REFLEKSI INQUIRI APRESIATIF

Inquiri Apresiatif atau IA adalah sebuah manajemen perubahan yang kolaboratif dan berbasis pada kekuatan. Kata kunci dari IA adalah Kolaboratif dan Apresiatif. 

Dalam IA juga dikembangkan Model BAGJA yang artinya Bahagia. BAGJA merupakan akronim dari Buat Pertanyaan, Ambil Pelajaran, Gali Mimpi, Jabarkan rencana, dan Atur Eksekusi. 

IA digunakan untuk mewujudkan keberpihakan pada murid. Keberpihakan pada murid ini harus di mulai dari diri CGP, kemudian menuangkan kekuatan internal dirinya menjadi sebuat Visi. Visi yang saya susun sebagai guru Penggerak adalah mewujudkan Profil Pelajar Pancasila. Profil pelajar Pancasila dapat membantu bangs aini mengentaskan 3 Dosa Pendidikan, diantaranya intoleransi, Kekerasan seksual dan Bullying. fokus visi saya adalah mengembangkan karakter baik, dengan kolaborasi dan apresiasi sebagaimana di tekankan dalam inquiri apresiatif ini. 

Pembelajaran inquiri apresiatif ini sangat berkesan bagi saya, karena metode ini mengajarkan kepada saya, bagaimana kita berfokus pada hal-hal baik, bukan sebaliknya. berfokus pada kekuatan dan bukan pada kelemahan. Berfokus pada karya dan bukan pada masalah. 

Paradigma lama yang ada di institusi Pendidikan biasanya mencari masalah dan menyelesaikan masalah. sementara paradigma baru di bangun dengan melihat kelebihan, kekuatan, apresiasi karya-karya akan memberikan gerakan baru dalam mewujudkan perubahan kea rah yang lebih baik. sama halnya Ketika kita hanya melihat masalah, kita lupa mengapresiasi apa yang sudah kita capai. 

CGP MODUL 1.2

Selamat datang Bapak/Ibu Calon Guru Penggerak!

Selamat datang dalam Modul “Nilai-nilai dan peran guru penggerak”. Modul ini akan mengeksplorasi mengapa dan bagaimana nilai-nilai dan peran seorang Guru Penggerak mampu menumbuhkan sekolah yang berpihak pada murid. Mengapa demikian? Dunia kini sudah semakin tanpa batas, teknologi telah berhasil menghilangkan jarak. Pertukaran budaya baik yang positif maupun negatif kini menjadi sukar terawasi dan tanpa filter. 

Filter tersebut diharapkan dapat ditumbuhkan sejak dini dalam setiap diri manusia Indonesia agar budayanya tidak tergerus oleh budaya lain yang lebih agresif melakukan penetrasi. Oleh karena itu, sebagai pendidik, kita dituntut untuk berpikir kembali mengenai makna dan tujuan pendidikan kita.

Kita semua mengalami fenomena pandemi COVID-19 sejak permulaan tahun 2020. Secara fisik sekolah dan kelas diadakan dari jauh, namun sebetulnya jika dipikirkan ternyata kelas-kelas ini justru mendekat dan masuk ke rumah-rumah murid kita di masa pandemi ini. Pandemi membukakan mata kita bahwa guru punya peran yang besar dalam proses belajar murid-muridnya, sekaligus menyingkapkan bahwa orangtua pun punya peran yang tak terelakkan dalam pendidikan anak-anaknya di rumah. Hal itu membuat kita kembali percaya bahwa gotong-royong dalam pendidikan adalah hal yang tidak bisa ditawar lagi.

Dari pengalaman tersebut, kita disadarkan kembali bahwa pendidikan adalah suatu hal yang sifatnya individual sekaligus komunal yang tak terpisahkan. Murid di kelas-kelas kita adalah bagian dari sebuah komunitas di rumah, di masyarakat, dan di lingkungan. Memertimbangkan kesalingterhubungan dan kerumitan tersebut, maka sebagai pendidik mau tidak mau kita harus menilik kembali apakah nilai-nilai diri kita telah selaras dengan tuntutan zaman dan alam yang seperti itu.

Dengan maksud itulah maka dalam modul ini kita diajak masuk ke dalam dan menelusuri diri sendiri sebagai manusia sekaligus pendidik, kemudian mengakui bahwa Anda sekalian adalah pribadi-pribadi istimewa yang unik. Modul ini mengajak Anda menikmati proses munculnya pikiran dan emosi sebagai gambaran aspek intrinsik yang perlu dipertimbangkan sebagai satu kesatuan bersama aspek ekstrinsik dalam konteks lingkungan pembelajaran. Anda juga akan mengeksplorasi dan berkolaborasi merencanakan perubahan nyata di lingkungan masing-masing. Diharapkan, setelah mengalami dan berproses sepanjang materi ini, Anda sekalian dapat menemukan jati diri Anda sebagai Guru Penggerak.

Selamat belajar!

Instruktur Modul 1.2.

%d blogger menyukai ini: