Tentang Cinta Kasih

Kita tidak dapat menghilangkan apa yang datang sebagai berkah, kita hanya perlu mensyukuri dan melatih diri menjadikannya sebagai sesuatu yang bermanfaat.
sebagaimana Cinta adalah berkah.
kehadiran cahaya cinta adalah ibarat kehadiran lampu dalam sebuah ruangan, kehadiran cahaya lampu dengan sendirinya mengusir kegelapan. adalah tugas kita untuk menyalakan lampu batin itu.
lampu batin yang menyala itu ditandai dengan hati yang lembab, kelembaban adalah hadirnya cinta. cinta tidak bisa diatur agar ia hadir untuk orang tertentu. ketika waktunya tiba, cinta pasti hadir. kehadirannya akan menerangi batinmu. setiap hari kau akan menemukan semangat baru, energi baru.
kasih tidak dapat hidup berdampingan dengan ego, kebencian dan kegelapan. sebagaimana cahaya tidak dapat berdampingan dengan kegelapan. disebuah ruang, tiada mungkin cahaya lampu berdampingan dengan kegelapan. kegelapan ada ketika cahaya lampu terhalang oleh tembok dan dinding ego.
 
kelembaban tidak dapat berdampingan dengan kekeringan.
 
moment Shivaratri ini, bagi saya adalah moment untuk merenungkan Cinta, Kasih Ilahi. kasih memenuhi hati saya, saya tidak dapat membebaskan diri dari ingatan tentangnya. ingatan tentangnya membuat hidup saya menjadi bermakna.
untuk pertama kalinya saya memelihara rasa seperti ini. rasa yang tak ingin merusak, rasa yang tidak ingin mengganggu, rasa tidak ingin mengambil, rasa yang juga tidak ingin mengubah. rasa seperti ini hadir untuk membuat wajah saya berseri,
tiada sesuatupun dapat mempengaruhi, mengubah dan menghilangkan kehadirannya. jika ia ingin hadir, ia akan hadir dan tidak akan pergi
 
selamat hari shivaratri…. perhatikan detak jantung Kasih, pelihara kasih, hidupkan cahayanya, maka kegelapan pergi dengan sendirinya.
 
 

CINTA GILA MIRA

“Tergila – gila dalam cinta diriku, wahai kawan;

tak seorangpun memahami penderitaanku…

“Berbaring sendiri disini, sementara Dia berada jauh dilangit sana;

katakan kawan, bagaimana cara untuk bertemu dengannya?

“hanyalah seorang yang pernah menderita dapat memahami penderitaanku;

hanyalah seorang yang pernah terluka hatinya dapat memahami betapa sakitnya hatiku…”

bagi sebagian orang…

 

“keadaanku kawan, persis seperti seekor hewan yang terkena panah, ia luka menderita; mati tidak, hiduppun tidak, kesakitan, ia lari kesini dan lari kesana…

siapa yang dapat mengobati lukanya? siapa yang dapat mengobati lukaku?

Ah, hanyalah pertemuan dengan kekasih yang dapat menyembuhkan diriku

Tergila – gila dalam cinta diriku, wahai kawan; tak seorangpun memahami penderitaanku

 

Luka, sakit, menderita, dianiaya, tetapi tetap “dalam” cinta, tetap tidak melepaskan cinta dan tidak pula terlepaskan oleh, dan dari cinta – itulah Mira.

dikutip dari Buku “Kearifan Mistisisme” Karya Anand Krishna

Belajar dari Kisah Mirabai

Mirabai, seorang putri raja, dari kerajaan di wilayah Rajasthan. Sebagai putri raja ia memiliki segalanya. Mira memiliki keluarga, memiliki orang – orang yang mengasihinya. Mira memang berbeda, ia tidak tertarik dengan kerajaan, kekuasan dan kekayaan. Ia justru tenggelam pada rasa cintanya terhadap Krishna, sang pemikat.

Keluarga kerajaan tidak menyukai Mira karena dianggap sebagai orang yang penuh dengan obsesi untuk memiliki krishna.

