Miskonsepsi tentang Pembelajaran Berdiferensiasi

Menurut Tomlinson (2001: 45), Pembelajaran Berdiferensiasi adalah usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap murid.Namun demikian, pembelajaran berdiferensiasi bukanlah berarti bahwa guru harus mengajar dengan 32 cara yang berbeda untuk mengajar 32 orang murid. Bukan pula berarti bahwa guru harus memperbanyak jumlah soal untuk murid yang lebih cepat bekerja dibandingkan yang lain. Pembelajaran berdiferensiasi juga bukan berarti guru harus mengelompokkan yang pintar dengan yang pintar dan yang kurang dengan yang kurang. Bukan pula memberikan tugas yang berbeda untuk setiap anak. Pembelajaran berdiferensiasi bukanlah sebuah proses pembelajaran yang semrawut (chaotic), yang gurunya kemudian harus membuat beberapa perencanaan pembelajaran sekaligus, di mana guru harus berlari ke sana kemari untuk membantu si A, si B atau si C dalam waktu yang bersamaan. Bukan. Guru tentunya bukanlah malaikat bersayap atau Superman yang bisa ke sana kemari untuk berada di tempat yang berbeda-beda dalam satu waktu dan memecahkan semua permasalahan.

PERUBAHAN PARADIGMA

Untuk membangun budaya yang positif, sekolah perlu menyediakan lingkungan yang positif, aman, dan nyaman agar murid-murid mampu berpikir, bertindak, dan mencipta dengan merdeka, mandiri, dan bertanggung jawab. Salah satu strategi yang perlu ditinjau ulang adalah bentuk disiplin yang dijalankan selama ini di sekolah-sekolah kita. Pembahasan disiplin kali ini akan meninjau teori yang dikemukakan oleh Diane Gossen. Sebelum kita gali lebih lanjut tentang teori Disiplin Restitusi dari Diane Gossen, mari menyamakan model berpikir kita tentang disiplin itu sendiri. Lazimnya disiplin dikaitkan dengan kontrol. Dalam hal ini kontrol guru dalam menghadapi murid.

Di bawah ini adalah paparan Dr. William Glasser dalam Control Theory, untuk meluruskan berapa miskonsepsi tentang kontrol:

Ilusi guru mengontrol murid.

Pada dasarnya kita tidak dapat memaksa murid untuk berbuat sesuatu

jikalau murid tersebut memilih untuk tidak melakukannya. Walaupun

tampaknya kita sedang mengontrol perilaku murid tersebut, hal ini

karena murid tersebut sedang mengizinkan dirinya dikontrol. Saat itu

bentuk kontrol guru menjadi kebutuhan dasar yang dipilih murid

tersebut. Teori Kontrol menyatakan bahwa semua perilaku memiliki

tujuan, bahkan terhadap perilaku yang tidak disukai.

Ilusi bahwa semua penguatan positif efektif dan bermanfaat.

Penguatan positif atau bujukan adalah bentuk-bentuk kontrol. Segala

usaha untuk mempengaruhi murid agar mengulangi suatu perilaku

tertentu, adalah suatu usaha untuk mengontrol murid tersebut. Dalam

jangka waktu tertentu, kemungkinan murid tersebut akan menyadarinya

dan mencoba untuk menolak bujukan kita, atau bisa jadi murid tersebut

menjadi tergantung pada pendapat sang guru untuk berusaha.

Ilusi bahwa kritik dan membuat orang merasa bersalah dapat

menguatkan karakter.

Menggunakan kritik dan rasa bersalah untuk mengontrol murid menuju

pada identitas gagal. Mereka belajar untuk merasa buruk tentang diri

mereka. Mereka mengembangkan dialog diri yang negatif. Kadang

kala sulit bagi guru untuk mengidentifikasi bahwa mereka melakukan

perilaku ini, karena seringkali guru cukup menggunakan suara halus

untuk menyampaikan pesan negatif.

Ilusi bahwa orang dewasa memiliki hak untuk memaksa.

Banyak orang dewasa yang percaya bahwa mereka memiliki tanggung

jawab untuk membuat murid-murid berbuat hal-hal tertentu. Apapun

yang dilakukan dapat diterima, selama ada sebuah kemajuan

berdasarkan sebuah pengukuran kinerja. Pada saat itu pula, orang

dewasa akan menyadari bahwa perilaku memaksa tidak akan efektif

untuk jangka waktu panjang, dan sebuah hubungan permusuhan akan

terbentuk.

