Sloka 1 Dharo’vaacha: Bhagavan parameshaana bhaktiravyabhichaarinee; Praarabdham bhujyamaanasya katham bhavati he prabho. Bhumi, Ibu Pertiwi berkata : Oh Tuhan, O Yang Maha Kuasa! Mohon menjelaskan kepada hamba, bagaimanakah seseorang dapat mengembangkan rasa cinta kasih bhakti yang tidak tergoyahkan kepada Anda, sementara ia sibuk dalam berbagai kegiatan di dunia material ini? Sloka 2 SriLanjutkan membaca “GIITAA MAHATMYA”
Arsip Tag:ahimsa
SRII GITA CHALISA
1 dhṛtarāṣṭra uvāca dharma-kṣetre kuru-kṣetre samavetā yuyutsavaḥ māmakāḥ pāṇḍavāś caiva kim akurvata sañjaya Bhagavad Gita, 1.1 Maharaja Dhrtarastra berkata : Wahai Sanjaya, Putra – putraku dan Putra – putra Pandu sedang berkumpul di medan suci Kuruksetra dengan tekad untuk bertempur, (ceritakanlah padaku) apa yang mereka (sedang) lakukan? 2 sañjaya uvāca taḿ tathā kṛpayāviṣṭam aśru-pūrṇākulekṣaṇamLanjutkan membaca “SRII GITA CHALISA”
Teguh Dalam Ahimsa, Maka Himsa (Kekerasan) Tidak Dapat Bertahan
YOGA SUTRA PATANJALI, II.35 “Ahimsa Pratisthayam tat sannidhau vairatyaghah” Berhadapan dengan seseorang yang teguh dalam Laku ahimsa atau sikap tanpa kekerasan, maka kekerasan tidak dapat bertahan. Pengertiannya adalah segala sikap penuh kekerasan akan runtuh atau berakhir dengan sendirinya
