Kumpulan Soal Agama Hindu

Om Swastiastu, berikut kumpulan soal Try Out agama Hindu tingkat SMA kelas XII

semoga bermanfaat

Soal Try Out 1 Agama Hindu

 

SOAL TRY OUT 2 Agama Hindu

KISI-KISI SOAL UAS 0910

Kumpulan soal Agama Hindu

Seks? Melampaui Insting Seks? Kisah Resi Suka putra Vyasa, Guru Parikshit

avatar triwidodoKisah Spiritual Tak Lekang Zaman

sukadeva menyampaikan Srimad Bhagavatam sumber www harekrsna com

Ilustrasi Sukadeva menyampaikan Srimad Bhagavatam sumber www harekrsna com

Senggama dengan Semesta

“Seks sebagaimana dipahami dan dilakukan saat ini hanya memboroskan energi. Kenikmatan yang dirasakan hanya bertahan beberapa saat saja. Tidak lama kemudian, Anda lapar lagi, haus lagi, mencari lagi. Dan ketika ketertarikan terhadap pasangan Anda memudar, Anda mengejar pemicu baru. Seks tidak pernah memuaskan. Entah dengan predikat Tantra, atau polos tanpa predikat, tanpa atribut, tanpa dupa dan lilin. Kembali pada seks yang tidak pernah memuaskan. Alasannya seks tidak memenuhi kebutuhan jiwa. Jiwa membutuhkan senggama agung dengan semesta, bukan passion, bukan birahi, tetapi compassion, kasih.” (Krishna, Anand. (2012). Sanyas Dharma Mastering the Art of Science of Discipleship Sebuah Panduan bagi Penggiat Dan Perkumpulan Spiritual. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Dalam bahasa Sansekerta burung beo juga dikenal sebagai burung Suka. Ketika buah yang sudah masak dipotong oleh paruh burung Suka, rasa manis ditingkatkan. Demikian pula buah Veda yang sudah…

Lihat pos aslinya 1.137 kata lagi

Menaklukkan Kejahatan dalam Diri, Kisah Madhu dan Kaitabha dalam Kitab Devi Mahatmyam

avatar triwidodoKisah Spiritual Tak Lekang Zaman

Mahatmyam membangkitkan Vishnu dari tidur sumber vimokhananda com

Ilustrasi Dewi Mahatmyam membangkitkan Vishnu dari tidurnya sumber vimokshananda com

Dorongan Kegelapan dalam Diri

“Arjuna bertanya kepada Sang Murshid, Krishna, ‘Kenapa aku masih saja berbuat yang tidak baik, tidak tepat? Seolah ada dorongan kuat untuk berbuat yang tidak baik, tidak tepat. Kenapa?’ Krishna menjawab, ‘Dorongan itu bukanlah karena Dewa Setan Mara, atau Iblis, atau Jin. Dorongan itu disebabkan oleh keinginanmu sendiri. Keinginan untuk apa? Untuk meraih keuntungan. Kemudian, kita menghalalkan segala  macam cara untuk meraihnya. Keinginan untuk menjadi kaya, untuk hidup mewah – dan, kita pun membenarkan segala macam usaha walau ilegal.” (Krishna, Anand.  (2007). Panca Aksara Membangkitkan Keagamaan dalam Diri Manusia. Pustaka Bali Post)

Madhu mempunyai makna ego palsu yang mempunyai sifat seperti manisnya madu dan membuat orang lupa diri siapa jatidiri sebenarnya. Kaitabha mempunyai makna menipu, Madhu dan Kaitabha adalah ego seseorang yang menipu manusia sehingga lupa jatidirinya.