Bagaimana seseorang bisa berubah dari paradigma Stimulus-Respon kepada

pendekatan teori Kontrol? Stephen R. Covey (Principle-Centered Leadership,

1991) mengatakan bahwa,

“..bila kita ingin membuat kemajuan perlahan, sedikit-sedikit, ubahlah sikap

atau perilaku Anda. Namun bila kita ingin memperbaiki cara-cara utama kita,

maka kita perlu mengubah kerangka acuan kita. Ubahlah bagaimana Anda

melihat dunia, bagaimana Anda berpikir tentang manusia, ubahlah

paradigma Anda, skema pemahaman dan penjelasan aspek-aspek tertentu

tentang realitas”.

REFLEKSI INQUIRI APRESIATIF

Inquiri Apresiatif atau IA adalah sebuah manajemen perubahan yang kolaboratif dan berbasis pada kekuatan. Kata kunci dari IA adalah Kolaboratif dan Apresiatif. 

Dalam IA juga dikembangkan Model BAGJA yang artinya Bahagia. BAGJA merupakan akronim dari Buat Pertanyaan, Ambil Pelajaran, Gali Mimpi, Jabarkan rencana, dan Atur Eksekusi. 

IA digunakan untuk mewujudkan keberpihakan pada murid. Keberpihakan pada murid ini harus di mulai dari diri CGP, kemudian menuangkan kekuatan internal dirinya menjadi sebuat Visi. Visi yang saya susun sebagai guru Penggerak adalah mewujudkan Profil Pelajar Pancasila. Profil pelajar Pancasila dapat membantu bangs aini mengentaskan 3 Dosa Pendidikan, diantaranya intoleransi, Kekerasan seksual dan Bullying. fokus visi saya adalah mengembangkan karakter baik, dengan kolaborasi dan apresiasi sebagaimana di tekankan dalam inquiri apresiatif ini. 

Pembelajaran inquiri apresiatif ini sangat berkesan bagi saya, karena metode ini mengajarkan kepada saya, bagaimana kita berfokus pada hal-hal baik, bukan sebaliknya. berfokus pada kekuatan dan bukan pada kelemahan. Berfokus pada karya dan bukan pada masalah. 

Paradigma lama yang ada di institusi Pendidikan biasanya mencari masalah dan menyelesaikan masalah. sementara paradigma baru di bangun dengan melihat kelebihan, kekuatan, apresiasi karya-karya akan memberikan gerakan baru dalam mewujudkan perubahan kea rah yang lebih baik. sama halnya Ketika kita hanya melihat masalah, kita lupa mengapresiasi apa yang sudah kita capai. 

CGP MODUL 1.2

Selamat datang Bapak/Ibu Calon Guru Penggerak!

Selamat datang dalam Modul “Nilai-nilai dan peran guru penggerak”. Modul ini akan mengeksplorasi mengapa dan bagaimana nilai-nilai dan peran seorang Guru Penggerak mampu menumbuhkan sekolah yang berpihak pada murid. Mengapa demikian? Dunia kini sudah semakin tanpa batas, teknologi telah berhasil menghilangkan jarak. Pertukaran budaya baik yang positif maupun negatif kini menjadi sukar terawasi dan tanpa filter. 

Filter tersebut diharapkan dapat ditumbuhkan sejak dini dalam setiap diri manusia Indonesia agar budayanya tidak tergerus oleh budaya lain yang lebih agresif melakukan penetrasi. Oleh karena itu, sebagai pendidik, kita dituntut untuk berpikir kembali mengenai makna dan tujuan pendidikan kita.

Kita semua mengalami fenomena pandemi COVID-19 sejak permulaan tahun 2020. Secara fisik sekolah dan kelas diadakan dari jauh, namun sebetulnya jika dipikirkan ternyata kelas-kelas ini justru mendekat dan masuk ke rumah-rumah murid kita di masa pandemi ini. Pandemi membukakan mata kita bahwa guru punya peran yang besar dalam proses belajar murid-muridnya, sekaligus menyingkapkan bahwa orangtua pun punya peran yang tak terelakkan dalam pendidikan anak-anaknya di rumah. Hal itu membuat kita kembali percaya bahwa gotong-royong dalam pendidikan adalah hal yang tidak bisa ditawar lagi.

