Om Swastyastu Oṁ Saha nāvavatu; saha nau bhunaktu: Saha vīryam karavāvahai; Tejasvi nāvadhītamastu; Mā vidviṣāvahai. Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ Krishna Yajurveda Taittiriya Upanishad (2.2.2) (Semoga Hyang Tunggal senantiasa melindungi kita; menjernihkan pikiran kita: semoga kita dapat berkarya bersama, belajar bersama dengan penuh semangat; semoga apa yang kita pelajari mencerahkan dan tidak menyebabkan permusuhan; Damailah hatiku,Lanjutkan membaca “SHIVARATRI : MERAIH ANUGRAH DAN PEMBEBASAN”
Arsip Kategori: Materi Pelajaran
SANG KÃLA (SANG WAKTU)
Kita semua dilahirkan pada waktu tertentu. Matipun pada waktu tertentu. Diantara titik kelahiran dan kematianpun kita memiliki waktu tertentu. Ada keterbatasan dalam apa yang kita miliki. Karena itu kita sering mengatakan, waktu kita terbatas. Dan bahkan setiap hari kita merasa dikejar oleh sang Waktu? Mengapa? Siapakah Sang Waktu? Mengapa waktu dapat mengejar kita? Hari –Lanjutkan membaca “SANG KÃLA (SANG WAKTU)”
GIITAA MAHATMYA
Sloka 1 Dharo’vaacha: Bhagavan parameshaana bhaktiravyabhichaarinee; Praarabdham bhujyamaanasya katham bhavati he prabho. Bhumi, Ibu Pertiwi berkata : Oh Tuhan, O Yang Maha Kuasa! Mohon menjelaskan kepada hamba, bagaimanakah seseorang dapat mengembangkan rasa cinta kasih bhakti yang tidak tergoyahkan kepada Anda, sementara ia sibuk dalam berbagai kegiatan di dunia material ini? Sloka 2 SriLanjutkan membaca “GIITAA MAHATMYA”
SRII GITA CHALISA
1 dhṛtarāṣṭra uvāca dharma-kṣetre kuru-kṣetre samavetā yuyutsavaḥ māmakāḥ pāṇḍavāś caiva kim akurvata sañjaya Bhagavad Gita, 1.1 Maharaja Dhrtarastra berkata : Wahai Sanjaya, Putra – putraku dan Putra – putra Pandu sedang berkumpul di medan suci Kuruksetra dengan tekad untuk bertempur, (ceritakanlah padaku) apa yang mereka (sedang) lakukan? 2 sañjaya uvāca taḿ tathā kṛpayāviṣṭam aśru-pūrṇākulekṣaṇamLanjutkan membaca “SRII GITA CHALISA”
Jangan Menyakiti Orang Lain, Jangan Pula Sampai disakiti oleh orang lain
Dikatakan bahwa orang yang beruntung adalah yang tahu bagaimana berbicara tanpa menyakiti hati orang lain. Ada suatu cerita : Seorang ibu rumah tangga mengikuti suatu pertemuan. Ia berkonsentrasi dan mendengarkan dengan penuh perhatian apa yang sedang dijelaskan. Ketika itu pendeta sedang menjelaskan tentang Ramayana dan ia mengatakan bahwa, bagi seorang istri, suami adalah satu satunyaLanjutkan membaca “Jangan Menyakiti Orang Lain, Jangan Pula Sampai disakiti oleh orang lain”
Pengendalian Lidah dalam Makan dan bicara
Pintu utama menuju yoga “persatuan dengan Tuhan” adalah pengendalian lidah; pengendalian ini meliputi bidang cita rasa dan ucapan. Bhagavad Gita telah menyatakan bahwa tanpa pengendalian lidah, sangat sulit untuk mengikuti jalan pengabdian dan masuk dalam mahligai yoga menuju Tuhan. Tulisan berikut ini dikutip dari buku Intisari Bhagavad Gita oleh Bhagavan Sri Satya Sai Baba. SetiapLanjutkan membaca “Pengendalian Lidah dalam Makan dan bicara”
AHIMSA
Tulisan berikut ini saya kutip dari Buku Dvipantara Yoga Sastra Karya Bapak Anand Krishna. khusus pada bagian Yama dari penerapan Yoga secara Holistik, yaitu Pada penerapan Panca Yama Brata. Ahimsa yang umumnya diterjemahkan sebagai “non kekerasan” mungkin adalah salah satu Yama Paling universal. Yang juga paling sering disalahartikan. Ahimsa bukanlah sekedar urusan menjadi vegetarian danLanjutkan membaca “AHIMSA”
Karya Siswa
kebahagiaan berada di bidang ini, sebagai pendidik adalah saya bisa mengenal berbagai karakter, gaya belajar, dan potensi anak2 seusia SMA. dimana saya harus mulai menyadari bahwa saya hanya perlu 25 % mengajar dan 75 % adalah mereka mengembangkan diri secara mandiri. tentu saja 25 % ini adalah bagian dari pemantauan, support, fasilitator, teman diskusi danLanjutkan membaca “Karya Siswa”
TILOPA DAN NAROPA
KISAH INI DIANGKAT DARI BUKU BAPAK ANAND KRISHNA YANG BERJUDUL TANTRA YOGA Naropa dilahirkan dalam keluarga Brahmana. Kelompok masyarakat yang sangat dihormati bukan karena kekayaan atau kepemilikan mereka, tetapi karena pengetahuan mereka. Naropa berasal dari Lembah Kashmir, dekat Shrinagar. Tahun kelahiran serta kematiannya sudah dapat dipastikan antara 1016 SM dan 1100 SM. Ketika usia 16Lanjutkan membaca “TILOPA DAN NAROPA”
PESAN – PESAN BHAGAWAD GITA UNTUK MENGELOLA STRESS
Aturlah hidup anda, karena pengaturan itulah hidup. Pengaturan dalam pengertian tidak dipaksakan, dan dilakoni sebagai gaya hidup
Yuktahara viharasya yukta cestasya karmasu,
Yukta svapnavabhodasya yogo bhavati duhkha ha
(Bhagavad Gita, VI.17)
Terjemahan :
Yoga yang dapat mengakhiri segala dukha, hanyalah tercapai oleh seseorang yang teratur hidupnya, teratur pola makannya, teratur pekerjaannya, dan teratur waktu jaga dan waktu istirahatnya
