Catatan Akhir Tahun 2014: Selalu Ingat Tuhan, Berkarya Tanpa Pamrih dan Berbagi Berkah

Selalu ingat Tuhan, kerja tanpa pamrih dan berbagi berkah

avatar triwidodoGita Kehidupan Sepasang Pejalan

happy new year 2015

Happy New Year di Anand Krishna Center Jolosemar, Jogja (foto Mas Tunggul)

Melihat layar lewat Skype

Belasan orang memandang layar besar yang dihubungkan dengan kabel ke laptop yang sudah terkoneksi lewat Skype. Dan terpampanglah gambar Anand Asram Ubud, Anand Ashram Sunter di Hall Anand Krishna Center Joglosemar, Jogja. Semua orang berteriak bahagia, inilah adalah ungkapan spontan yang membahagiakan dan membangkitkan semangat di akhir tahun 2014.

Kala Bapak Anand Krishna muncul dan menyapa di layar, hati semua orang berbunga-bunga, inilah saat yang ditunggu di penghujung tahun 2014 ini.

Diawali dengan agnihotra, chanting, bhajan, makan bihun bersama dan dilanjutkan mendengarkan kisah Shri Sai Satcharita semua orang menunggu detik-detik yang berbahagia lewat koneksi dengan Anand Ashram Ubud.

Sebuah momen yang perlu dirayakan untuk mengakhiri tahun 2014. Terima kasih kepada semua teman-teman yang mempersiapkan sehingga acara ini terlaksana. Terima kasih Bapak Anand Krishna yang telah berbagi kasih dengan teman-teman di Bali, Jakartaa dan Jogjakarta.

Lihat pos aslinya 632 kata lagi

Rahasia Alam: Kaitan Hawa Nafsu, Amarah, Serakah dll dengan Ketidakseimbangan Elemen Alami dalam Diri

Penting untuk memperhatikan elemen2 tubuh

avatar triwidodoGita Kehidupan Sepasang Pejalan

buku Alam Rahasia Rahasia Alam

Cover Buku Rahasia Alam Alam Rahasia

“Apa yang terjadi bila kita mengalami ketidakseimbangan elemen-elemen alami, atau bila salah satu elemen menonjol sekali?

“Satu: Bila elemen api melebihi kebutuhan kita dan kebutuhan setiap orang berbeda, kita menderita penyakit kama, hawa nafsu yang membara. Dalam hal itu, kita harus berhati-hati dengan makanan yang mengandung unsur api. Daging, bawang-bawangan dan segala sesuiatu yang sangat pedas, manis, asin dan asam. Minumlah air putih sebanyak satu setengah hingga dua liter setiap hari.

“Dua: Bila elemen angin melebihi kebutuhan kita, muncul penyakit kedua yaitu krodha atau amarah. Latihan Pavanamuktasana dapat membantu kita.

“Tiga: Bila elemen tanah melebihi kebutuhan kita, muncul penyakit yang ketiga lobha, keserakahan. Lantai di rumah dilapisi karpet atau diganti dengan kayu.

“Empat: Bila elemen air melebihi kebutuhan kita, muncullah penyakit moha atau keterikatan. Cairan dalam diri anda, darah, sperma, sumsum menyebabkan keterikatan. Bahkan air liur dapat menyebabkan keterikatan. Berjemur di bawah matahari pagi…

Lihat pos aslinya 152 kata lagi

Renungan Sufi: Di Dompet Hanya Ada Mata Uang Kasih, Bagaimana Bisa Membayar Selain Kasih?

Selamat Natal 2014

avatar triwidodoGita Kehidupan Sepasang Pejalan

Konon saat disalib pun Yesus malah mendoakan orang-orang yang menyalibnya, “Ya Bapa, ampunilah mereka, karena mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan.”

Di bawah ini adalah kisah sufi tentang Yesus.

buku samudra sufi

Cover Buku Samudra Sufi

“Master Sufi, Attar dari Nishapur pernah bercerita tentang Yesus: Para ahli kitab, ahli Taurat para cendikiawan tidak bisa menerima Yesus. Ajarannya yang mengutamakan kasih dan rasa di anggap berbahaya dan dapat meruntuhkan ‘apa yang mereka anggap’ Lembaga Keagamaan.

“Mereka menertawakan Yesus, mencemoohnya, namun tidak berhasil mengundang reaksi apa pun. Malah, Yesus mendoakan mereka. Para Murid mengeluh, ‘Rabbi, Master, Guru, mereka menghina, menertawakan Guru. Kok Guru tidak mencela mereka, malah mendoakan mereka? Aneh!’