Dari pengalaman tersebut, kita disadarkan kembali bahwa pendidikan adalah suatu hal yang sifatnya individual sekaligus komunal yang tak terpisahkan. Murid di kelas-kelas kita adalah bagian dari sebuah komunitas di rumah, di masyarakat, dan di lingkungan. Memertimbangkan kesalingterhubungan dan kerumitan tersebut, maka sebagai pendidik mau tidak mau kita harus menilik kembali apakah nilai-nilai diri kita telah selaras dengan tuntutan zaman dan alam yang seperti itu.

Dengan maksud itulah maka dalam modul ini kita diajak masuk ke dalam dan menelusuri diri sendiri sebagai manusia sekaligus pendidik, kemudian mengakui bahwa Anda sekalian adalah pribadi-pribadi istimewa yang unik. Modul ini mengajak Anda menikmati proses munculnya pikiran dan emosi sebagai gambaran aspek intrinsik yang perlu dipertimbangkan sebagai satu kesatuan bersama aspek ekstrinsik dalam konteks lingkungan pembelajaran. Anda juga akan mengeksplorasi dan berkolaborasi merencanakan perubahan nyata di lingkungan masing-masing. Diharapkan, setelah mengalami dan berproses sepanjang materi ini, Anda sekalian dapat menemukan jati diri Anda sebagai Guru Penggerak.

Selamat belajar!

Instruktur Modul 1.2.

RPP 1 HALAMAN_BLENDED LEARNING PENDIDIKAN AGAMA HINDU KELAS X

Sādhunām Jīvanam

साधूनां जीवनम्
Sādhunāṁ Jīvanam
Kehidupan Orang orang Baik

कथा »»» Katha »»»Cerita

गङ्गातीरे एक: साधु: आसीत्।
स: साधु: उपकारं करोति स्म ।
य: अपकारं करोति तस्यापि उपकारं करोति स्म।
एकस्मिन् दिने स: गङ्गानद्यां स्नानं कर्तुं गतवान् ।
नदीप्रवाहे एक: वृश्चिक: आगत: ।
स: साधु: वृश्चिकं दृष्टवान् ।
तं हस्तेन गृहीतवान् ।
तीरे स्थापयितुं प्रयत्नं कृतवान्।
किन्तु स: साधो: हस्तम् अदशत् ।
साधु: तं त्यक्तवान् ।
वृश्चिक: जले अपतत् ।
पुन: साधु: वृश्चिकं गृहीत्वा तीरे स्तापयितुं प्रयत्नं कृतवान् ।
पुन: वृश्चिक: हस्तम् अदशत् ।
एवम् अनेकवारं साधु: वृश्चिकं गृहीतवान् ।
वृश्चिक: अपि अदशत् ।
नदितीरे एक: पुरुष: आसीत् ।
“साधुमहाराज ! अयं वृश्चिक: दुष्ट: “।
स: पुन: पुन: दशति ।
भवान् किमर्थं तं हस्ते वृथा स्थापयति ?
“वृश्चिकं त्यजतु ” इति उक्तवान् स: ।
तदा साधु: उक्तवान् -” वृश्चिक: क्षुद्र: जन्तु:।
“दंशनं तस्य स्वभाव: “।
“स: स्वस्य स्वभावं न त्यजति”।
“अहं तु मनुष्य:”।
“अहं मम परोपकारस्वभावः कथं त्यजामि ? ” इति।
यः अपकारिणाम् अपि उपकारं करोति सः एव साधुः भवति ।

