Kebenaran Besar Vs Kebenaran Kecil

Disuatu padepokan di Tiongkok pernah hidup seorang Guru  yang sangat dihormati karena tegas & jujur.

Suatu hari, dua murid menghadap Guru. Mereka bertengkar hebat & nyaris beradu fisik. Keduanya berdebat tentang hitungan 3×7.

Murid pandai mengatakan hasilnya 21,
Murid bodoh bersikukuh mengatakan hasilnya 27.

Murid bodoh menantang murid pandai untuk meminta Guru
sebagai Jurinya untuk mengetahui siapa yg benar di antara mereka, sambil si bodoh mengatakan :

“Jika saya yg benar 3 x 7 = 27 maka engkau harus mau di cambuk 10 kali oleh Guru !”

tetapi kalau kamu yg benar
( 3 x 7 = 21 ) maka saya
bersedia untuk memenggal kepala saya sendiri.

Demikian si bodoh menantang dgn sangat yakin akan pendapatnya..

“Katakan Guru, mana yang benar ?” tanya murid bodoh.

Ternyata Guru memvonis cambuk 10x Murid yg PANDAI (yang menjawab 21).

Si murid pandai protes .
Sang GURU menjawab,
“Hukuman ini Bukan untuk hasil hitunganmu, tapi untuk
“KETIDAK ARIFAN”-mu
yang mau-maunya berdebat dgn orang bodoh yang tidak tau kalo 3 x 7 adalah 21!!”

Guru melanjutkan :
lebih baik melihatmu dicambuk dan menjadi ARIF daripada
harus melihat 1 nyawa terbuang sia-sia !

Pesan Moral,.
Jika kita sibuk memperdebatkan sesuatu yg tak berguna,
berarti kita juga sama salahnya atau bahkan lebih salah daripada orang yg memulai perdebatan!

Sebab dengan sadar kita membuang waktu & energi untuk hal yg tidak perlu.

Bukankah kita sering mengalaminya ?
Bisa terjadi dengan pasangan hidup, tetangga dan keluarga.

Berdebat atau Bertengkar untuk hal yang tidak ada gunanya,
hanya akan menguras energi percuma.

Ada saatnya diam bagi kita untuk menghindari perdebatan atau pertengkaran yg sia-sia.

Diam bukan berarti kalah, bukan ?

Memang bukan hal yg mudah,
tapi janganlah sekali-kali berdebat dgn orang bodoh yg tidak menguasai permasalahan.So…Jadilah BIJAK…
Kebenaran besar mencerminkan berpikir, berpengetahuan besar dan memikirkan masalah orang lain. Jika kita mengutamakan kebenaran kecil maka kita akan menjadi ego centris

Indonesiaku

Dalam DNA manusia Indonesia masih terwaris budaya asal tersebut, sehingga Islamnya warga Indonesia adalah Islam model Indonesia, Kristen/Katholik cara Indonesia, Buddha/Hindu ala Indonesia……… ada tradisi “mudik”, “nyekar”, “sungkem”, “mutih”, “mengheningkan cipta”, “slametan”, “nyewu”(seribu hari), “haul” (kol-kolan), “padusan”, “grebek”, “ngabuburit”, salat yang sering bolong dan sebagainya…..

Sejarah panjang perjalanan bangsa justru mengugkapkan bahwa “agama asli” bersikap sangat ramah, inklusif, dan toleran terhadap agama-agama pendatang. Lalu mengapa yang menjadi “tolok ukur” justru agama-agama pendatang, dan bukan pada keyakinan tradisional yang memang jarang mendefinisikan atau membuat pembakuan keyakinan? Dalam lintas sejarah terungkap bahwa agama-agama pendatang selalu disambut dengan ramah, bukan dianggap sebagai musuh dan ancaman, sebaliknya dihargai, diadaptasi dan diterima untuk menghiasai mozaik keyakinan asli yang menyangga dan mendasarinya. Sejarah membuktikan justru ekstrimisme yang membahayakan persatuan nasional sering tumbuh subur dalam agama-agama resmi, bukan kepercayaan tradisional.
http://hukum.kompasiana.com/2012/09/07/isu-agama-di-indonesia-menurut-penghayat-kepercayaan-terhadap-tuhan-yang-mahaesa/

