Nitin Tomer – Om Sarve Bhavantu Sukhinah- ॐ सर्वेशां स्वस्तिर्भवतु । – http://m.youtube.com/watch?v=H8nfLWcCH3U via SuperTube for BlackBerry 10!
Renungan Gita: Tuhan ada di mana-mana, tapi tidak dalam sapi dan domba #Vegetarian
Saya terus berlatih menjadi vegetarian
Gita Kehidupan Sepasang Pejalan
Cover Buku Bhagavad Gita
“Bhagavad Gita 13:14-15, “Seolah memiliki sifat-sifat indra, sesungguhnya Ia bebas dari segala sifat; tak terikat dengan sesuatu apa pun, namun tetaplah Ia menghidupi semuanya; bebas dari segala guna atau sifat, tetaplah Ia menikmati setiap guna, setiap sifat; “
“Ia berada di luar dan di dalam setiap makhluk; dalam wujud-wujud yang bergerak, maupun yang tidak bergerak; Ia Maha Halus, sehingga tak terjangkau, Ia sangat dekat, sekaligus sangat jauh.”
“Kita masih sulit merasakan kehadiran-Nya dalam makhluk hidup. Selama kita masih menghalalkan konsumsi daging untuk kenikmatan cecapan, kita belum mampu melihat-Nya di setiap makhluk.
“Kita menyayangi anjing dan kucing piaraan – kita merawat hewan-hewan yang kita pelihara. Namun, babi, sapi, domba, ayam, ikan dan lain sebagainya kita anggap sebagai hewan-hewan yang sengaja diciptakan oleh Tuhan untuk konsumsi kita.
“Jika memang demikian, maka semestinya kita tidak membutuhkan peternakan hewan, tidak perlu dikembangbiakkan secara paksa. Semestinya Tuhan menciptakan hewan dalam jumlah…
Lihat pos aslinya 154 kata lagi
Renungan Diri: Pentingnya Buku Spiritual Astrology dalam Menjalani Kehidupan
Luar biasa. Saya akan membaca ulang buku ini
Gita Kehidupan Sepasang Pejalan
Cover Buku Spiritual Astrology
“Kembali pada Nama Penulis. ‘The Blissful Prophet’ – Nabi penuh Kebahagiaan Sejati – Anandamaya Rishi. Dan, Bhakti Seva – Pelayanan Tanpa Pamrih, dengan Semangat Devosi, Panembahan. Apa kaitannya? Kiranya, sang penulis hendak menyampaikan suatu rumusan spiritual atau lebih tepatnya rumusan untuk mewujudkan spiritualitas dalam keseharian hidup.
“Pertama, Bhakti Seva – Pelayanan Tanpa Pamrih dengan Semangat Devosi, Panembahan, adalah ‘jalan’.
“Kedua, ‘The Blissful Prophet’ – Nabi penuh Kebahagiaan Sejati, Anandamaya Rishi, adalah ‘tujuan’, pencapaian.
“Dalam tradisi Timur kuno, rishi, resi atau prophet adalah julukan bagi seorang yang telah mencapai tingkat kesadaran di mana drishta atau penglihatannya menjadi jernih. la berpandangan luas. la bisa melihat apa yang tidak terlihat oleh kita.
“Kita melihat perbedaan benda. la menembus kebendaan untuk menemukan esensi energi, zat, yang merupakan kebenaran tunggal di baliknya. Kesadaran ini, penglihatan ini membuat dirinya menjadi anandamaya – bahagia dalam arti kata sesungguhnya.
“Apa yang terjadi bila seorang…
Lihat pos aslinya 708 kata lagi
Renungan Gita: Bhakti = Mengabdi plus Penuh Kasih plus dengan Segenap Jiwa Raga
Saya akhirnya mulai mengerti kenapa masakan saya tdk dimakan oleh suami saya
Gita Kehidupan Sepasang Pejalan
Cover Buku Bhagavad Gita
Merasa sudah sebagai Abdi Tuhan? Hamba Allah? Pelayan bisa menjadi hamba, baby sitter bisa mengabdi, memelihara anak dengan profesional, apakah penuh kasih seperti anaknya sendiri? Apakah hatinya tidak bercabang ke anaknya di desa atau ke hal yang lain selain pekerjaannya?
“Krsna mengaitkan bhakti atau pemujaan, panembahan, devosi, dengan kasih. Bhakti, yang biasa diterjemahkan sebagai berbakti, mengabdi, atau memuja – sesungguhnya, memiliki makna yang jauh lebih dalam. Bhakti adalah semua itu plus dengan penuh kasih. Landasannya adalah kasih, kasih yang tak bersyarat dan tak terbatas.
…..