Gaṅgātīre ekaḥ sādhuḥ āsīt,
saḥ sādhuḥ upakāraṁ karoti sma,
Yaḥ upakāraṁ karoti tasyāpi upakāraṁ karoti sma,
Ekasmin dine saḥ gaṅgānadyāṁ snanam kartuṁ gatavān,
Nadīpravāhe ekaḥ vṛścikaḥ Āgataḥ,
Saḥ sādhuḥ vṛścikaṁ dṛṣṭavān,
Taṁ hastena gṛhitavān,
Tire sthāpayituṁ prayatnam kṛtavān,
Kintu saḥ sādhoḥ hastam Ādaśat,
Sadhuḥ taṁ tyaktavān,
Vṛścikaḥ jale apatat,
Punaḥ sadhuḥ vṛścikaṁ gṛhītvā tīre sthapayituṁ prayatnaṁ kṛtavān,
Punaḥ vṛścikaḥ hastam adaśat,
Evam anekāvāraṁ sādhuḥ vṛścikaṁ gṛhītavān,
Vṛścikaḥ api adaśat,
Nadītīre ekaḥ puruṣaḥ āsīt,
” sādhumahārāja! Ayam vṛścikaḥ duṣtaḥ,
Saḥ punaḥ punaḥ daśati,
Bhavān kimartham taṁ haste vṛthā sthāpayati?
Vṛścikam tyajatu”
Iti uktavān saḥ,
Tadā sādhuḥ uktavān – ” vṛścikaḥ kṣudraḥ jantuḥ,
Daśanaṁ tasya svabhāvaḥ,
Saḥ svasya svabhāvaṁ na tyajanti,
Ahaṁ tu manuṣyaḥ, aham mama paropakārasvabhavaḥ kathaṁ tyajāmi? Iti,
Yaḥ apakāriṇam api upakāraṁ karoti saḥ eva sādhuḥ bhavati.

Pada dahulu kala, ada seorang suci yang tinggal di sungai gaṅgā, ia selalu membantu orang lain, ia melakukan kebaikan bahkan bagi mereka yang merugikan nya, suatu hari ia pergi untuk mandi di sungai gaṅgā, di sunga datangkah se ekor kalajengking. Sang orang suci mengambil kalajengking dan mencoba meketakan nya di tepian, tapi kalajengking menyengat tangan orang suci itu, orang suci tersebut menjatukan kalajengking. Kalajengking jatuh di air, orang suci mengambil lagi kalajengking itu dan mencoba meletakannya di tepi sungai. Kalajengking kembali menyegat tangan nya. Demikianlah orang suci beberapa kali mengambil kalajengking dari air dan setiap kali kalajengking menyengat.
Ada seorang pria di tepi sungai ia mengatakan, “Wahai orang suci! Kalajengking ini berbahaya, ia menyengat dan menyengat lagi. Mengapa kau memegangnya di tangan mu? Tinggalkan lah dia” Orang suci menjawab Kalajengking ini adalah mahkluk yang rendah. Menyengat adalah sifatnya, ia tidak meminggalkan sifat alaminya. Saya adalah seorang Manusia. Bagamanakah saya bisa memggalkan sifat alami saya yaitu berbuat baik kepada Mahkluk lain? “

Ya yang berbuat kebaikan bahkan kepada yang mencedrainya, Ialah sesungguhnya orang suci.

Kidung Pitra Yajna dari Tanah Sunda

Rajah Kidung Pangjajap

Pun Tabe Pun Sampurasuun….

Amit Ampun nun Paralun ka Gusti nu Maha Suci
Jembarna ka para Karuhun nu Aya di sabudeur Awun…
Run turun Bayu tresna,Bayu Asih, Bayu mawa kawaluyaan, Bayu mawa ka elingan, Sakur nu kaliliwatan Sakur Nu katitincakan
Ku Urang buka Tutungkusan nu kahalangan, ku Pipinding.
Bral geura mulih Ka Jati Mulang Ka Asal
Asal ti Suci Balik Ka suci, Asal ti Gusti balik Ka Gustina
Mulangna ka Alam Padang Poe Tunjung Sampurna lir ibarat Caang Bulan Opat belas teu geuneuk teu maleukmeuk balumbang timur jalan gede sasapuan…
Dina tulis titis tulis, maca uga na waruga.
Atra setra Kanti Suksma, Jalankeun Jati Rahyu, gelaran Banjaran Bagja

Pun..
Pun…
Pun..