Inner beauty

Inner beauty adalah kecantikkan yang lahir dari buddhi, kecantikan yang lahir dari inner peace. Aku tdk sedang menilai diri sendiri tapi aku sedang merasakan. Sedang mengalami. Ketika ada rasa damai, rasa plong, rasa nyaman, calm, aku merasa aku percaya diri, aku merasa diselimuti oleh cinta, aku merasa setiap org ceria, aku merasa tak seorgpun membenci, marah atau apapun padaku. Aku hanya melihat cinta mereka, senyumku lebar dan halus penuh makna.
Aku sedang ingin berbagi, berbagi keceriaan, berbagi kebahagiaan, bahwa setiap orang sangat mungkin memperoleh kebahagiaan. Kebahagiaan bukan monopoli seseorang.
Ketika kita bahagia dan ceria, kita sendiri sedang memancarkan energi positif

Catatan Perjalananku di Kota Palangka Raya, kota Cantik dan Datar

hemm, baru sempat menulis nih, padahal sudah seminggu yang lalu kembali dari Kota Palangka Raya. Kota palangkaraya itu memang cantik dan asri. yang berkesan adalah wilayahnya yang datar banget. jauh sekali dengan kalimantan timur yang berbukit bukit.

kedatanganku di kota itu adalah dalam rangka mengikuti orientasi peningkatan Mutu Guru Agama Hindu se kaliantan tahun 2012. ini adalah kali kedua aku mengikuti kegiatan yang serupa. yang pertama dilaksanakan di Hotel Grand Sawit Samarinda Kalimantan Timur dan untuk tahun ini dilaksanakan di palangka Raya. menerima undangan untuk mengikuti kegiatan ini aku sambut dengan perasaan gembira bukan main, sebab aku memang belum pernah datang ke kota itu. nama kota itu telah sering ku dengar dan terasa tidaklah asing karena ada Kampus Hindu disana yang bernama STAH Tampung Penyang. selain itu, banyak juga sahabatku tinggal di propinsi Kalimantan tengah itu. tidak hanya itu, PR 3 IHDN denpasar pada saat aku masih kuliah dan menjadi Mahasiswa di Kampus IHDN itu, kini menjadi Ketua STAH tampung Penyang sehingga menambah semangatku untuk datang kesana.

ada kesan yang unik yang kurasakan, aku flight ke Palangkaraya namun transit di Surabaya, lucu khan? mau ke wilayah sesama Kalimantan saja harus ke Jawa dulu. tapi aku tetap Happy karena hampir semua teman yang berasal dari Kaltim dan serombongan denganku juga mengalami hal yang sama. tidak hanya itu, belakangan aku mengetahui bahwa teman temanku yang dari Kalimantan Barat (Pontianak) juga transit ke tanah jawa, ada yang transit di jakarta dan ada juga yang transit di Surabaya. seruuu khan…

sesampai di Palangkaraya, aku check in di Swiss Belhotel karena kegiatan dilaksanakan disana, aku disana selama 4 hari tanggal 13 – 16 Agustus 2012.

kegiatannya cukup seruuu, aku berkenalan dengan banyak teman… aku sangat bersemangat dan antusias, sebenarnya bukan karena hal hal yang terjadi dalam acara orientasi itu, tapi karena aku memang selalu antusias, hahahahahaha

karena terlalu antusias, pada malam harinya pastilah aku sangat kelelahan. tapi itu tidak terlalu berarti karena aku memiliki cara untuk meringankan kelelahan. sekali lagi, YOGa. aku tidak lupa untuk tetap Yoga setiap pagi sekalipun kita diminta untuk siap pada pukul 06.00 WIB. aku tidak akan meninggalkan agenda pentingku untuk Yoga. I Love YOGA.

lanjutt pada hari penutupan, aku mendapat kehormatan dari panitia pelaksana kegiatan untuk menjadi MC (Master of Ceremony). wow, senang banget sekaligus berdebar karena aku sudah lama tidak menekuni bidang MC ini lagi. aku memang suka berbicara di depan umum. aktifitas seperti MC, Mimbar, Pidato ataupun Dharmawacana menjadi aktifitas favoritku.

