Minggu, 7 Februari 2021



Minggu, 7 Februari 2021



Meditasi pertama adalah untuk memisahkan dirimu dari badan atau tubuh. Lalu perlahan-lahan ketika engkau sudah terbiasa, sudah mahir mengamati badanmu, mulailah mengamati pikiranmu (thoughts) yang terus menerus berlangsung di dalam bathin (mind). Tapi pertama-tama amatilah badan, karena badan sifatya kasar, lebih mudah untuk diamati, tidak membutuhkan terlalu banyak kesadaran. Begitu engkau mahir mengamati tubuh, lalu mulai dengan mengamati bathin (pikiran/mental).
Apa pun yang bisa diamati menjadi terpisah dari dirimu. Apa pun yang dapat engkau saksikan, engkau bukanlah itu. Engkau adalah kesadaran yang menyaksikan. Yang disaksikan adalah objek, engkau adalah sang subyek. Sang badan dan juga bathin (pikiran/mental) tetap jauh ketika enggkau menjadi sebagai penyaksi. Sesegera itu engkau ada disitu dikeadaan itu, tanpa badan, tanpa pikiran, sebagai suatu kesadaran yang murni, suatu kemurnian, suatu kepolosan, bagai sebuah cermin.
Dalam kepolosan ini, untuk pertama kalinya engkau mengetahui siapa dirimu. Dalam kemurnian ini, untuk pertama kalinya segala sesuatu ini menjadi hidup,kehidupan. Untuk pertama kalinya engkau benar-benar ada. Sebelum hal ini terjadi, engkau benar-benar tertidur dan bermimpi, sekarang adalah dirimu yang sejati, sebenar-benarnya dirimu. Dan ketika engkau adalah sebenar-benarnya engkau, dirimu yang sejati, tidak lagi ada kematian. Dan engkau tahu engkau akan menyaksikan kematian (badan)mu juga.
Seseorang yang telah mampu menyaksikan kehidupan juga akan mampu menyaksikan kematian. Karena kematian bukanlah akhir dari kehidupan. Kematian adalah puncak dari kehidupan. Puncak utama yang tertinggi dari kehidupan. Kehidupan mencapai puncaknya di kematian. Karena engkau ketakutan, engkau melewatkan puncak itu. Jika engkau tidak ketakutan, kematian akan menjadi puncak orgasme tertinggi dari kehidupan.

