sebagai pendidik, saya berusaha mengeksplorasi bakat anak – anak didik saya agar mereka memiliki atau memunculkan karakter mereka, kreatifitas mereka dan yang terpenting mereka akan terlatih menghadapi berbagai situasi dalam hidup mereka. bermain peran adalah melatih kecerdasan emosi kita. manusia itu sangat kompleks, sehingga model dan metode yang digunakan dalam mencapai tujuan pembelajaran juga beragamLanjutkan membaca “KARYA SISWA JILID 3 : BERMAIN PERAN”
Arsip Kategori: Pendidikan agama Hindu
KARYA SISWA JILID 2
Om swastyastu, apa yang dapat saya lukiskan dari perasaan saya yang nano – nano, ketika murid saya sudah menjalani Ujian Nasional, saya akan berpisah dengan mereka. hati saya bergetar, bahwa waktu kami untuk belajar bersama telah habis. saya akan sangat merindukan mereka. bagaimanapun, saya akan mengabadikan apa yang kami kerjakan bersama, belajar bersama. karakter merekaLanjutkan membaca “KARYA SISWA JILID 2”
SRIMAD BHAGAVATHAM : DHURVA CHARITRAM, MENGUBAH LUKA MENJADI KASIH
Oṁ Saha nāvavatu; saha nau bhunaktu: Saha vīryam karavāvahai; Tejasvi nāvadhītamastu; Mā vidviṣāvahai. Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ Krishna Yajurveda Taittiriya Upanishad (2.2.2) (Semoga Hyang Tunggal senantiasa melindungi kita; menjernihkan pikiran kita: semoga kita dapat berkarya bersama, belajar bersama dengan penuh semangat; semoga apa yang kita pelajari mencerahkan dan tidak menyebabkan permusuhan; Damailah hatiku, damailah hatimu,Lanjutkan membaca “SRIMAD BHAGAVATHAM : DHURVA CHARITRAM, MENGUBAH LUKA MENJADI KASIH”
SHIVARATRI : MERAIH ANUGRAH DAN PEMBEBASAN
Om Swastyastu Oṁ Saha nāvavatu; saha nau bhunaktu: Saha vīryam karavāvahai; Tejasvi nāvadhītamastu; Mā vidviṣāvahai. Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ Krishna Yajurveda Taittiriya Upanishad (2.2.2) (Semoga Hyang Tunggal senantiasa melindungi kita; menjernihkan pikiran kita: semoga kita dapat berkarya bersama, belajar bersama dengan penuh semangat; semoga apa yang kita pelajari mencerahkan dan tidak menyebabkan permusuhan; Damailah hatiku,Lanjutkan membaca “SHIVARATRI : MERAIH ANUGRAH DAN PEMBEBASAN”
SANG KÃLA (SANG WAKTU)
Kita semua dilahirkan pada waktu tertentu. Matipun pada waktu tertentu. Diantara titik kelahiran dan kematianpun kita memiliki waktu tertentu. Ada keterbatasan dalam apa yang kita miliki. Karena itu kita sering mengatakan, waktu kita terbatas. Dan bahkan setiap hari kita merasa dikejar oleh sang Waktu? Mengapa? Siapakah Sang Waktu? Mengapa waktu dapat mengejar kita? Hari –Lanjutkan membaca “SANG KÃLA (SANG WAKTU)”
GIITAA MAHATMYA
Sloka 1 Dharo’vaacha: Bhagavan parameshaana bhaktiravyabhichaarinee; Praarabdham bhujyamaanasya katham bhavati he prabho. Bhumi, Ibu Pertiwi berkata : Oh Tuhan, O Yang Maha Kuasa! Mohon menjelaskan kepada hamba, bagaimanakah seseorang dapat mengembangkan rasa cinta kasih bhakti yang tidak tergoyahkan kepada Anda, sementara ia sibuk dalam berbagai kegiatan di dunia material ini? Sloka 2 SriLanjutkan membaca “GIITAA MAHATMYA”
SRII GITA CHALISA
1 dhṛtarāṣṭra uvāca dharma-kṣetre kuru-kṣetre samavetā yuyutsavaḥ māmakāḥ pāṇḍavāś caiva kim akurvata sañjaya Bhagavad Gita, 1.1 Maharaja Dhrtarastra berkata : Wahai Sanjaya, Putra – putraku dan Putra – putra Pandu sedang berkumpul di medan suci Kuruksetra dengan tekad untuk bertempur, (ceritakanlah padaku) apa yang mereka (sedang) lakukan? 2 sañjaya uvāca taḿ tathā kṛpayāviṣṭam aśru-pūrṇākulekṣaṇamLanjutkan membaca “SRII GITA CHALISA”
Jangan Menyakiti Orang Lain, Jangan Pula Sampai disakiti oleh orang lain
Dikatakan bahwa orang yang beruntung adalah yang tahu bagaimana berbicara tanpa menyakiti hati orang lain. Ada suatu cerita : Seorang ibu rumah tangga mengikuti suatu pertemuan. Ia berkonsentrasi dan mendengarkan dengan penuh perhatian apa yang sedang dijelaskan. Ketika itu pendeta sedang menjelaskan tentang Ramayana dan ia mengatakan bahwa, bagi seorang istri, suami adalah satu satunyaLanjutkan membaca “Jangan Menyakiti Orang Lain, Jangan Pula Sampai disakiti oleh orang lain”
Pengendalian Lidah dalam Makan dan bicara
Pintu utama menuju yoga “persatuan dengan Tuhan” adalah pengendalian lidah; pengendalian ini meliputi bidang cita rasa dan ucapan. Bhagavad Gita telah menyatakan bahwa tanpa pengendalian lidah, sangat sulit untuk mengikuti jalan pengabdian dan masuk dalam mahligai yoga menuju Tuhan. Tulisan berikut ini dikutip dari buku Intisari Bhagavad Gita oleh Bhagavan Sri Satya Sai Baba. SetiapLanjutkan membaca “Pengendalian Lidah dalam Makan dan bicara”
AHIMSA
Tulisan berikut ini saya kutip dari Buku Dvipantara Yoga Sastra Karya Bapak Anand Krishna. khusus pada bagian Yama dari penerapan Yoga secara Holistik, yaitu Pada penerapan Panca Yama Brata. Ahimsa yang umumnya diterjemahkan sebagai “non kekerasan” mungkin adalah salah satu Yama Paling universal. Yang juga paling sering disalahartikan. Ahimsa bukanlah sekedar urusan menjadi vegetarian danLanjutkan membaca “AHIMSA”