Bhakti mesti berlandaskan cinta-kasih tanpa batas dan tanpa syarat. Ditambah lagi dengan kata ananya – berarti, dengan segenap jiwa, raga, perasaan, pikiran, intelegensia, semuanya terpusatkan. Dengan kesadaran tunggal. Termasuk, ia tidak lagi memisahkan profesi, pekerjaan, kewajiban terhadap keluarga, masyarakat, lingkungan, dan lainnya – dari bhaktinya, dari pemujaannya.” (Krishna, Anand. (2014). Bhagavad Gita. Jakarta: Pusat Studi Veda dan Dharma)
Dunia hanyalah…
Lihat pos aslinya 299 kata lagi
Renungan Diri: Butir-Butir Pendalaman Buku Shalala
Menyejukkan rangkumannya
Gita Kehidupan Sepasang Pejalan
Cover Buku Shalala
“Butir-Butir Pendalaman Buku Shalala.
- Jangan takut! Karena ular yang kau takuti itu sebenarnya tidak eksis, tidak ada.
- Hidup ini sekadar mimpi. Lalu apa yang harus kau takuti? Mau lari dari apa? Mau lari kemana? Untuk apa melarikan diri.
- Sikapilah mimpi sebagai mimpi. Tidak lebih, tidak kurang. Sadarilah hal ini!
- Sebarkan Kesadaranmu! Jadilah Sahabat Dunia. mitra Alam Semesta. Pelayan Umat Manusia. Sebarkan kesadaranmu dengan setiap orang yang kau jumpai. Tanpa pedang, tanpa paksaan, biarkan kesadaranmu merayu dan menggoda mereka.
- Yakinlah pada Keberadaan. Dengan menyebarkan kesadaran, sesungguhnya engkau membantu proses evolusi. Engkau mulai mengalir bersama Keberadaan.
- Keajaiban terjadi setiap saat. Bagimu keajaiban, bagiku keajaiban, bagi kita keajaiban. Bagi Sang Keberadaan, itu hanya tanda kasih. Bukti kepedulian-Nya terhadap kita. Kadang lewat buku. Kadang lewat mimpi, kadang lewat pengalaman diri…. Senantiasa Dia menuntun kita, membimbing kita.
- Berjalanlah terus, berkembanglah terus! Jangan berhenti di Terminal Pengalaman. Setiap terminal harus dilewati, dilalui, ditinggalkan…
Lihat pos aslinya 64 kata lagi
Sepenggal Jalur Sutra di Himalaya Bag. 2 Prof. Fida Hassnain dari Kashmir
Mantap sekali ini, saya hanyut baca ini,
Gita Kehidupan Sepasang Pejalan
Mei 2008
Foto bersama dengan Professor Fida Hassnain
Kashmir Surga Dunia
“Pemerintah dan Militer India boleh berbangga dengan menyatakan bahwa adalah atas usaha mereka yang tak kenal lelah pada akhirnya lembah Kashmir menjadi relatif damai. Hmm, baiklah… Tapi jangan lupakan peran dari para artis Bollywood—industri film India yang lebih besar dari Hollywood ini. Mereka memproduksi lebih banyak film, dokumentasi dan serial televisi setiap tahunnya daripada Hollywood.
“Kembali pada peran yang dimainkan oleh para artis Bollywood—Aku dapati penduduk Kashmir bersatu dengan wilayah lainnya di India dalam film-film tersebut, lagu-lagu dalam filmnya, serta dialog-dialog dari para artis favorit mereka. Aishwarya yang beragama Hindu sama populernya dengan Sharukh yang Muslim. Zaman dulu, ‘Vande Mataram’ ditolak oleh ulama Muslim sebagai Lagu Kebangsaan, karena lagu tersebut mengagungkan Ibu Pertiwi sama dengan mengagungkan Tuhan. Sekarang, musisi serta biduan ternama A.R. Rahman menyayikan lagu tersebut—dan dia adalah seorang Muslim—dan tak ada yang keberatan.
