Renungan Diri: Laku Spiritual yang Dilakukan oleh Seorang Pemarah adalah Sia-Sia?

be aware…

avatar triwidodoGita Kehidupan Sepasang Pejalan

buku Dvipantara Dharma Sastra cover_ED

Cover Buku Dvipantara Dharma Sastra

Oṁ Saha nāvavatu; saha nau bhunaktu: Saha vīryam karavāvahai;Tejasvi nāvadhītamastu; Mā vidviṣāvahai.Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

Let us Learn Together, Study Together, Nurture Eachother, Fill Eachother, and Work Together with Great Enthusiasm, Great Spirit.

Sara Samuccaya 107

Kedudukan seseorang yang tidak tertaklukkan oleh emosi amarahnya

adalah lebih tinggi dari orang yang terbawa oleh amarah.

Kedudukan seseorang yang berjiwa toleran, lebih tinggi dari orang yang tidak toleran

Kedudukan manusia lebih tinggi dari makhluk-makhluk atau hewan-hewan lainnya

(yang berada di anak tangga bawah dalam hierarki evolusi).

Demikian pula kedudukan seseorang yang berpendidikan —

lebih tinggi dari yang tidak berpengetahuan, berpendidikan.

Sara Samuccaya 108

Segala sesuatu yang dilakukan oleh seorang pemarah —termasuk segala laku spiritual;

dana-punia, derma atau amal-saleh; segala pemujaan dan persembahan — sia-sialah semuanya

Tetap juga ia tertaklukkan oleh Vaisvata, Dewa Yama, malaikat maut (dalam pengertian

saat ajal tiba, ia akan menderita karena penyesalan terhadap kesia-siaan hidupnya).

Lihat pos aslinya 350 kata lagi

Renungan Diri: Syukuri Kenyamanan dari Hartamu, Tapi Jangan Harapkan Kebahagiaan Darinya?

Hanya cinta yang membahagiakan. namun meraihnya menuju kasih adalah tidak mudah

avatar triwidodoGita Kehidupan Sepasang Pejalan

buku bhaja-govindam-500x500

Cover Buku Bhaja Govindam

Oṁ Saha nāvavatu; saha nau bhunaktu: Saha vīryam karavāvahai;Tejasvi nāvadhītamastu; Mā vidviṣāvahai.Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

Let us Learn Together, Study Together, Nurture Eachother, Fill Eachother, and Work Together with Great Enthusiasm, Great Spirit.

Seorang sahabat mengatakan bahwa kisah perang Mahabharata sudah merasuk dalam jiwa masyarakat kita. Kita semua merasa diri kita menjadi mendukung Pandawa. Kita perlu ingat bahwa Duryudana pemimpin Korawa memilih kekuatan materi, sehingga saat bertemu Sri Krishna dia memilih pasukan Dwaraka untuk mendukungnya dalam perang melawan Pandawa. Sebaliknya Arjuna memilih kebenaran—diri Sri Krishna pribadi—yang membantu perang. Mari kita renungkan dalam-dalam! Pada peperangan di dunia nyata saat ini, kita apakah memilih Korawa—mayoritas yang berkuasa dengan segala persenjataanya, ataukah memihak Pandawa yang lebih sedikit pendukungnya tetapi percaya pada Krishna—menjunjung tinggi kebenaran? Kita melihat segelintir pemimpin kita yang memihak pada kebenaran diserang habis-habisan dari berbagai penjuru oleh mereka yang percaya kekuatan materi (harta dan kekuasaan). Tetapi sudah…

Lihat pos aslinya 1.164 kata lagi

Mengunjungi Perpustakaan Daerah

Mengunjungi Perpustakaan Daerah
Sudah menjadi rencana beberapa hari yang lalu untuk mengunjungi perpusda. awalnya ide ini datang dari si sulung. rupanya si sulung sudah mengunjungi perpusda bersama teman2nya di sekolah pada rabu, 23 maret 2016. Bhadrika sangat senang, sepulang kerja aku diceritakan tentang kunjungannya. dan memintaku untuk mengantar dan menemaninya. 
sampai disana, dia langsung menuju ruang khusus playgroup dan TK. dia sudah mengerti tata caranya, dimana meletakkan alas kaki. lalu sebelum bermain wajib membaca terlebih dahulu. 
aku pikir, ini adalah agenda yang penting dalam mengasuh anak2. anak2 perlu diajak untuk pergi ke perpustakaan dan membaca, mencintai bacaan dan buku2. 