Sampurasuun… Ahung Ahung Opat puluh kali Ahung, Rahayu Rahayu

Mamayu Hayuning Bhawana

Kidung ini di bawakan oleh Ibu Arinita pada acara Pitra Puja Sang Swargi I Gusti Ngurah Dwaja pada selasa, 13 Juli 2021 melalui saluran virtual Zoom Cloud Meeting dan di hadiri Pak Dirjen Bimas Hindu Kemenag RI

PANDUAN MC KEGIATAN PEMILIHAN DUTA PELAJAR SADAR HUKUM

PEMILIHAN DUTA PELAJAR SADAR HUKUM KOTA BONTANG

TAHUN 2021

Bontang, 24 Juni 2021

Sebelum acara

Marilah kita awali acara ini dengan menyaksikan Bersama persembahan siswa-siswi SMAN 1 Bontang, sebuah Tari Enggang Kreasi. Tari ini mengisahkan sepasang kekasih yang kemudian berpisah satu sama lain, kehadiran para sahabatnya dapat menghapus dukkha perpisahan itu. Hingga pada akhirnya mereka bertemu Kembali

Selamat menyaksikan

Beri tepuk tangan yang meriah sekali lagi. Terima kasih anakānakku SMAN 1 Bontang atas persembahannya. Melalui tarian, mereka memberi pesan kepada kita bahwa “Sharing and caring” persahabatan dapat membantu kita melewati masa-masa sulit.

Pada Hadirin yang berbahagia, kita akan lanjutkan dengan menyaksikan Bersama pemutaran Video Pemilihan Duta Pelajar Sadar Hukum Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2020.

Baik, kita beri tepuk tangan yang meriah atas suksesnya pelaksanaan Pemilihan Duta Pelajar Sadar hukum tahun 2020. Semoga kegiatan yang sangat bermanfaat ini dapat berlanjut dari generasi ke generasi.

Sebelum acara pembukaan secara resmi kita mulai, ijinkan saya untuk memperkenalkan diri, tak kenal maka tak sayang bukan?

Saya akan memperkenalkan diri dengan menggunakan pantun

Hujan-hujan makan jagung

Jagung bakar buatan mami

Tak kenal maka tak sayang

Perkenalkanlah nama saya yani

Buah nangka buah semangka

Sungguh manis itu rasanya

Selamat pagi hadirin semua

Sebentar lagi acara dibuka

Baik, mohon berkenan Bapak dan ibu pada hadirin dan peserta untuk menonaktifkan suara dering Handphonenya masing-masing atau di setting dalam silent mode. Dan yang paling penting, Mohon tetap menjaga Protokol Kesehatan 5M: Menggunakan Masker, Mencuci tangan, Menjaga Jarak, Menghindari Kerumunan dan mengurangi mobilitaṣ

Yang Terhormat Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Kalimantan Timur, Bapak Bambang Bahtiar, S.H, M.H

Yang kami Hormati Kepala dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur atau dalam hal ini diwakili oleh Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan SMA Bapak Drṣ Krisantus Suhariyatno, MPd

Yang Kami Hormati, Asisten Inteligen Kejaksaan Tinggi Provinsi Kalimantan Timur, Bapak Muhammad Sumarsono, S.H, M.H

Yang Kami Hormati Kepala Kejaksaan Negeri Kota Bontang yang diwakili oleh Kasi. Intel Kejaksaan Negeri Kota Bontang Bapak Hendri Sipayung, S.H, M.H

Yang Kami Hormati, Koordinator Pada Kejaksaan Tinggi Provinsi Kalimantan Timur, Ibu Evi Hasibuan, S.H, M.H

Yang Kami Hormati Kepala SMAN 1 Bontang, Ibu Sumariyah MPd

Yang Kami Hormati Bapak/Ibu Guru pendamping

Yang berbahagia para Peserta Pemilihan Duta Pelajar Sadar Hukum Kota Bontang tahun 2021

Assalaamu alaikum Warahtulaahi wabaraktuh

Salam sejahtera bagi kita semua

Syalom

Om Svastyastu

Namo Buddhaya

Salam Kebajikan

Rahayu

Selamat datang kami ucapkan kepada Bapak/Ibu hadirin semua pada acara Pemilihan Duta Pelajar Sadar Hukum Kota Bontang tahun 2021

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas anugrah Yang Maha Kuasa kita dapat berkumpul disini dalam keadaan sehat dan berbahagia.

Acara ini diselenggarakan berkat Kerjasama antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur dengan Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur

Bapak/Ibu yang kami hormati

Berikut adalah susunan acara pada pagi hari ini

  1. Menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya
  2. Pembacaan Doa
  3. Sambutan
  4. Penutup

Bapak dan Ibu Hadirin sekalian,

Mengawali acara pada pagi hari ini, marilah kita berdoa Bersama sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing. Doa akan dipimpin oleḥ Bapak Siswanto, MPdI

Terima kasih Bapak Siswanto

Acara selanjutnya adalah menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya Hadirin dimohon berdiri

Hadirin disilakan duduk kembali.