Sabtu, 6 Februari 2021


Kepada Yth.,
Om Swastyastu,
Salam Rahayu
Mengingat telah terselesaikannya kegiatan Sadhana Virtual 2020, dapat kami sampaikan laporan kegiatan, tidak lupa kami sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PHDI Kota Bontang, Pasraman Widya Buana Kota Bontang, Yayasan Dvipantara Samskrtam, Bapak/Ibu Orang Tua Siswa dan Siswa – siswi Hindu jenjang SMP dan SMA/SMK serta semua pihak yang telah berkontribusi untuk menginvestasikan waktu, tenaga dan materi sehingga terselesaikannya kegiatan ini. Kami juga menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekeliruan selama kami melaksanakan kegiatan ini. Berikut ini kami sampaikan beberapa hal terkait kegiatan:
Dalam rangka meningkatkan pemahaman agama kepada generasi Hindu di kota Bontang, Pasraman Widya Buana Kota Bontang menyelenggarakan kegiatan Sadhana Virtual. Kegiatan ini dilaksanakan pada masa liburan sekolah akhir tahun 2020 ini. Kegiatan ini sepenuhnya dilaksanakan secara online (Dalam Jaringan) mengingat situasi Pandemi Covid-19.
Tujuan kegiatan adalah membangun generasi muda Hindu yang militan dan memiliki keterampilan keagamaan pada masa pandemi Covid-19
Kurikulum pada kegiatan ini berlandaskan pada 3 Kerangka Dasar Agama Hindu yaitu Tattwa, Susila, dan Ritual. Pada Aspek Tattwa, siswa-siswi mendapat pembelajaran mengenai pengenalan Lontar. Pada aspek Susila, diisi dengan materi tentang Vaksin dan pada aspek Ritual diisi dengan keterampilan Bahasa Sanskerta dengan narasumber sebagai berikut:
| NO | MATERI | NARASUMBER | INSTANSI | DURASI |
| 1 | Bahasa Sanskerta | Wayan Manek Astawa, S.Pd | Yayasan Dvipantara Samskrtam | 12 JP |
| 2 | Pengenalan Vaksin | dr. I Made Tirtayasa, Sp.A | PHDI Kota Bontang | 1,5 JP |
| 3 | Pengenalan Lontar Di Indonesia | Ni Made Adnyani, S.Ag., M.Pd | PHDI Kota Bontang | 1,5 JP |
Tema kegiatan ini adalah “Smart and Good Spirituality” yang bermakna cerdas dan memiliki spiritual yang baik
Kegiatan ini bernama Sadhana Virtual 2020. Kurikulum pembelajaran yang dirancang dengan Pola 15 Jam ini dipadatkan dalam 5 hari yaitu pada tanggal 20-24 Desember 2020 dengan susunan acara sebagai berikut:
| Hari | Waktu | Materi | Penanggungjawab |
| Minggu, 20 Des 2020 | 08.30-09.00 | Join Zoom dan mengisi daftar hadir | Panitia |
| 09.00-09.30 | Pembukaan | Ketua Panitia, Ketua Pasraman,Ketua Peradah, Ketua PHDI | |
| 09.30-09.45 | Pembacaan tata tertib | Panitia | |
| 09.45 -10.30 | Materi Susila tentang Vaksinasi | Dr. I Made Tirtayasa, Sp.A | |
| 10.30-11.45 | Materi Sanskerta | Wayan Manek Astawa, S.Pd | |
| 11.45-12.00 | Penutup | Panitia | |
| Senin, 21 Des 2020 | 08.00-08.30 | Join Zoom dan mengisi daftar hadir | Panitia |
| 08.30-08.45 | Kuis Materi Susila | Panitia | |
| 08.45-10.00 | Materi Tattwa tentang Pengenalan Lontar | Ni Made Adnyani, S.Ag., M.Pd | |
| 10.00-10.15 | Kuis Materi Tattwa | Panitia | |
| 10.15-11.45 | Materi Sansekerta | Wayan Manek Astawa, S.Pd | |
| 11.45-12.00 | Penutup | Panitia | |
| Selasa, 22 Des 2020 | 08.30-09.00 | Join Zoom dan mengisi daftar hadir | Panitia |
| 09.00-10.15 | Materi Sansekerta | Wayan Manek Astawa, S.Pd | |
| 10.15-10.30 | Kuis | Panitia | |
| 10.30-11.45 | Materi Sansekerta | Wayan Manek Astawa, S.Pd | |
| 11.45-12.00 | Penutup | Panitia | |
| Rabu, 23 Des 2020 | 08.30-09.00 | Join Zoom dan mengisi daftar hadir | Panitia |
| 09.00-10.30 | Materi Sansekerta | Wayan Manek Astawa, S.Pd | |
| 10.30-10.45 | Istirahat | Panitia | |
| 10.45-11.45 | Materi Sansekerta | Wayan Manek Astawa, S.Pd | |
| 11.45-12.00 | Penutup | Panitia | |
| Kamis, 24 Des 2020 | 09.00-12.00 | Penutupan | Panitia |
