Menjadi Yogi yang Tak Tercemar oleh Noda dan Dosa

Marilah kita berdoa sebelum membaca Bhagavad Gītā

Oṁ Saha nāvavatu; saha nau bhunaktu; Saha vīryam karavāvahai; Tejasvi nāvadhītamastu; Mā vidviṣāvahai; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga Hyang Tunggal senantiasa melindungi kita; menjernihkan pikiran kita: semoga kita dapat berkarya bersama dengan penuh semangat; semoga apa yang kita pelajari mencerahkan dan tidak menyebabkan permusuhan; Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

praśānta-manasam hy enam yoginam sukham uttamam

upaiti śānta-rajasam brahma-bhūtam akalmasam

Bhagavad Gītā, 6.27

“Bagi seorang Yogī yang Tenang serta terkendali gugusan pikiran dan perasaan, pun nafsunya – maka, tiada lagi ia tercemar oleh noda dosa-kekhilafan, dan dengan mudah ia bersatu dengan Hyang Agung, serta meraih kebahagiaan tertinggi.”

Terkendalinya gugusan pikiran dan perasaan berakibatkan diri Kita tidak tergoda lagi oleh objek-objek Dari luar diri yang umumnya memberi angin pada api hawa nafsu.

BERARTI, JIKA GIGUSAN PIKIRAN DAN PERASAAN belum terkendali, maka hawa nafsu pun tidak dapat di kendalikan. Seorang Boleh bersumpah telah atau akan “menahan nafsu” – Jika pikiran/perasaannya belum terkendali, sumpahnya tidak berarti Apa-Apa.

Semuanya ini langkah-langkah yang bersifat sangat teknis, dan menjelaskan alasan kegagalan kita selama ini. Mau langsung mengingat Tuhan, berjapa, mau langsung mengendalikan nafsu – tidak bisa. Mesti mengikuti tahap an-tahapan sebagaimana dijelaskan disini.

Penjelasan Krsna membuktikan bila Ia memahami betul kinerja Mind dan psikologi manusia. Ia tahu persis bagaimana seorang manusia dapat mengalami kedamaian Sejati dan kebahagiaan total. Ia bukanlah seorang ahli yang asal-asalan atau asal bunyi. Kedamaian Sejati dan kebahagiaan abadi tidak bisa di peroleh dari Hal-Hal duniawi yang bersifat tidak abadi. Pengalaman itu hanya dapat di peroleh Jika seseorang berada dalam Kesadaran abadi, dalam keabadian. Ketika Jiwa menyadari hakikatnya Sebagai percikan dari Jiwa Agung.

Om, Sarve bhavantu sukhinaḥ; Sarve santu nirāmayāḥ; Sarve bhadrāṇi paśyantu; Mā kashchit duḥkha bhāgbhavet; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

(Semoga semua makmur, bahagia dan bebas dari penyakit. Semoga semua mengalami peningkatan kesadaran, dan bebas dari penderitaan. Damailah hatiku, damailah hatimu, damailah kita semua.)

Bontang, 15/02/18-MA

Di tulis ulang dari Buku Bhagavad Gītā oleh AK

Iklan

Tentang Ni Made Adnyani

Aku suka Menulis, aktifitas Mengajar dan Yoga
Pos ini dipublikasikan di My Life Note. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s