“Yesus menjawab, ‘Tidak aneh, sahabatku, Aku hanya dapat memberikan apa yang aku miliki. Yang kumiliki hanyalah kasih, dan itu pula yang dapat kuberikan kepada mereka. Mata uang yang ada dalam kantongku adalah mata uang kasih. Aku tidak memiliki mata uang lain’.”  (Krishna, Anand. (2001).

Lihat pos aslinya 9 kata lagi

Renungan Gibran: Cinta Keluarga ada Pamrih , Cinta Tuhan hubungan Dagang, Praktekkan Kasih Cintai Tetangga!

Mengukur kasih, sulit nih yaa

avatar triwidodoGita Kehidupan Sepasang Pejalan

buku kahlil gibran

Cover Buku ABC Kahlil Gibran

“Cinta anda terhadap keluarga masih ada pamrihnya, sehingga belum bisa disebut ‘kasih’. Dengan anggota keluarga, cinta dan kewajiban bercampur-aduk. Lalu, cinta terhadap mereka yang jauh dari anda bisa disebabkan oleh rasa ‘rindu’. Karena jauh, anda mengingat mereka. Kalau bertemu, bisa-bisa berantem. Itupun belum ‘kasih’.

“Kemudian hubungan anda dengan Tuhan disebut cinta pun belum tepat, karena warna ‘takut’ yang begitu kental. Kebanyakan orang tidak mencintai Tuhan. Mereka takut akan ‘hukuman-Nya’. Takut akan api neraka atau berharap bisa masuk sorga. Hubungan seperti itu tak lebih daripada hubungan dagang. Anda belum mencintai Tuhan!

“ Itu sebabnya Gibran menganjurkan, ‘Cobalah dengan tetanggamu.’ Anda tidak serumah dengan dia, tetapi juga tidak jauh dengan dia. Dekat, tapi jauh. Jauh, tapi dekat. Dan, mencintai seorang tetangga sungguh sulit! Kahlil Gibran justru menjadikan ‘cinta dan simpati terhadap tetangga’ sebagai tolok ukur sederhana mengenai ‘kasih’ anda.

“Ia tidak bicara tentang ‘bantuan’. Ia tidak bicara…

Lihat pos aslinya 231 kata lagi

Napak Tilas Jejak Langkah Sang Buddha Bag. 8 Bodhgaya Tempat Pencerahan Sang Buddha

Just rileks

avatar triwidodoGita Kehidupan Sepasang Pejalan

1 dekat latar belakang pohon Bodhi

Foto berlatar belakang Pohon Bodhi tempat Sang Buddha mengalami pencerahan di Bodhgaya

Bodhgaya, tempat Pencerahan Sang Buddha

“Orang mengira bahwa Ia mendapat pencerahannya di bawah pohon Boddhi. ‘Yang dimaksudkannya adalah Sang Buddha.’ Tentu saja tidak demikian. Baik pohon ini atau pohon-pohon yang lainnya tak ada hubungannya dengan pencerahan. Pencerahan tidak didapatkan begitu saja karena duduk di bawah pohon. Sebenarnya hari itu ia capek dan bosan dengan semua yang telah dilakukannya. Semua latihan, disiplin dan meditasi tak membawanya ke mana pun. Dan ia memutuskan untuk meninggalkan semuanya.”

“Bagaimana dia bisa tahu versi cerita Siddhartha yang tak populer itu? Setelah saya pikir kembali, itu tidaklah penting…….

“Di hari yang kemudian dirayakan sebagai hari pencerahan, Siddhartha menyadari bahwa semua latihannya, disiplin dan meditasinya tak membawanya ke mana pun. Jadi, ia memutuskan untuk meninggalkan semuanya. Ia duduk di bawah sebuah pohon, bersandar pada rantingnya yang besar dan menutup matanya. Untuk pertama kalinya selama bertahun-tahun…

Lihat pos aslinya 851 kata lagi

Napak Tilas Jejak Langkah Sang Buddha Bag. 7 Ananda Stupa di Vaishalli dan Maklumat Raja Asoka

“Barang siapa menghormati agamanya sendiri, tetapi menghina kepada agama lainnya dengan berpikir bahwa berbuat demikian adalah telah melakukan sesuatu yang baik sebagai pemeluk agama yang taat, ini malah akan berakibat sebaliknya, yaitu akan memukul agamanya sendiri.”

avatar triwidodoGita Kehidupan Sepasang Pejalan

1 lumbini foto di depan Pilar Asoka

Foto di depan Ananda Stupa yang didirikan oleh Raja Asoka

“Sungguhnya tidak perlu. Ya, tidak perlu, bila cara kita belajar sejarah masih memakai tradisi ‘menghafal tahun kejadian’. Kita tidak perlu belajar sejarah seperti itu. Yang kita perlukan adalah ‘belajar dari sejarah’. Yang kita butuhkan adalah ‘memetik hikmah’ dari pengalaman-pengalaman masa lalu.