setelah aku sukses memandu acara penutupan itu, aku merasa bersemangat lagi untuk pulang ke rumahku karena aku sudah merindukan buah hatiku. kami keluar hotel pada pukul 07.00 pagi waktu setempat. aku bersemangat karena ini adalah petualangan baru. perjalan ini kuawali dengan mengunjungi Pura Dalem Prajapati Palangkaraya, lalu ke Pura PitaMaha Kota Palangkaraya. Pura Pitamaha sangat megah dan hebat. tentu dengan Balineses stylenya. aku tidak sempat mengunjungi Bale Basarah yang menjadi Tepat persembahyangan bagi umat Hindu Kaharingan. aku juga tidak menemukan suatu tempat suci yang mencirikan akulturasi antara Bali dan Dayak. tapi tak mengapa, mungkin hanya aku yang tidak tau tempatnya ada dimana.

tidak Lupa, aku juga sempat mampir di Sai Centre kota Palangkaraya, tempatnya indah dengan aura yang luar Biasa. begitu aku duduk aku langsung terhanyut dalam kegembiraan yang tak terjelaskan.

akhir kunjunganku ku tempuh dengan mengunjungi rumah Bapak yulianson, warga Hindu Kaharingan yang juga lama mengajar di kalimantan Timur. aku tidak melupakan Beliau sebab beliau juga pernah datang ke Bontang, ke kota kecilku ini untuk menjelaskan tentang Hindu Kaharingan bersama Ibu Tiwi Etika.

kepulanganku ke Balikpapan ku tempuh melalui Syamsuddim Noor international airport Banjarmasin. karena melalui Banjarmasin maka, aku dan rombonganku memilih naik travel dari kota Palangkaraya menuju Banjarmasin. disinilah kulihat kota ini sebagai kota yang demikian datar dan tak berbukit. sangat lapang. setelah menempuh perjalanan panjang, sampailah aku di Banjarmasin, aku tidak lupa mampir ke Martapura yang sangat terkenal dengan kerajinan kalimantannya. aku membeli beberapa oleh oleh lalu kulanjutkan perjalanan.

penerbangan Banjarmasin ke Balikpapan hanya ditempuh dalam waktu 35 menit. setelah di Balikpapan, Travelku sudah menjemputku. dan pada dini hari pukul 03.30 aku sampai di rumah mungilku..

terimakasih Tuhan atas keindahan kenangan ini…

with Love

Inner peace, Communal Love and Global Harmony

Warm Regard…

Catatan Hari Pertama Kerja

hari ini adalah hari pertama masuk kerja setelah libur cuti bersama dalam rangka Hari Raya idul Fitri. semangat dan perasaan bercampur baur. pertama2 mulai agak bingung apakah bisa bangun pagi lagi atau engga, karena selama libur saya sedang “membuat Badan” alias menggemukkan badan. sehingga tadi pagi agak kebingungan apalagi ditambah dengan si penjaga adek tidak masuk kerja.

seperti biasa bangun pagi aku melakukan rutinitas pagi, Yoga, sarapan dan mandi. nah pagi ini saya sudah menyiapkan sarapan enak untuk pagi yang bersemangat ini, namun si penjaga hatiku tetap tidak mau bangun juga… alih2 mau sarapan duduk manis untuk Puja pagi saja ia tak sempat. yang mengesalkan adalah pencitraan yang dibangunnya. kebanyakan testimoni saudaranya mengatakan ia selalu menunggu sarapan namun aku tak menyiapkannya. padahal sebaliknya, aku menyiapkannya tapi ia tak sarapan karena tidak sempat. bagaimana mau sempat, 15 menit sebelum berangkat ia baru bangun. ohhh…. sabar jeeee

hal lain yang terjadi dan tak lepas dari perhatianku adalah sikap buru burunya. ia selalu terburu2, selalu saja genting, selalu saja tegang. sikpnya itu membuat ia lupa hal hal kecil seperti memberi salam untuk berangkat, apalagi mau mengecup kening kami berdua, aku dan anakku.

aku mencoba untuk menjadi benar benar sadar akan pilihan pilihannku dan tindakan tindakanku. aku berupaya untuk tetap ceria. sebenarnya aku tidak mengupayakan keceriaan seperti seorang pemain drama yang sedang akting, tapi memang keceriaan muncul dari dalam dan tentu saja keceriaan itu berasal dari upaya Yoga yang kulakukan secara tekun.

hari ini, masuk kerja dengan semangat baru dan keceriaan yang tetap tak terganggu oleh sikap acuhnya. hari ini pula aku merasa sangat menikmati sebuah perjalanan yang menantang dan berkesan.