“Hari ini, jika Kashmir…
Lihat pos aslinya 2.038 kata lagi
Renungan Diri: Cara Melepaskan Diri dari Mind agar bisa Hidup dalam Kekinian
3 cara melepaskan diri dari mind. Saya suka Vipasana
Gita Kehidupan Sepasang Pejalan
Cover Buku Seni Memberdaya Diri 2
“Mind akan selalu menghalangi setiap upaya kita untuk hidup dalam kekinian. Dalam kekinian, mind tidak bisa eksis. Mind hanya bisa eksis dalam masa lalu atau dalam masa depan. Dalam kekinian, mind tidak dapat mempertahankan keberadaannya. Tarik napas dan buang napas pelan-pelan. Alihkan seluruh kesadaran Anda pada proses pernapasan. Pada saat yang sama, coba berusaha untuk memikirkan sesuatu, sulit sekali bukan ? Proses pernapasan terjadi dalam ‘kekinian’ dan apabila kesadaran kita berada pada pernapasan, dalam ‘kekinian’, maka mind tidak bisa berfungsi. Masih ada dua cara lain untuk melepaskan dari supremasi mind yaitu dengan cara melelahkannya dan menghabiskannya.” (Krishna, Anand. (2002). Semedi 2, Meditasi untuk Peningkatan Kesadaran. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)
Cara melepaskan diri dari mind
“Cara pertama adalah dengan mengalihkan kesadaran pada napas. Cara yang dipopulerkan oleh Budha Gautama ini sudah teruji hasilnya. Ia menyebutnya Vipassana melihat ke dalam diri. Pada jamannya, cara ini…
Lihat pos aslinya 380 kata lagi
Renungan Gita: Ketidaksempurnaan Semangat Memberi kepada Orang Lain
Tulisan ini seperti jawaban atas masalah yg saya hadapi. Terimakasih keberadaan menyentuh saya lewat tulisan ini
Gita Kehidupan Sepasang Pejalan
Cover Bhagavad Gita
Bhagavad Gita 9:27, “Kauteya (Arjuna, Putra Kunti), apa pun yang kau lakukan; apa pun yang kau makan; apa pun yang kau persembahkan kepada api suci (segala puja persembahanmu); apa pun yang kau hadiahkan (derma yang kau berikan); dan segala tapa-brata – persembahkanlah semuanya kepada-Ku.”
Makna pertama adalah jelas: Lakukan segala-galanya dengan semangat persembahan. Jadi bukan sekadar ora-et-labora atau berdoa sambil berkarya – namun segala macam karya dijadikan doa. Pekerjaan itu sendiri menjadi persembahan – work is worship. Ini makna pertama.
Ada pula makna lain yang terselubung – Melakukan segala sesuatu, termasuk beramal saleh, berdana-punia, segala-galanya dengan penuh kesadaran bila kita sedang melakukannya bagi diri sendiri – bukan bagi orang lain.
Kita tidak menghadiahi orang lain, kita sedang menghadiahi diri sendiri. Kita tidak bersedekah atau melayani ‘orang lain’, kita tidak membantu ‘orang lain’ – kita sedang melayani diri sendiri, kita sedang membantu diri sendiri. Lihatlah kemuliaan Jiwa…
Lihat pos aslinya 271 kata lagi
Ketidakseimbangan elemen2 tubuh
Untuk pertama kalinya saya menjAdi mengerti akar penyebab sifat2 marah, nafsu, lobha. Saya pernah mengikuti test tipe tubuh saya apakah vita, kappa atau vata menurut ayur veda, ilmu kesehatan dalam Veda. Saya mendapati hasil bahwa saya tipe angin. Artinya tubuh saya sangat mudah di pengaruhi angin, saya jug menjadi mudah masuk angin. Namun saat itu saya belum mengerti bahwa saya adalah pemarah. Saya merasa sifat marah dan tipe tubuh angin tidak terdapat hubungan. Tapi ternyata setelah membaca kutipan ini berikut, saya merenungkan diri saya
Berikut kutipannya
5 elemen tubuh dan ketidak seimbAngannya
“Apa yang terjadi bila kita mengalami ketidakseimbangan elemen-elemen alami, atau bila salah satu elemen menonjol sekali?
“Satu: Bila elemen api melebihi kebutuhan kita dan kebutuhan setiap orang berbeda, kita menderita penyakit kama, hawa nafsu yang membara. Dalam hal itu, kita harus berhati-hati dengan makanan yang mengandung unsur api. Daging, bawang-bawangan dan segala sesuiatu yang sangat pedas, manis, asin dan asam. Minumlah air putih sebanyak satu setengah hingga dua liter setiap hari.
“Dua: Bila elemen angin melebihi kebutuhan kita, muncul penyakit kedua yaitu krodha atau amarah. Latihan Pavanamuktasana dapat membantu kita.
“Tiga: Bila elemen tanah melebihi kebutuhan kita, muncul penyakit yang ketiga lobha, keserakahan. Lantai di rumah dilapisi karpet atau diganti dengan kayu.
“Empat: Bila elemen air melebihi kebutuhan kita, muncullah penyakit moha atau keterikatan. Cairan dalam diri anda, darah, sperma, sumsum menyebabkan keterikatan. Bahkan air liur dapat menyebabkan keterikatan. Berjemur di bawah matahari pagi akan membantu terjadinya keseimbangan unsur air dalam diri.