“Santayana, seorang pemikir Barat, pernah mengatakan: ‘Mereka yang tidak mengingat masa lalu akan dikutuk/ dipaksa untuk mengulanginya lagi.’ (Those who cannot remember the past are condemned to repeat it).

“Seorang teman saya, Dr. Kesavapany, sejarawan asal Singapura, mempertegas: ‘Mereka yang melupakan sejarah akan terlupakan oleh sejarah’.”  (Krishna, Anand. (2001). Youth Challenges And Empowerment. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Dari Kushinagar yang terletak di Provinsi Uttar Pradesh rombongan menuju Vaishalli di Provinsi Bihar. Jarak antara Kushinagar ke Vaishalli adalah sekitar 181 km. Di Vaishalli rombongan melihat tugu peringatan Asoka di Kolhua dan tempat Relik Sang Buddha.

Kita perlu belajar…

Lihat pos aslinya 1.194 kata lagi

Renungan Diri: Dari 3 Chakra Hewani menuju Chakra Manusiawi dan Ilahi

Biasakan meditasi

avatar triwidodoGita Kehidupan Sepasang Pejalan

buku medis meditasi

Cover Buku Medis Meditasi

“Energi dalam diri manusia yang dikatakan sekian puluh ribu BTU dan bertenaga 120 volt berpusat di sekitar pusar. Pembangkitnya di sekitar situ. Lalu, biasanya ada dua kemungkinan. Mengalir ke bawah, atau mengalir ke atas.

“Jika mengalir ke bawah, instink-instink hewani dalam diri manusia akan terstimuli. Instink-instink hewani yang kita warisi berkat evolusi panjang itu akan bangkit kembali dan mencari mangsanya. Kemudian, demi kenyamanan diri, kita bisa mencelakakan siapa saja. Untuk melampiaskan nafsu, kita bisa berbuat apa saja. Hidup kita sepenuhnya dikendalikan oleh subconscious mind oleh alam bawah sadar. Para cendekiawan berada dalam kesadaran ini. Dan berada dalam kesadaran ini, seseorang akan menjadi keras, alot, kaku. Kemudian, kekerasan akan dibenarkan sebagai objektivitas. Kealotan akan dibenarkan sebagai sesuatu yang logis. Kekakuan akan dibenarkan sebagai rasionalitas.

“Sebaliknya jika mengalir ke atas, energi itu akan membuat anda menjadi kreatif dan konstruktif. Anda menjadi unik, orisinil dan karena itu anda akan…

Lihat pos aslinya 297 kata lagi

Ditunjukkan Kesalahan Selagi Hidup vs Sesaat Menjelang Ajal, Gita Kehidupan Sepasang Pejalan Bag 11

Catatan ini luar biasa, Pak Tri saya terbelalak membaca kisah ini, saya membuka diri, saya mengakui bahwa saya belum pernah mempersiapakan kematian saya sedetail pak Tri. Saya hanya punya 1 keinginan yaitu apabila saya mati, saya ingin langsung di kremasi. Tapi saya belum pernah pergi ke tempat krematorium. Pak tri, makasi menunjukkan cara2 untuk mempersiapkan kematian saya

avatar triwidodoGita Kehidupan Sepasang Pejalan

selfie sebelum nonton film Interstellar

Selfie bersama 3 anak sebelum menonton film Interstellar

“Apa yang terpikir sepanjang hidup, itu pula yang terpikir saat ajal tiba, karena kematian adalah perpanjangan atau kelangsungan dari kehidupan. Kemudian ia melingkar dan bertemu kembali dengan titik kelahiran. Kejahatan sepanjang usia tidak dapat dipisahkan dari saat ajal tiba. Saat ajal tiba tidak dapat dipisahkan dari saat kelahiran. Tanggal kelahiran dan tanggal kematian mungkin adalah dua tanggal yang berbeda, namun kedua tanggal itu dipertemuan oleh hidup saat ini.”  (Krishna, Anand. (2007). Life Workbook Melangkah dalam Pencerahan, Kendala dalam Perjalanan, dan Cara Mengatasinya. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Belajar dari Tayangan Mahabharata