Acara akan kita lanjutkan dengan mendengarkan sambutan sambutaṇ

Sambutan Pertama disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur atau dalam hal ini diwakili oleh Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan SMA Bapak Drṣ Krisantus Suhariyatno, MPd

Kepada Bapak Drṣ Krisantus Suhariyatno, MPd, disilakan

Disampaikan terima kasih Kepada Bapak Krisantus Suhariyanto, Kabid Pembinaan SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur

Bapak dan Ibu dan juga peserta sekalian, marilah kita mendengarkan sambutan yang kedua dari Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Kalimantan Timur, Bapak Bambang Bahtiar, S.H, M.H sekaligus membuka kegiatan ini secara resmi.

Kepada Bapak Bambang Bahtiar, S.H, M.H disilakan

Yel yel:

Duta Pelajar Sadar Hukum

Jawab: pasti-pasti – pasti, LUAR BIASA

Demikian tadi telah kita saksikan Bersama pembukaan pemilihan Duta pelajar Sadar Hukum Tingkat Kota Bontang tahun 2021.

Dengan telah dibukanya kegiatan ini secara resmi, maka kegiatan akan dilanjutkan dengan sesi Lomba. Untuk itu, Saya sebagai pembawa acara mohon maaf apabila dalam pelaksanaan acara pembukaan ada yang kurang berkenan dihati Bapak/Ibu sekaliaṇ  

MC LOMBA

Bapak Ibu Hadirin sekalian, acara lomba akan segera di mulai, tentu para peserta telah mendapatkan nomor undiannya, menyetorkan music TIKTOK dan perlengkapan lain dalam lomba ini,

Lomba ini diikuti oleh 10 Tim yang berasal dari 8 sekolah diantaranya:

Peserta dipersilakan meninggalakan ruangan

  • Sesi Perlombaan
  • SMAN 1 Bontang, sebanyak 2 Tim
  • SMAN 2 Bontang, sebanyak 2 Tim
  • SMA YPK Bontang sebanyak 1 Tim
  • SMA YPVDP Bontang sebanyak 1 Tim
  • SMKN 2 Bontang, sebanyak 1 Tim
  • SMKN 3 Bontang, sebanyak 1 Tim
  • MAN Bontang, sebanyak 1 Tim
  • SMK Nusantara Mandiri, sebanyak 1 Tim
  • Aturan Main Perlombaan:
  • Para peserta akan menuju ruang tunggu
  • Peserta yang berada di ruangan hanya peserta yang sedang berlomba
  • Kepada para penonton agar tetap menjaga ketertiban kegiatan ini
  • Memasuki panggung, peserta berikutnya di Lorong
  • Setelah dipanggung, diam sejenak, dipersilakan perkenalan diri,
  • Penampilan Tiktok, 60 Detik
  • Persentasi Karya Tulis, 3 Menit
  • Tanya Jawab, 15 Menit
  • Komitmen Jika terpilih, 2 Menit
  • Perkenalan Dewan Juri
  • Evi Hasibuan, SH MH Koorḍ Inteligen pada Kajati Prov. Kaltim
  • Arifin Arsad, SH MH Kasi E Bidang inteligen Kajati Prov. Kaltim
  • Hendri Sipayung, SH MH Kasi Intel Kajari Bontang

Memanggil peserta – menyebutkan nomor undian dan sekolah – mengatur jalannya lomba

  • Dewan juri rapat
  • Peserta masuk ruangan, pengecekan peserta
  • Persiapan penampilan TIKTOK seluruh peserta
  • Acara penutupan

Yang Terhormat Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Kalimantan Timur, Bapak Bambang Bahtiar, S.H, M.H

Yang kami Hormati Kepala dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur atau dalam hal ini diwakili oleh Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan SMA Bapak Drṣ Krisantus Suhariyatno, MPd

Yang Kami Hormati, Asisten Inteligen Kejaksaan Tinggi Provinsi Kalimantan Timur, Bapak Muhammad Sumarsono, S.H, M.H

