Praktik Baik Sisya Hindu Tingkat SMA/SMK di Bontang, Menghafal 10 Sloka dari Gita Chalisa

Pembelajaran agama, sesungguhnya adalah pembelajaran berbasis praktik. Pemahaman yang diperoleh dalam teori harus dipraktikkan dan dirasakan manfaatnya untuk pertumbuhan batin dan praktik-praktik Baik.

Demikian dalam pembelajaran agama Hindu, pembelajaran di upayakan menuju pada hal-hal yang dapat di lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Membaca Bhagavad Gita adalah praktik baik yang perlu terus dilakoni dan di kembangkan. Standar kelulusan pada mata pelajaran ini adalah siswa mampu mempraktikkan ajaran agamanya melalui pembiasaan praktik baik.

Membaca Sloka Bhagawad Gita adalah suatu praktik baik yang perlu dibiasakan dan dibudayakan. Para guru agama Hindu mesti mendorong siswanya untuk mampu membaca Bhagavad gita. Setiap hari dan kemudian di evaluasi setiap semester.

Terdapat 18 Bab dan hampir 700 sloka dari Bhagavad gita dapat di baca secara berulang. Setiap siswa dapat membacanya dari bab mana saja. Keistimewaan dari kitab ini adalah berisi filsafat hidup yang dalam. Siapa saja dan kapan saja, seseorang dapat membacanya. Bhagavad gita adalah satu-satunya kitab yang memiliki Chalisa yang di sebut dengan Gita Chalisa. Chalisa berarti 40 (empat puluh). Sehingga Gita Chalisa adalah empat puluh sloka Bhagavad Gita yang telah di pilih sebagai sloka-sloka yang sangat penting untuk di pelajari. Apabila setiap Orang Hindu membaca atau melafalkn Gita Chalisa setiap pagi pada masa Brahma Muhurta (04.00 – 06.00), maka Seseorang akan mendapatkan anugrah mencapai kedamaian batin dan kejernihan pikiran yang membawa pada kecemerlangan hidup. Demikianlah Padma Purana memberikan ulasan tentang keagungan Bhagavad Gita.

Untuk menularkan praktik baik tersebut, hari ini telah diselenggarakan Ujian Praktik Terbuka pada Minggu, 14 April 2019 dengan materi menghafal 10 sloka dari Gita Chalisa, yaitu, Bhagavad Gita 1.1; 2.1; 2.11; 2.13; 2.22; 2.38; 2.47; 2.50; 2.67 dan 3.27. Ujian yang di selenggarakan di Pura Buana Agung Kota Bontang ini diawali dengan persembahyangan matur piuning yang dipimpin oleh Romo Mangku Marsup.

Pada saat ujian berlangsung, beberapa siswa mendapat nilai sempurna karena kemampuannya menghafal dan melafalkan dengan baik. Namun demikian ada juga yang masih perlu meningkatkan upayanya untuk melafalkan dengan baik sehingga sloka tersebut menjadi utuh.

Ujian Praktik ini di Buka oleh ketua Pasraman Widya Buana Kota Bontang, Pujianto, S.Pd. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa ujian ini sangat baik karena sesuai dengan ciri khusus dalam pembelajaran kurikulum 2013 yaitu pembelajaran yang lebih menekankan pada praktik atau keaktifan dari siswa.

Ujian Praktik terbuka ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun oleh Pasraman Widya Buana di bawah bimbingan Ibu Ni Made Adnyani. Pada saat ujian, penyelenggara menghadirkan dua orang penguji yang berasal dari kalangan Guru, yaitu guru Mapel Agama Hindu Ni Made Adnyani, S.Ag dan Ida Ayu Ketut Sri Anggreni, S.Ag

Semoga bermanfaat

Om Shanti, Shanti, Shanti Om

Tentang Ni Made Adnyani

Aku suka Menulis, aktifitas Mengajar dan Yoga
Pos ini dipublikasikan di My Life Note. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s