Media pembelajaran yang digunakan pada kegiatan ini adalah:
Kepanitiaan kegiatan ini berkolaborasi antara Bidang Pendidikan PHDI Kota Bontang, Pasraman Widya Buana Kota Bontang dan Peradah Kota Bontang.
Pelindung : PHDI Kota Bontang
Penanggung Jawab : Pasraman Widya Buana Kota Bontang
Pengarah Program
Pelaksana Kegiatan
Peserta kegiatan ini adalah seluruh siswa-siswi Pasraman Widya Buana Kota Bontang pada jenjang SMP dan SMA/SMK berjumlah 45 orang.
Anggaran biaya dibebankan kepada Pasraman Widya Buana Kota Bontang
Dokumentasi kegiatan ini berupakan rekaman pelaksanaan kegiatan yang telah di upload pada channel Youtube. Dokumentasi berupa foto juga dilampirkan pada lampoiran kegiatan ini.
Demikian yang dapat kami sampaikan, atas perhatian Bapak/Ibu kami sampaikan terima kasih. Semoga semua mahkluk berbahagia selalu
Om Santih, Santih, Santih Om
Tentang Cinta Kasih
Kita tidak dapat menghilangkan apa yang datang sebagai berkah, kita hanya perlu mensyukuri dan melatih diri menjadikannya sebagai sesuatu yang bermanfaat.
sebagaimana Cinta adalah berkah.
kehadiran cahaya cinta adalah ibarat kehadiran lampu dalam sebuah ruangan, kehadiran cahaya lampu dengan sendirinya mengusir kegelapan. adalah tugas kita untuk menyalakan lampu batin itu.
lampu batin yang menyala itu ditandai dengan hati yang lembab, kelembaban adalah hadirnya cinta. cinta tidak bisa diatur agar ia hadir untuk orang tertentu. ketika waktunya tiba, cinta pasti hadir. kehadirannya akan menerangi batinmu. setiap hari kau akan menemukan semangat baru, energi baru.
kasih tidak dapat hidup berdampingan dengan ego, kebencian dan kegelapan. sebagaimana cahaya tidak dapat berdampingan dengan kegelapan. disebuah ruang, tiada mungkin cahaya lampu berdampingan dengan kegelapan. kegelapan ada ketika cahaya lampu terhalang oleh tembok dan dinding ego.
kelembaban tidak dapat berdampingan dengan kekeringan.
moment Shivaratri ini, bagi saya adalah moment untuk merenungkan Cinta, Kasih Ilahi. kasih memenuhi hati saya, saya tidak dapat membebaskan diri dari ingatan tentangnya. ingatan tentangnya membuat hidup saya menjadi bermakna.
untuk pertama kalinya saya memelihara rasa seperti ini. rasa yang tak ingin merusak, rasa yang tidak ingin mengganggu, rasa tidak ingin mengambil, rasa yang juga tidak ingin mengubah. rasa seperti ini hadir untuk membuat wajah saya berseri,
tiada sesuatupun dapat mempengaruhi, mengubah dan menghilangkan kehadirannya. jika ia ingin hadir, ia akan hadir dan tidak akan pergi
Laporan semester 1 Tahun 2020/2021 dapat di lihat pada link sway berikut ini
Sebagai seorang guru, saya mencoba menemukan bagaimana siswa-siswa terlibat langsung dalam aktivitas tradisi di lingkungan keluarganya.
Dalam situasi Pandemi ini, saya memberi tugas kepada siswa untuk mendokumentasikan kegiatannya di rumah yang berkaitan dengan persiapan hari suci Galungan. Dengan berupaya melibatkan orang tua dalam pelaksanaanya.

Berikut ini adalah dokumentasi tugas pertama, yaitu membantu orang tua. Mereka dengan bangga, berlatih dan berpartisipasi di lingkup keluarga dalam rangkaian menyambut Hari Raya Galungan
Salam kreativitas











Setiap kali merayakan galungan, masyarakat Hindu Indonesia, khususnya Hindu di Bali mempersiapakan beberapa sarana. Sarana-sarana ini di siapkan dalam balutan tradisi yang kental dan penuh filosofi.
Beberapa diantara sarana yang selalu ada adalah:
1. Tumpeng
2. Sampiyan Tumpeng
3. Ceniga/Lamak /Gantungan
4. Penjor

Persentasi Materi Pada Hari Selasa, 25 Agustus 2020 sesuai jadwal pelajaran masing-masing, dengan menggunakan media Zoom Cloud Meeting