Iapun diusir dari kerajaannya. Ia mengalami ketidakadilan, Ia dituduh, dihina dan dihakimi. setiap orang mencurigai Mira.

Tetapi Mira teguh pada cintanya terhadap krishna, bagi Mira, Krishna adalah pemilik. Mira adalah milik Krishna, Mira tidak pernah memiliki obsesi untuk memiliki Krishna. Mira tidak pernah ingin mengubah Krishna, Mira hanya terus mengalir dalam lautan kasih Krishna. Kasih yang tumbuh dalam dirinya sendiri.

Mira meyakini kekuatan cintanya. setiap nafas Mira selalu tertuju pada Krishna. apakah keadaan ini disebut sebagai keadaan yang penuh obsesi?

Bagi kita ini tidak masuk akal. Tetapi bagi Mira ini adalah yang paling nyata. Pengabdian dan cinta Mira kemudian menyebar dan terdengar oleh masyarakat. Kemudian masyarakat menerima Mira sebagai seorang bhakta yang tulus dan bahkan pencapaian Mira dalam Cinta dan kasih belum pernah dapat dicapai oleh orang yang ada pada zamannya.

Renungan : seseorang mungkin dicurigai dengan berbagai bentuk. Tetaplah berjalan. tanyakan selalu pada batinmu. apa yang tumbuh dan terjadi adalah proses… yakin dan berjalanlah terus.

Renungan Diri: Saat Dipanggil Menghadap-Nya, Jangan Memalukan Gurumu, Jaga Nama Baik Mursyidmu

avatar triwidodoGita Kehidupan Sepasang Pejalan

buku tantra yoga

Cover Buku Tantra Yoga

Shah Abdul Latief menulis ratusan syair tentang yoga dan para yogi. Tentang pengalamannya hidup bersama para yogi. Terjemahan dalam bahasa Inggris yang diterbitkan di Pakistan berupaya untuk mengaburkan makna Sang Mursyid. Untung saya bisa mcmbaca karya Shah dalam bahasa aslinya, bahasa Sindhi, bahasa ibu saya.

Dengarkan:

Catatan: dikutip hanya terjemahannya saja dan kutipan dalam bahasa Inggris tidak dikutip (pengkutip).

Bila engkau ingin menjadi seorang Yogi, jagalah mulutmu tertutup rapat.

Kuncilah mulutmu, sehingga tertutup terus.

Giwang di telingamu sangat berat, toh tidak menyusahkan kamu.

Giwang di telinga bukan sekadar perhiasan. Tetapi untuk mengingatkan kita supaya daun telinga terbuka lebar, mau menerima masukan dari mana saja, dari siapa saja. Dan bila tidak dibutuhkan, masukan itu harus masuk lewat satu telinga, keluar lewat telinga lain.

Shah mengajak kita untuk menggiwangi mulut. Ya, bukan hanya telinga. Tetapi mulut pun harus digiwangi. Biar tertutup rapat, tidak terbuka sepanjang hari. Bicara seperlunya…

Lihat pos aslinya 606 kata lagi

Sevanam dan Yatra

Bulan Desember bulan yang menyenangkan… bulan dengan liburan panjang

selamat Natal dan Tahun Baru… semoga selalu berbahagia dan damai.
rencana berlibur ke negeri jiran telah pupus. untuk menghibur diri aku pulang ke kampung halaman…
meskipun demikian, liburan kali ini istimewa. sangat istimewa. keistimewaannya adalah karena memiliki kesempatan melakukan sevanam bersama umat Hindu di Veda Posana Ashram.
rencana liburan yang gagal itu kini berganti dengan Rencana Bhagavan yang terasa jauh lebih indah, yaitu diberikan mandat oleh Guru bahwa saya akan membuat Program Dharma Ashram
Program Dharma Ashram ini dilakukan selama 3 hari. sejak 25-12-2015 sampai 27-12-2015. program ini diikuti oleh anak2 usia dini, remaja, dewasa dan orang tua. yang hadir cukup banyal. saya tersentuh karena mereka ternyata sangat suka belajar. beberapa agenda pengajaran berupa :