Terimakasih Tuhan atas segala keindahan hari ini….

Rsi Vyasa Sang Penemu Wireless dan Video Call

Siang ini ada waktu luang untuk nulis lagi nih… sukaa banget nulis….

Aku teringat semalam ada acara Baca Bhagawad Gita di rumah salah satu warga Hindu Bontang. aku terkesan. sebab aku memang memiliki cerita khusus dengan sang pemilik rumah. sehingga aku datang dengan penuh semangat dan antusias. Pada saat itu, sloka yang sedang dibaca dan dibahas adalah BG, IV.3 yang secara inti berisi tentang penegasan Sri Krishna bahwa pengetahuan yang diberikan kepada Arjuna adalah pengetahuan yang sama dengan yang diberikan kepada Dewa Matahari, kepada Visvaswan ribuan tahun silam sebelum arjuna. Ada beberapa tokoh yang mencoba berpendapat tentang sloka tersebut. waktu itu yang diberi kesempatan hanya 2 tokoh. Lalu pembahasan akan ditutup. Tapi aku penuh dengan kegelisahan karena kedua tokoh itu pada intinya menyampaikan bahwa pengetahuan Rohani sangat rahasia dan perlu kehati-hatian dalam mempelajarinya dan menambahkan dengan komentar “ajewera”. kegelisahanku berawal karena sebagian besar pendapatnya serupa yaitu kehati – hatian dalam mempelajari Weda. ini bertentangan dengan pemikiran bebasku. jiwa kita membatasi cara mempelajari Weda maka kita sedang mempersiapkan “otoritas baru” bagi para pendeta. sehingga hanya para pendeta yang mempelajari Weda. setiap orang masih memandang Weda sebagai pengetahuan yang susah dijamah dan dipahami. apakah memang begini kondisi pengetahuan masyarakat Hindu?

Kegelisahanku itu memuncak dan aku tidak dapat menahan diri untuk tidak berbicara. lalu ku angkat tangan dan berinterupsi untuk diijinkan menyampaikan pendapatku. Akhirnya pembawa acraa mengijinkannya dan dibatasi hanya 5 menit. Meski demikian aku akan memanfaatkan waktu ini sebaik mungkin.

Kalimat atau pendapat yang kuungkapkan secara garis besar bahwa pengetahuan atau Jnana Yoga yang dimaksud dalam BG,IV.3 tersebut yaitu ingin menyampaikan bahwa pengetahuan yang sama, yang pernah disampaikan sebelumnya oleh Tuhan Yang Maha Esa. Dalam Sloka tersebut tidak ada kalimat yang berbunyi “perintah” untuk berhati2 mempelajari Weda. Itu artinya Krishna mencoba untuk meyakinkan Arjuna bahwa tidak ada yang baru, tidak ada pengetahuan yang baru. Pengetahuan rohani tersebut sama dengan yang diberikan sebelumnya. jangan lupa bahwa Matahari ribuan tahun yang lalu sama dengan Matahari yang sekarang. Pengetahuan Rohani atau Jnana Yoga tidak berubah. Hanya pemahaman manusia yang merosot sehingga perlu diingatkan kembali. sekali lagi saya katakan, kita hanya DIINGATKAN, itu karena kita semua lupa atau Avidya. aku juga tidak lupa untuk memberi contohnya. berikut adalah contohnya:

Banyak diantara kita yang paham bahwa Bhagawad Gita diberikan oleh Sri Krishna kepada Arjuna di medan perang Kuruksetra, pada zaman Mahabharata. Drstarastra yang buta juga ingin mengetahui keadaan perang dan apa saja yang terjadi di medan perang. Karena itu Rsi Vyasa memberikan berkah kepada Sanjaya agar Sanjaya bisa melihat langsung kejadian di Medan perang Kuruksetra meskipun Sanjaya dan Drstarastra berada di istana sehingga bisa menceritakannnya kepada Drstarastra. Karena itu dibeberapa literatur disebutkan bahwa Arjuna adalah sumber pertama yang menerima langsung ajaran Bhagawad Gita, Sanjaya adalah sumber kedua dan Drstarastra adalah sumber ketiga yang menerima BG ini.