 

Ego yang Menipu

Dikisahkan bahwa sebelum penciptaan, Vishnu…

Lihat pos aslinya 1.052 kata lagi

Mewakafkan Nyawa: Pengabdian Terakhir Sang Raja Kera, Kisah pada Relief Borobudur

avatar triwidodoKisah Spiritual Tak Lekang Zaman

borobudur pengorbanan raja kera

Gambar Relief Raja Kera menjadi jembatan penyelamat rakyatnya sumber www borobudur tv

Mewakafkan Nyawa

“Perjuangan ini bukan untuk mereka yang menghitung laba rugi. Perjuangan ini adalah untuk mereka yang berani mewakafkan nyawa mereka bagi bangsa. Bila pengorbanan itu kau artikan sebagai kerugian, maka perjuangan ini bukanlah untukmu.” (Krishna, Anand. (2001). Youth Challenges And Empowerment. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Seekor pemimpin kelompok kera mengguncang hati manusia dengan tindakannya yang penuh kasih mengambil resiko berbahaya demi menyelamatkan kelompoknya.

 

Kisah Sang Raja Kera

Adalah sebuah pohon mangga raksasa yang sangat rimbun daunnya. Dari kejauhan pohon tersebut seperti bukit hijau nampaknya. Dekat tebing sebuah gunung, pohon tersebut berada, dan sebuah sungai melintas di bawah salah satu dahannya. Pohon tersebut mempunyai ribuan buah mangga yang rasanya luar biasa enaknya. Baunya harum dan tahan tidak membusuk dalam waktu yang lama. Mangga yang penuh khasiat, sehingga membuat sehat siapa pun yang memakannya. Ratusan kera hidup…

Lihat pos aslinya 1.110 kata lagi

Mewakafkan Nyawa: Pengabdian Terakhir Sang Raja Kera, Kisah pada Relief Borobudur

avatar triwidodoKisah Spiritual Tak Lekang Zaman

borobudur pengorbanan raja kera

Gambar Relief Raja Kera menjadi jembatan penyelamat rakyatnya sumber www borobudur tv

Mewakafkan Nyawa

“Perjuangan ini bukan untuk mereka yang menghitung laba rugi. Perjuangan ini adalah untuk mereka yang berani mewakafkan nyawa mereka bagi bangsa. Bila pengorbanan itu kau artikan sebagai kerugian, maka perjuangan ini bukanlah untukmu.” (Krishna, Anand. (2001). Youth Challenges And Empowerment. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Seekor pemimpin kelompok kera mengguncang hati manusia dengan tindakannya yang penuh kasih mengambil resiko berbahaya demi menyelamatkan kelompoknya.

 

Kisah Sang Raja Kera

Adalah sebuah pohon mangga raksasa yang sangat rimbun daunnya. Dari kejauhan pohon tersebut seperti bukit hijau nampaknya. Dekat tebing sebuah gunung, pohon tersebut berada, dan sebuah sungai melintas di bawah salah satu dahannya. Pohon tersebut mempunyai ribuan buah mangga yang rasanya luar biasa enaknya. Baunya harum dan tahan tidak membusuk dalam waktu yang lama. Mangga yang penuh khasiat, sehingga membuat sehat siapa pun yang memakannya. Ratusan kera hidup…

Lihat pos aslinya 1.110 kata lagi

Mengupayakan Keturunan, Seberapa Pentingkah? Belajar Dari Mahabharata Dan Ramayana

avatar triwidodoKisah Spiritual Tak Lekang Zaman

pandu membunuh rusa yang ternyata jelmaan Brahmana

Ilustrasi Pandu memanah rusa (ternyata jelmaan brahmana) yang mengutuk Pandu akan mati bila berhubungan suami-istri sumber: www indiatvnews com

Upaya Memperoleh Putra dalam Ramayana dan Srimad Bhagavatam

Raja Dasaratha dan Permaisuri Kausalya ingin mempunyai putra, karena lama belum berhasil Dasaratha kawin lagi dengan Sumitra. Dan karena belum mempunyai putra juga, maka Dasaratha kawin lagi dengan Keikayi. Kemudian karena belum mempunyai putra juga, mereka mengadakan Yaga, Upacara Ritual Pengorbanan sehingga ketiga istri Dasaratha mempunyai putra-putra. Bahagiakah Dasaratha? Tidak juga kebahagiaan hanya sementara  dan akhirnya tibalah konsekuensi, Rama harus pergi diasingkan dan Dasaratha meninggal dalam kesedihan.