1. Men-chanting-kan Guru stotram (14 bait)

2. Men-chanting-kan Guru Paduka Stotram

3. Men-chanting-kan Gita Dhyanam

4. Membaca Bhagavad Gita

     day 1 : adhyaya 3 (sloka            

                   1-43)

     day 2 : adhyaya 4 (sloka 

                   1-42)

     day 3 : adhyaya 5
5. Melagukan linggasthakam

6. Latihan mudra Dewata 

     Nawa Sangga untuk self 

     healing

7. Latihan chakra muladhara 

     dengan getaran suara 

     berupa bija mantra. 

8. Mengajar kelas Yoga, suryanamaskar dan chandranamaskar.

9. Mengajar kelas Baalvikas. membentuk karakter anak2 dengan lesson plan dari Sri Satya Sai baba. 
pengalaman luar biasa. 

saya berbagi kebahagiaan saya. semoga semkin banyak generasi pemuda yang peduli terhadap generasi penerusnya

Om Sairam

      
    
   

Labuan Cermin

Labuan cermin, nama yang sering kali disebut sebut oleh wisatawan sebagai daerah yang indah. 

hal itu membuat saya juga penasaran ingin mengunjunginya. sebagai warga yang tinggal di kalimantan rasanya “wajib” mengunjunginya. hehehehehe

pada liburan ini saya memang tidak punya plan untuk kesana. saya hanya ingin mengunjungi orang tua saya di kampung halaman di kaliorang. tetapi dalam  obrolan ringan secara mendadak kami memutuskan untuk mengunjunginya dengan mengambil jalur melalui kaubun.

saya bersama adik saya Suardana, putri pertama saya Bhadrika, keponakan saya, teguh dan ipar saya Jaya Semadhi memulai perjalanan kami pada pukul 08.00 wita. 

jalan berliku dan berbatu… wow benar benar memacu adrenalin. petunjuk jalan juga belum ada. kamipun “salah” jalan. dan mencapai daerah yang baru bagi kami, daerah kadungan. setelah bingung di persimpangan jalan, kami bertanya pada penduduk dn menunjukkan jalannya pada kami. dan kamipun memutar kembali kendaraan kami. ternyata jalan masuk penyebrangan menuju berau tidak jauh dari persimpangan yang disebut “rumah sulawesi”.

tiba di daerah penyebrangan, ternyata air “sungai” telah surut dan arus sangat deras. sehingga kapal2 tidak berani menyebrangi sungai. dan kamipun menunggu.

penasaran. daerah ini disebutsebut daerah “GM” Gani Mulia. 

tiba di pelabuhan GM pada pukul 10.30 wita kami harus menunggu sampai pukul 14.00 wita. 

Kami juga belum mengetahui jalur menuju labuan cermin. entah berapa jam perjalanan lagi untuk sampai disana. 

bersambung…..

Class Meeting

Lomba yel – yel

suatu kebahagiaan bisa melihat kreatifitas anak – anak. 

secara umum semuanya Kreatif dan kompak. namun masih banyak kelas yang tidak ikut. 

Peserta didik perlu diedukasi agar bersedia terlibat dalam kegiatan di lingkungan sekolah

#sportifitas

#classmeeting

#smansabontang #education

   
    
  Edit    Edit

Hari Ibu

Selamat Hari Ibu kepada seluruh ibu di Dunia
Menjadi seorang ibu adalah tentang bahagia berbagi. berbagi segalanya. memberi segalanya.

dari sekian banyak tanggung jawab menjadi ibu. kemampuannya memberi kasih sayang adalah yang terbaik. beberapa dari kita mengukur kasih sayang dg materi, yang lain mengukurnya dengan waktu, sehingga terjadi pembandingan antara ibu yang bekerja di kantor, di luar rumah dan ibu yang bekerja di rumah. 

Bagi saya, menjadi ibu tidak diperlukan labeling seperti itu, bekerja, tidak bekerja, bisa melahirkan dan tidak melahirkan. 