Jika memperhatikan cerita tersebut, dan dikorelasikan dengan jaman sekarang, jaman teknologi, maka ada sebuah korelasi yang mengagumkan. sebagai salah satunya adalah tingkat pengetahuan duniawi  umat manusia masa kini diukur dengan seberapa cangkih teknologi yang dapat diciptakan dan digunakan untuk kehidupan. Sanjaya yang memiliki berkah dan kemampuan untuk melihat langsung kejadian itu adalah ibarat teknologi Video Call yang ada sekarang, dimana secara online seseorang dapat melihat langsung pada waktu yang sama sebuah kejadian yang terjadi ditempat yang terjauh sekalipun meskipun tanpa kabel penghubung. Sanjaya juga tidak membutuhkan kabel untuk dapat melihat Kuruksetra dari istana. Sanjaya sedang menggunakan “video Callnya” untuk melihat kejadian di kuruksetra. karena itu, teknologi itu sudah ada pada zaman itu dan sekarang dibuktikan oleh ilmu pengetahuan dan teknologi. sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa Video Call pertama kali ditemukan oleh Rsi Vyasa. Rsi Vyasa yang pertama kali menguasai pengetahuan tersebut dan menggunakannya untuk Sanjaya. Itulah mengapa pengetahuan Spiritual Rsi Vyasa dapat dibuktikan oleh Teknologi yang ada saat ini. Kemungkinan beberapa abad kedepan, dunia teknologi akan membuktikan satu persatu yang terlihat tidak masuk akal pada zaman dahulu.

Dengan demikian aku berpendapat bahwa, apa yang diajarkan dahulu tidak berbeda dengan yang diajarkan sekarang sesuai dengan sloka pada BG, IV.3 tersebut. tidak ada yang baru, karena teknologi hanya membuktikan kebenaran lama yang terpendam. Kita yang baru menyadarinya ini menganggapnya sebagai pengetahuan yang baru dan berbeda dari yang lama. Kita merasa pengetahuan zaman ini lebih maju dari pada zaman dulu, walaupun sebenarnya belum tentu begitu.

Sekian perenunganku,

Terimakasih Tuhan atas segala berkahMu sehingga aku dapat tetap berada pada jalan Cinta KasihMu.

Terimakasih pula atas segala kesehatan dan limpahan berkahMu.

Salam Peace, Love and Harmony…

Bontang, 25 Agustus 2012

Catatan Senin yang Indah

liburan sudah berakhir dan tiba saatnya untuk masuk sekolah lagii… wajah bersemangat itu terlihat pada siswa siswi dan juga para Guru. seperti kebiasaan setiap tahunnya, sekolah kami selalu mengadakan acara Halal Bi Halal, bersalam salaman antara siswa dan Guru, siswa dan siswa maupun Guru dan Guru. ini adalah moment pembentukan karakter. moment yang hebat. karena saat inilah kita harus menjadi nol kembali, memaafkan dan melupakan semua kejadian dalam bentuk gesekan dan sesuatu yang tidak Nyaman. karena itu, ini adalah momentum untuk merefleksikan diri bagaimana menjadi lebih baik kedepannya…

setelah acara halal bi halal itu, hari ini kami belum dapat melakukan proses belajar mengajar dengan baik karena ada rencana pembangunan ulang gedung sekolah, dan tentu saja ruang Guru yang menjadi target lahan untuk dibanguni bangunan baru harus dirobohkan. konsekuensi dari perobohan gedung itu adalah, ruang guru dipindahkan. proses pemindahan ini menguras banyak tenaga dan pikiran. seluruh siswa dilibatkan dalam “moving” ini

aku terkesan dengan anak anakku XE, aku bangga pada kalian, aku jatuh cinta pada semangat dan empati anak anak padaku. aku tidak berlebihan, ini terjadi, sejak hari sabtu, 25 agustus 2012 kemaren mereka sudah membantuku untuk pindahan. mereka bekerja tanpa Pamrih.