Yang Kami Hormati Kepala Kejaksaan Negeri Kota Bontang yang diwakili oleh Kasi. Intel Kejaksaan Negeri Kota Bontang Bapak Hendri Sipayung, S.H, M.H

Yang Kami Hormati, Koordinator Pada Kejaksaan Tinggi Provinsi Kalimantan Timur, Ibu Evi Hasibuan, S.H, M.H

Yang Kami Hormati Kepala SMAN 1 Bontang, Ibu Sumariyah MPd

Yang Kami Hormati Bapak/Ibu Guru pendamping

Yang berbahagia para Peserta Pemilihan Duta Pelajar Sadar Hukum Kota Bontang tahun 2021

Assalaamu alaikum Warahtulaahi wabaraktuh

Salam sejahtera bagi kita semua

Syalom

Om Svastyastu

Namo Buddhaya

Salam Kebajikan

Rahayu

Bapak/Ibu yang kami hormati

Berikut adalah susunan acara pada pagi hari ini

  1. Pembukaan MC
  2. Pengumuman Juara/Penyampaian surat keputusan Dewan Juri
  3. Penyerahan hadiah
  4. Foto Bersama para pemenang
  5. Sambutan sekaligus menutup acara
  6. Penutup
  1. Pengumuman Juara/ penyampaian surat keputusan dewan Juri oleh Kasi Intel Kajari Kota Bontang, Hendri Sipayung, SH MH
  2. Penyerahan Hadiah
  3. Pemanggilan para juara
  4. Pemanggilan yang menyerahkan hadiah
  5. Juara 3 diserahkan oleh Kepala SMAN 1 Bontang

Piala dan uang pembinaan sebesar 2.500.000

  • Juara 2 diserahkan oleh Kasi Intel Kajari Bontang

Piala dan uang pembinaan sebesar 3.500.000

  • Juara 1 diserahkan oleh Koord Inteligen Kajati Kaltim

Piala dan uang pembinaan sebesar 4.500.000

  • Foto Bersama Dewan Juri dan foto Bersama guru pendamping
  • Sambutan oleh Kajati Prov Kaltim yang diwakili oleh Koorḍ Inteliten Kejaksaan Tinggi Prov Kaltim Ibu Evi Hasibuan SH MH sekaligus menutup rangkaian kegiatan Pemilihan Duta Pelajar Sadar Hukum Kota Bontang tahun 2021
  • Penutup

Demikian tadi telah kita saksikan Bersama penutupan pemilihan Duta pelajar Sadar Hukum Kota Bontang tahun 2021.

Dengan telah ditutupnya kegiatan ini secara resmi, maka kegiatan akan dilanjutkan dengan sesi Lomba. Untuk itu, Saya sebagai pembawa acara mohon maaf apabila dalam pelaksanaan acara pembukaan ada yang kurang berkenan dihati Bapak/Ibu sekaliaṇ  

Jalan-jalan ke Samarinda
Beli rambutan ditaruh dipeti
Pamit undur dari saya
Cukup sekian acara ini

Wassalaamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Syalom

Om Śāntiḥ, Śāntiḥ, Śāntiḥ Om

Namo Buddhaya

Salam Kebajikan

Rahayu

Siang hari makan kuaci
Makan bareng sama ibu Asih
Cukup sekian acara hari ini
Saya ucapkan banyak terimakasih

Buah nanas buah ceri
Dicampur gula enak sekali
Cukup sekian pertemuan kali ini
semoga bisa bertemu lagi kemudian hari

Yoga Asana: Sadhana Siswa Hindu di Bontang (2)

OM̐ Swastyastu

Sadhana atu Praktik spiritual bagi seorang pelajar adalah sangat penting, sama pentingnya seperti belajar. Menurut Vedanta, Belajar tanpa praktik sadhana adalah bagaikan keledai yang membawa selimut emas

Meskipun dalam situasi Pandemi, praktik Yoga asanas sebagai salah satu pilar pasraman, tetap dilaksanakan di rumah masing-masing, dengan mengumpulkan dokumentasinya di group WA.

Pemantauan dilakukan oleh Guru Pasraman.

Berikut Dokumentasi latihan pada Minggu, 7 Maret 2021

Buat situs web Anda sendiri, gratis di WordPress.com.Buat situs web Anda sendiri.
Mulai gratis