“Puluhan ribu tahun yang lalu, dalam Masa Emas atau Sat Yuga, bertapa adalah jalan yang paling tepat. Kemudian pada Masa Perak atau Treta Yuga, Datanglah Rama untuk menunjukkan jalur pengorbanan. Kurang lebih lima ribu tahun yang lalu, Krishna menganjurkan pelayanan penuh kasih sebagai jalan yang paling tepat untuk Masa Tembaga atau Dwapara Yuga. Sekarang, untuk Masa…

Lihat pos aslinya 1.029 kata lagi

Rama untuk Sita, Sita untuk Rama, Eka Patni Vrata, Nikah Seorang Saja, Belajar dari Kisah Ramayana

avatar triwidodoKisah Spiritual Tak Lekang Zaman

Sita Rama_placed_a_flower_crown_on_head_of_sita sumber en wikipedia org

Ilustrasi Rama meletakkan mahkota bunga di atas kepala Sita sumber en wikipedia org

Apakah Rama dan Sita Menjalani Pengasingan karena Kehidupan Masa Lalu Mereka?

Sebuah pertanyaan mengusik diri. Dikatakan bahwa takdir setiap orang adalah akibat dari perbuatan orang tersebut di kehidupan sebelumnya yang harus dihadapi saat ini. Apakah Rama mengalami pengasingan selama 13 tahun karena karma masa lalu? Apakah Gusti Yesus disalib karena karma masa lalu? Sangat menarik penjelasan dalam buku Bodhidharma, (Krishna, Anand. (2005). Bodhidharma, Kata Awal Adalah Kata Akhir. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama Jakarta). Pada umumnya kita hidup dalam Kalachakra, sedangkan para bijak hidup dalam dharmachakra.

“Umumnya, kita berputar bersama Kalachakra Roda Sang Kala, Waktu. Dialah pengendali hidup kita. Keberadaan kita tergantung padanya, pada waktu dan ruang. Karena itu, apa yang kita sebut dan pahami sebagai Tuhan, jangan-jangan Sang Kala. Para bijak, mereka yang sudah memperoleh pencerahan dan melampaui Kalachakra, berputar bersama Dharmachakra, Yang…

Lihat pos aslinya 1.292 kata lagi

Panca Maha Butha

Dari 5 elemen alami, tanah adalah kombinasi dari semua elemen, sedangkan ruang adalah tempatnya kehidupan, sehingga elemen yang pengaruhnya sangat besar adalah air, api dan angin. Ketiga elemen tersebut membentuk “rasaâ€, cairan kehidupan. Rasa adalah awal keberadaan kehidupan. Rasa membentuk darah. Darah membentuk daging. Daging membentuk tulang. Tulang membentuk sumsum. Sumsum membentuk veerya (sperma/ovum). Dari veerya datang Kanti (cahaya), Utsaaha (antusiasme), Ullasa (kebahagiaan), Dharma (kebenaran), Daya (kasih-sayang), Preeti (cinta), Buddhi (kemapuan intelegensia), Vikasa (pembangun), Parakrama (keberanian), Shastra Vijnana (pengetahuan), Kala Asakti (seni), Soundarya Drishti (ketepatan kecantikan) dan lain-lain. Pada tumbuhan, rasa meningkatkan energi api yang berupa potensi di dalam tumbuhan. Energi api menghasilkan bunga dan buah-buahan. Karena berpotensi api, maka kayu kering akan cepat terbakar. Veda mengatakan bahwa makhluk mengalami kebahagiaan jika “rasa†hadir.

Posted from WordPress for BlackBerry.

Buat situs web Anda sendiri, gratis di WordPress.com.Buat situs web Anda sendiri.
Mulai gratis