teruntuk anandaku di XE, anandaku XF 2011/2012, anandaku di OSIS, aku berterimakasih yang setulusnya padamu. terimakasih atas segala pengorbanan waktu dan tenagamu. ibu tidak dapat memberikan apapun kecuali doa dan restu semoga proses pembelajaran kalian berjalan mulus sampai tingkat yang kamu inginkan.

hal yang paling penting bagimu anakku adalah bekerja tanpa mengeluh, dalam kondisi ini, kita tidak bisa mempertanyakan keadilan, dimana keadilan? keadilan tidak ada, sebab ketika kalian bolak balik angkat barang, sebagian besar teman temanmu telah pulang, jikapun ada, mereka hanya menonton apa yang engkau kerjakan. itulah sebagian besar sifat manusia. mereka lupa menggunakan rasa, empati, ringan tangan dan ringan hati. jika mereka menggunakan rasa dan empatinya, mereka tidak akan berdiam diri melihat teman temannya sibuk.

sebagai seorang pendidik, ibu tidak pernah menyuruh ananda tanpa ibu terlibat untuk memberi contoh, ibu berupaya untuk terlibat langsung untuk membantu yang meskipun ibu sendiri sudah menyelesaikan bagian ibu pada sabtu lalu.

ohh…

Kali ini, aku setuju dengan beberapa pendapat pakar pendidikan, bahwa pendidikan telah gagal. pendidikan telah membawa anak anak cerdas dan memiliki intelektual yang tinggi tapi kosong dalam Buddhi, kosong dalam rasa, empati dan tanggung jawab.inilah kondisinya, kini inilah tanggung jawabku sebagai pendidik, aku tidak ingin hanya mengajar, aku ingin mendidik. sejujurnya, aku berlinang air mata menulis ini, bukan karena hal hal atau perbuatan orang lain terhadapku, sebab aku merasa orang lain tidak pernah menyakitiku… tetapi karena kegagalan mengajarku. aku tidak melihat cinta di hati mereka yang dengan sangat ringan meninggalkan sekolah tanpa beban sementara proses moving sedang berjalan.

ohh…

untunglah ananda yang masih memiliki cinta yang besar masih siap membantu dengan hati yang gembira. terimakasih telah menyemangatiku nak…

inilah perenunganku…

jangan menunggu orang lain untuk berubah, berubahlah dari diri sendiri

upayakan untuk tidak melihat kekurangan orang lain, lihatlah kebaikannya saja.

salam peace, Love and Harmony

warm Regard…

Impianku

setiap orang memiliki impian dalam kehidupannya, tanpa itu seseorang akan menjadi tak bersemangat, target dan upaya seseorang bergantung pada seberapa besar mimpinya.

aku mengawali aktifitas mengajar dan berkecipung di dunia pendidikan sejak aku mulai lulus dari bangku kuliah. aku sebetulnya tdk menyadari bakatku tentang mengajar, aku hanya menyukai kemampuanku tampil di publik, berbicara dan cuap cuap. ternyata kemampuan ini sangat membantu dalam profesiku sebagai pendidik. sebagai seorang pendidik, aku harus mengembangkan keilmuan yang kumiliki karena itu aku tidak dapat lepas dari aktifitas membaca dan menulis.

karena itu, sejak lama aku sangat menginginkan menjadi seorang penulis. bagiku, menulis merupakan sebuah seni, tanpa itu, tulisan tidak akan berjiwa. untuk dapat menulis dengan baik, aku mengerti bahwa harus dimulai dengan menulis tentang hal – hal yang ringan dan menyenangkan. setelah beberapa kali menulis, ternyata menulis itu mengasikkan dan membuatku ketagihan. setiap ada ide yang melintas, aku selalu ingin menuangkannya, sebab setelah menuangkannya, kurasakan sesuatu yangf “PLONG” atau sangat rilek. sehingga hal ini merupakan salah satu cara untuk melepaskan stress sehingga dapat hidup dengan tingkat stress yang minim atau “unstressing”.

karena aku sangat concern dengan menulis, mengajar dan aktifitas Yoga, aku ingin memiliki sebuah ashram yang kukelola sendiri, sekaligus aku juga tenaga pengajarnya. ashram yang kuimpikan adalah sebuah ashram yang dapat di akses oleh kaum muda maupun tua renta. dimasa tuaku, aku menginginkan melakukan pengabdian pada siapapun yang bersedia datang ke ashramku. aku ingin mengajar vedanta setiap pagi, mengajarkan Yoga. dalam ashram itu, aaku menginginkan ada kelas yoga secara khusus.

dalam hal pengelolaannya aku juga ingin merawat sendiri, membersihkannya sendiri dan mendesign sendiri ashram itu. aku ingin mempraktekkan cara hidup Rsi yag dikemas secara inimalis. modern tapi sederhana.