“Lima: Bila elemen ruang melebihi kebutuhan kita muncullah penyakit ahamakara atau ego, keakuan. Bukan hanya para ilmuwan, para rohaniwan pun bisa kelebihan unsur ini. Karena mereka harus lebih banyak berbuat dari pada berbicara. Dalam hal ini perbuatan yang dimaksud adalah pelayanan, belajar untuk melayani sesama.” (Krishna, Anand. (2003). Rahasia Alam Alam Rahasia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)
Setelah membaca kutipan itu secara berulang dan kemudian terus merenungkan sifat2 saya, ternyata saya memang pemarah, gampang marah dan meletup letup amarahnya. Kadang saya tidak nyaman dengan diri saya sendiri. Apalagi orang lain. Kemudian muncul kesedihan di hati saya, kenapa saya baru menyadari sifat saya itu. Mungkin saya telah melakukan begitu banyak kekeliruan karena tenggelam dalam kegelapan dari sifat pemarah itu
Di sisi lain saya juga bahagia karena segera tersadar sebelum terlambat. Terimakasih Bapak Anand Krishna. Buku2 yg beliau tulis selalu jadi bacaan favorit saya. Tulisannya saja telah mengubah kepribadian saya menjadi lebih anggun. Itu menurut penilaian saya.
Terimakasih juga kepada bapak Triwidodo karena mengutip tulisan2 bapak AK di setiap tulisannya. Tulisan pak Triwidodo selalu saya ikuti dan saya favoritkan. Saya selalu berusaha menyempatkan diri membaca tulisan beliau. Karena itulah kemudia saya sendiri secara pribadi menganggap beliau adalah orang tua angkat saya. Saya sangat mencintai beliau.
Kembali pada elemen- elemen tubuh tadi, saya merenungkan kutipan itu ketika sedang mengerjakan apapun, ketika sedang mandi, atau mengerjakan lainnya.
Memang benar, dan ada hubungannya (demikianlah keyakinan saya) antara tipe tubuh angin dan kemarahan. Setiap kali elemen angin tidak seimbang saya mesti gampang marah. Dan setiap kali saya melakukan pavanamuktaasana, saya selalu merasa nyaman dan fit. Dan ternyata itulah penyeimbangnya. Setiap kali masuk angin, sy tidak perlu lagi minum obat ataupun kerokan, sy hanya melakukan yoga pada bagian pavanamukta asana dan pulihlah saya
Kesimpulan lain yg saya pikirkan tentang ketidakseimbangan elemen adalah :
1.kelebihan unsur api menjd bernafsu dan penyeimbangnya adalah air.
2. Kelebihan unsur angin menjadi pemarah dan penyeimbangnya adalah pavanamuktaasana
3. Kelebihan unsur air menjadi terikat dan penyeimbangnya adalah berjemur dibawah matahari
4. Kelebihan unsur tanah menjadi lobha atau rakus, penyeimbangnya adalah mengalasi rumah dg karpet atau rumah dg lantai dari kayu
5. Kelebihan unsur ruang menjadi ego, penyeimbangnya adalah mulailah banyak melakukan dari pada berbicara.
Renungan Diri: Reinkarnasi, Hardware dan Software Komputer Manusia
Lahir Kembali… Punarbhawa
Gita Kehidupan Sepasang Pejalan
Cover Buku Reinkarnasi
“Yang mengaktifkan komputer manusia ini adalah tiga unsur utama. Saya mengatakan tiga unsur utama, karena sebenarnya masih banyak unsur lain, tetapi yang utama adalah tiga. Pertama, badan kasat kita. Ini bagaikan hardware. Kedua, Ego kita. Ini bagaikan software dan tentu saja, ketiga, kesadaran yang merupakan aliran listriknya.
“Badan kita sewaktu-waktu bisa rusak, bisa berhenti bekerja. Namun software-nya tidak ikut rusak. Ego kita masih utuh, masih dapat berfungsi. Software yang sama dapat digunakan, dengan menggunakan hardware baru. Tidak ada memori yang hilang, tidak ada program yang terhapus. Ego kita, yang merupakan software masih dapat digunakan.
“Ada satu hal yang jangan sampai terlupakan : kesadaran atau ‘aliran listrik’. Kesadaran ini tidak pernah terganggu. Apakah softwarenya yang dipindahkan, atau hardwarenya yang rusak, kesadaran kita tidak pernah mengalami gangguan apapun. Kehadirannya ibarat katalisator. Keberadaan akan kesadaran ini yang menentukan berfungsinya komputer kehidupan, namun ia sendiri tidak pernah mengalami gangguan, kerusakan dan…
Lihat pos aslinya 427 kata lagi