Bhisma, Drona , Karna ditunjukkan kesalahan sesaat menjelang ajal mereka, sedangkan Arjuna ditunjukkan kesalahan selagi harapan hidup masih panjang. Buku Bhagavad Gita karya Bapak Anand Krishna dan Pendalaman setiap Jumat di Anand Ashram sangat mempengaruhi pandangan kami, saya dan istri saya. Tayangan Mahabharata di AN Teve pun bukan merupakan hal…

Lihat pos aslinya 2.030 kata lagi

Renungan Diri: Amarah adalah Akibat dari Keinginan Kita Sendiri

Lagi2 amarah. Bagaimana mengelolanya?

avatar triwidodoGita Kehidupan Sepasang Pejalan

buku medina sehat sekejap

Cover Buku Medina

“Ribuan tahun sebelum lahirnya psikologi modern, para pujangga di Timur sudah mulai memikirkan masalah-masalah psikis dan efeknya terhadap kesehatan manusia. ‘Amarah’, misalnya, oleh Sri Krishna dijelaskan sebagai akibat dari rasa kecewa. Dan rasa kecewa itu sendiri merupakan akibat dari keinginan-keinginan yang tak terpenuhi. Jadi, sesungguhnya ‘amarah’ adalah akibat keinginan manusia.

“Karena itu, untuk mengatasi amarah, hanya ada dua jalan. Memenuhi setiap keinginan atau tidak berkeinginan sama sekali.

“Yang pertama, memenuhi setiap keinginan jelas mustahil. Kursi presiden hanya satu. Yang menginginkannya sekian banyak. Jelas, yang tidak memperolehnya akan kecewa.

“Yang kedua, tidak berkeinginan. Tidak mustahil, tetapi sulit sekali. Kesadaran kita harus selalu prima dan berada pada lapisan yang teratas, sehingga kita bisa menerima ‘ada adanya’, tanpa keinginan pribadi. Dalam keadaan ini, kita sudah berserah diri sepenuhnya kepada Kehendak ILahi, no question asked, not mine but let Thy will be done! Kita tidak lagi mempertanyakan kebijakan-Nya, tetapi menerima sepenuhnya…

Lihat pos aslinya 117 kata lagi

Renungan Diri: Nafas yang Kacau Menjauhkan Diri dari Tuhan

“Setiap kali kita bernafas, jantung berdetak 3 kali dan otak berdenyut 9 kali. Rata-rata kita bernafas 15 hingga 18 kali per menit, maka jantung berdebar kurang lebih 45-50 kali, dan seharusnya otak berdenyut 180 kali. Ini dalam keadaan biasa.

avatar triwidodoGita Kehidupan Sepasang Pejalan

buku mederi

Cover Buku Mederi

“Nafas yang teratur akan mengatur detak jantung, dan jantung yang berirama akan menurunkan denyutan otak, sehingga otak dapat bekerja dengan baik. Pikiran menjadi tenang, jernih.

“Setiap kali kita bernafas, jantung berdetak 3 kali dan otak berdenyut 9 kali. Rata-rata kita bernafas 15 hingga 18 kali per menit, maka jantung berdebar kurang lebih 45-50 kali, dan seharusnya otak berdenyut 180 kali. Ini dalam keadaan biasa.

“Dalam keadaan ‘luar’ biasa, misalnya saat naik tangga, depresi, cemas, marah, dan mengalami stress dalam bentuk apapun, siklus nafas kita berubah menjadi 24 hingga 36 kali per menit. Saat itu jantung berdebar di atas 100 kali per menit dan otak pun berdenyut sangat cepat.

“Kita menciptakan ketidakseimbangan didalam diri. Kita mengacaukan irama alam. Kita menjadi sangat tidak alami. Dalam bahasa agama, keadaan ini disebut jauh dari Tuhan, dan Allah.”  (Krishna, Anand. (2005). MedEri MedisMeditasi Persepsi Baru Bagi Manusia Baru. One Earth Media)

Lihat pos aslinya 123 kata lagi

Buat situs web Anda sendiri, gratis di WordPress.com.Buat situs web Anda sendiri.
Mulai gratis