Om Sang Keberadaan, seoga Engkau memberkatiku

Salam Hangat

Bhuana Agung

Buana agung adalah sebutan untuk alam semesta ini, selurh galaksi Bima Sakti. Susunan tata surya dg pusatnya pada matahari. Hukum rta yang mengatur alam semesta ini dlm ilmu pengetahuan modern dikenal sebagai medan energi. Hukum rta adalah hukum yang abadi. Hukum yg tdk diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan. Cara kerja yang sama juga terjadi pada medan energi. Energi tdk dpt diciptakan dan dimusnahkan hanya dapat dirubah bentuknya.
Alam semesta ini memiliki komponen yg sama dg manusia. Sebagai contoh, indra pendengaran. Manusia memiliki indra pendengaran dg alat berupa telinga. Telinga tidak dapat berfungsi tanpa indra pendengaran. saya merasakan kesedihan ketika saya mendengar keluarga saya yg jauh meninggal. Sebaliknya sy tdk merasakan kesedihan ktika tsk ada pemicu luaran atau tdk ada informasi yg masuk ke indra pendengaran saya.
Alam semesta juga memiliki indra pendengaran. Memiliki sabda atau suara. Suara alam, suara angin, suara air mengalir.
Alam semesta ini bergetar, kitapun bergetar. Kehidupan kita ada diwilayah getaran.
Hari ini menjelaskan tentang Bhuana Agung dan inilah perenunganku.
Aku merasakan kecil setelah mencoba melihat alam ini.
Jadikan aku orang yang selalu bersyukur. Terimakasih kehidupan.
I love my life.
No matter it is good or bad. Everything is a manifestation of GOd. I know God always with Me. Thanks for yesterday, today, tommorrow and forever. Have a nice Monday…..