Bagi saya seorang ibu adalah representasi dari Bumi ini. Pertiwi. kemampuannya memberi tanpa diminta, kemampuannya merangkul meski disakiti dan kemuliaan lainnya. ini adalah tertang bahagia menjadi Ibu…

apapun peran kita di dunia ini. tetap bahagia menjadi ibu. 
ini ceritaku di hari Ibu

Pagi ini, ketika bangun tidur si kecil juga ikut bangun. sepertinya tidak mau ketinggalan. ikut mandi bersama, ikut puja bersama. ketika akan berangkat, dia bergegas masuk kendaraan. 

saya berpikir sejenak melihatnya pagi ini. dihati saya terbesit, sepertinya dia memang mau ikut kerja. akhirnya kuputuskan untuk ke sekolah bersama si kecil. sepanjang jalan dia duduk dg manis. mengingat dia belum makan, jadi kuantarkan dia pulang ke rumah. Di peersimpangan jalan ternyata banyak orang sedang membagikan bunga ungkapan selamat hari ibu. wow…. 

dapat sekuntum bunga bertuliskan “Aku Percaya dengan cinta pada pandangan pertama karena aku mencintai Ibuku sejak aku pertama kali membuka mata”

Ibu

Ada 5 Ibu yang wajib dihormati:1.Deha Mata:Ibu yg melahirkan kita.Tuhan tdk akan memberi rahmat anugrah pada orang yg tidak berbakti pada Ibunya.

2.Dewa Mata:Sinar suci Tuhan sbg ibu yg menuntun kita mengarungi dinamika dan hiruk pikuknya dunia ini.

3.Veda Mata:Sabda suci Tuhan yg melahirkan Para Widya dan Aparawidya berisi berbagai tuntunan hidup.

4.Bumi Mata:Ibu Pertiwi.bumi ini tempat lahirnya Manysia,stavira,tumbuhan dan Janggama,hewan.

5.Desa Mata:adakah tradisi yg bersumber dari kitab suci sbg ibu umat manusia.

“Selamat Hari Ibu”

dikutip dari tulisan Begawan Yogananda

Gita Jayanti

Perayaan Gita Jayanti
umat Hindu di Kota Bontang memperingati perayaan Gita Jayanti dengan membaca Bhagavad Gita secara bersama2 dimulai dari adhyaya 1 sloka 1 sampai adhyaya 18 sloka 78. (kurang lebih 700 sloka). 

kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 21/12/2015 pukul 17.30 – 22.30 Wita. 

gerakan membaca Gita ini dihadiro oleh anak2, remaja dan orang Dewasa. acara yng di koordinir oleh Phdi Kota Bontang ini berjalan hikmat dan sukses. kegiatan dimuali dengan acara matur piuning, lalu dilanjutkan membaca Bhagavad Gita dan ditutup dengan meditasi dan nunas tirta. ketika selesai nunas Tirta suci, hujanpun turun dengan deras. 

banyak orang yang mempercayaai bahwa ketika suatu yajna ataupun sadhana dilakukan kemudia akhiri dengan turunnya hujan, diyakini bahwa yajna/sadhana itu berhasil. tentu saja ini menghasilkan kebahagiaan luar biasa. meskipun hari sudah larut malam, senyim masih sumringah dan bersemangat. bahkan anak2 usia 4-5 tahun juga masih terjaga dan ikut mendengarkan Bhagavad gita sambil bermain. 

secara Pribadi. saya menjadi sangat bersemangat. bahkan saya lupa bahwa saya belum makan. makan terakhir jam 12 siang. saya menganggapnya sebagai upavasa.

itulah sekelumit cerita kami tentang perayaan Gita Jayanti.

saya yakin umat Hindu di seluruh dunia yang merayakan perayaan Gita jayanti ini mendapat pengalaman dan anugrah

ayo membaca Veda, Membaca Bhagavad Gita

#Veda #Gitajayanti #Bhagavadgita

#Hinduism

   
    
    
 

Buat situs web Anda sendiri, gratis di WordPress.com.Buat situs web Anda sendiri.
Mulai gratis