Segala sesuatu di luar Jiwa adalah bagian dari alam benda – termasuk pikiran, emosi, impian, keinginan –semua apa pun juga – semua tanpa kecuali.

“Di sini, sekarang, kita melihat perbedaan yang jelas sekali antara ‘Pengalaman’ Krsna dan ‘Pemahaman’ para Motivator – Penceramah, pengkhotbah modern masih ‘mencari’ keseimbangan antara dunia dan Tuhan, antara alam benda atau materi dan alam batin atau spirit.

“Bagi Krsna, alam benda…

Lihat pos aslinya 701 kata lagi

Dari Mencari Jodoh sampai Perubahan Arah Kehidupan dengan Tahapan Chatur Ashram

Gita, Gayatri dan sanyas dharma

avatar triwidodoGita Kehidupan Sepasang Pejalan

Gita Kehidupan Sepasang Pejalan Bagian 16

buku bhagavad gita 

Cover Buku Bhagavad Gita

Penjernihan Pandangan oleh Bhagavad Gita

“Bersyukurlah pada Gusti Pangeran atas segala rezeki dan materi lainnya, termasuk pasangan, anak, segala yang kita miliki. Tetapi jangan berhenti. Raih pula berkah-Nya. Baca ulang beberapa ayat sebelumnya – Krsna sudah menjelaskan secara panjang lebar,bagaimana kita dapat meraihnya.”  Penjelasan Bhagavad Gita 10:11 (Krishna, Anand. (2014). Bhagavad Gita. Jakarta: Pusat Studi Veda dan Dharma)

Catatan ini ditulis berdasarkan pemahaman saya saat ini. Pemahaman pada saat catatan ini di tulis. Mengapa ini perlu saya kemukakan? Karena berdasarkan pengalaman yang saya alami, banyak pandangan saya yang berubah setelah memperoleh “insight” dari Bhagavad Gita.

Saya pernah menulis bahwa pada waktu mencari pasangan saya selalu istikharah, “Ya Tuhan, kalau dia baik bagiku, bagi masa depanku, bagi keluargaku dan bagi agamaku, demikian pula aku baginya maka jadikanlah, tetapi kalau tidak baik jauhkanlah kami berdua!”  Mungkin sebagai akibatnya saya tidak pernah…

Lihat pos aslinya 2.014 kata lagi

Tanda Kasih Semesta

Kepada seluruh umat Hindu di kota Bontang
Saya menyampaikan permohonan maaf sedalam-dalamnya karena karena keterlambatan saya datang ke pura. Disebabkan karena saya terjebak macet di area pisangan, setelah terjadi kebakaran di area panorama dulu…..
Jalur di alihkan ke hop dan melewati pisangan. Sementara di pisangan macet total. Kendaraan saya ga bergerak.
Saya sudah menyampaikan kepada pengurus atas kemacetan yang saya alami. Saya telah pula memasrahkan diri bahwa saya tidak dapat melaksanakan tugas yang diamanatkan oleh pengurus kepada saya. (bertugas sebagai pemberi pengantar sembahyang yang dilakukan sebelum persembahyanga di mulai).
Mungkin keberadaan tidak mengijinkannya. Demikian pikir saya. Saya manut kehendak alam.
Setelah terbebas dari macet, saya pun tetap ke pura krn sudah niat.
Sesampainya di pura saya baru tau, ternyata pengurus memutuskan untuk persembahyangan di mulai saja dan pengantar sembahyang di berikan setelah persembahyangan selesai.
Dan sayapun akhirnya menyampaikan apa yang telah saya siapkan 2 minggu yang lalu.
Setelah selesai, saya sungguh merenungi semua kejadian tadi. Saya belajar pada bapak ibu umat hindu bontang, mereka sangat rendah hati, mereka sangat mendengarkan, Menghormati para pemimpin mereka. Mereka mampu untuk tetap duduk dan mendengarkan ocehan saya. Terimakasih bapak ibu umat sedharma. Semua ini atas kebaikan bapak ibu. Sembah sujud saya pada Keberadaan yang ada pada diri bapak dan ibu. Salam kasih saya. Karena bapak ibu saya bertumbuh dan belajar…
Salam rahayu…
Om shanti…

Buat situs web Anda sendiri, gratis di WordPress.com.Buat situs web Anda sendiri.
Mulai gratis