UPAVASA RAMADHAN UNTUK MENYAMBUT GALUNGAN

Puasa berasal dari kata upavasa, yaitu upa dan isha, upa artinya dekat dan  isha dlm kitab isha upanisad berarti Tuhan. Sehingga upavasa berarti upaya utk selalu dekat dengan Yang Maha Kuasa, upaya untuk merasakan kehadirann-Nya melalui upaya utk selalu mengingatnya. Sehingga upavasa adalah mengingat Tuhan sehingga kita lupa hal lain, tidak hanya lupa makan, tetapi lupa segala sesuatu tentang dunia ini dan terhanyut dalam keindahan bersama-Nya.
Bagi umat muslim, memaknai upavasa dengan mengikuti apa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad, yaitu berpuasa 1 bulan penuh dan disebut Ramadhan. Ramadhan berasal dari kata Rama dan Dhan. Rama adalah nama salah satu avatara dalam agama Hindu yang berarti Ia yang bersemayam didalam diri semua mahkluk. sedangkan kata dhan berasal dari kata dhyana dalam astangga yoga yang berarti pemusatan pikiran sehingga Ramadhan berarti memusatkan pikiran pada perwujudan Ia Yang Bersemayam di dLm Diri semua mahkluk. Atau secara sederhana, Ramadhan berarti pemusatan pikiran kepada Rama.
Bagaimana umat Hindu nusantara ini  melakukan puasa Ramadhan?
Umat hindu nusantara mengenal perayaan Galungan yang perayaannya dilaksanakan selama hampir 1 bulan penuh menurut perhitungan kalender saka, yaitu 25 hari sebelum Galungan dan 35 hari setelah Galungan. Perayaan ini dimulai dengan tumpek wariga, disebut juga tumpek bubuh dan berakhir pada Budha kliwon pahang. Pada hari Tumpek Wariga umat hindu melakukan upavasa untuk mengingat Shankara, sang penguasa tumbuh tumbuhan. Umat hindu memusatkan pikiran pada Ia yang bersemayam dalam semua mahkluk, ia yang berkuasa atas tumbuh tumbuhan. Sadhana ini dilakukan selama 19 hari, dan merupakan sadhana yang terpanjang. Ini dapat dipahami karena usaha untuk menumbuhkan sesuatu (tumbuhan) maupun pertumbuhan jiwa secara rohani membutuhkan waktu. Pemusatan pikiran, upavasa kepada shankara (Ia yang bersemayam dalam tumbuh tumbuhan sehingga tumbuhan dapat tumbuh dengan subur) dilakukan lebih panjang, usaha ini merupakan usaha untuk menumbuhkan kesadaran rohani, spiritualitas dan sifat2 daiwi sampad.
Selanjutnya umat hindu memusatkan pikirannya kepada Ia yang Bersemayam di tubuh alam semesta ini dengan melakukan upaya dekat (upavasa) kepada jiwa alam semesta, jiwa Bhuana Agung ini. Hal ini dilakukan dengan perayaan yang disebut dengan Sugihan Jawa. Sugihan jawa berarti menyucikan alam luar, atau menyucikan alam semesta ini. Upaya dekat (upavasa) kepada alam semesta ini dilakukan dalam 1 hari penuh. Selanjutnya keesokan harinya dilakukan hal yang sama ke dalam diri yang disebut dengan sugihan bali. Sugihan bali berarti menyucikan diri sehingga Ia yang bersemayam di dLm diri dapat bangkit dan memandu jiwa dlm perjalanannya. Upavasa inipun dilakukan dalam waktu 2 hari
Selanjutnya dilakukan upaya untuk menarik diri dari pengaruh obyek obyek indriawi yang dapat mengganggu kekhusukan upavasa, hari ini disebut dengan penyekeban dari kata nyekeb yang artinya mengeram, menahan diri agar memiliki jiwa yang matang. Itulah sebabnya mengapa umat hindu melakukan penyekeban terhadap buah2an yang belum matang. Jika telah matang, masak maka buah2an akan manis. Demikian juga jiwa manusia, upaya menahan diri akan membuahkan sesuatu yang manis yaitu kebahagiaan. Upavasa ini dilakukan selama 1 hari. Pada hari ini disebut sebagai hari turunnya sang kala tiga wisesa. Oleh karenanya pengendalian diri dilakukan lebih ketat.
Selanjutnya dilakukan penyajaan, ini adalah waktu bagi umat hindu untuk membuat kue, untuk digunakan dalam persembahan. Secara filosofis, pada hari ini umat hindu melakukan usaha memilah sifat2 manusia. Upavasa/pemusatan diri kepda Tuhan dilakukan agar diberikan kemampuan untuk memilah mana sifat daiwi sampad dan asuri sampad. Upavasa ini dilakukan selama 1 hari.
Selanjutnya setelah memilah dan memilih sifat2 tersebut, kemudian pada hari penampahan, umat hindu mempersiapkan diri untuk menampah (Memenggal, memotong) sifat2 tdk baik, ego didalam dirinya sehingga siap menjadi seseorg yang bersih dan siap utk merayakan kemenangan pada saat Galungan. Upavasa ini dilakukan selama 1 hari penuh. Selanjutnya pada keesokan harinya, umat hindu merayakan Galungan sebagai hari kemenangan Dharma atas Adharma, kemenangan kebaikan atas ketidakbaikan. Karena itu, Galungan disebut sebagai hari pawedalan jagat atau hari kelahiran alam semesta. Wedal berarti lahir.
Menurut hemat saya, Galungan serupa dengan Idul Fitri, hari yang suci. Hari dimana kemenangan dirayakan.
Satyam eva jayate.
Demikian perenunganku, upavasa bukanlah sekedar tdk makan, atau hanya memindahkan jam makan, tanpa memberi pemaknaan terhadap apa yang dilakukan, melainkan adalah upaya untuk menjadi sadar terhadap Tuhan yang bersemayam didLm diri. Upaya untuk mengingat Ia yang bersemayam di dLm Diri.

Buat situs web Anda sendiri, gratis di WordPress.com.Buat situs web Anda sendiri.
Mulai gratis