tidak kalah menarik di adik juga ikut sibuk membuka2 buku, mewarnai dan bermain. mereka tampak sangat senang. 

akupun tak ragu untuk membuatkannya kartu perpustakaan, agar kemudian ia semakin rajin ke sana.

aku juga menyempatkan diri mengelilingi koleksi buku2 perpustakaan, aku menyukai rak2 buku filsafat. mataku langsung saja kesana. tanpa ragu langsung pinjam 3 buku. 

sepertinya ke perpustakaan akan menjadi agenda rutin dalam pola pengasuhan anak2ku

   
    
 

Renungan #Gita: Kenyamanan Tak Sama dengan Kebahagiaan, Pahami dan Lakoni sebelum 35-40 th?

Jadi, Anda, saya, kita semua memiliki potensi ganda ini, mau menjadi seirama, selaras dengan semesta atau tidak selaras. Mau menjadi Sura atau Asura – pilihan di tangan kita!
Krsna menyebut mereka yang tidak seirama—mereka yang bersifat asura—sebagai orang bodoh.

Dunia ini penuh dengan orang-orang bodoh. Mereka hidup tanpa mengetahui arah. Mereka tidak tahu tujuan hidup itu apa. Mereka pikir makan, minum, tidur, seks, kekuasaan, harta-benda, itulah kehidupan. Mereka “tampak”bahagia, tapi sesungguhnya hampa. Mereka kosong.
Hingga usia 35-40 tahun, mungkin mereka tidak mengerti arti kebahagiaan, dan menerjemahkan “kenyamanan” sebagai “kebahagiaan”. Setelah usia 35-40 tahun, umumnya mereka baru tersadarkan bahwa……
Kenyamanan tidak sama dengan kebahagiaan. Namun, saat itu pun mereka masih belum tahu cara untuk meraih kebahagiaan sejati. Adalah suatu berkah jika seorang yang sudah berusia 35-40 tahun masih sempat tersadarkan akan kesalahannya, dan mulai mencari kebahagiaan sejati. Biasanya, mereka hidup sebagai layangan yang putus – tanpa arah – bergantung pada arus angin. Demikian satu masa kehidupan tersia-siakan.
Dikutip dari buku: (Krishna, Anand. (2014). Bhagavad Gita. Jakarta: Pusat Studi Veda dan Dharma)
………….
Beraktifitaslah seperti biasa?
Nikmati segala kenyamanan, namun dengan penuh kesadaran bahwa kenyamanan yang Anda peroleh dari harta benda dan keuasaan tidak sama dengan kebahagiaan?
Berjuanglah pula untuk meraih kebahagiaan sejati dengan cara “mengenal diri”—mengenal Hakikat Diri, Hakikat Jiwa?
Silakan simak penjelasan Bhagavad Gita 7:15 lengkap pada Tautan di bawah ini:

avatar triwidodoGita Kehidupan Sepasang Pejalan

buku bhagavad gita

Cover Buku Bhagavad Gita

Oṁ Saha nāvavatu; saha nau bhunaktu; Saha vīryam karavāvahai; Tejasvi nāvadhītamastu; Mā vidviṣāvahai; Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

Let us Learn Together, Study Together, Nurture Eachother, Fill Eachother, and Work Together with Great Enthusiasm, Great Spirit. Om, Peace, Peace, Peace

“Mereka yang bodoh dan terbawa oleh pengaruh Maya – kekuatan ilusif yang membingungkan – tidak mengenal-Ku, demikian mereka menjadi tidak selaras dengan-Ku (asura).” Bhagavad Gita 7:15

Setan, demon, atau asura adalah suatu keadaan yang tidak selaras, tidak seirama dengan irama alam. Asura berarti tidak berirama, tanpa irama.

IRAMA ALAM ADALAH memberi, berbagi, mencintai, melindungi, empati – semua ini adalah irama alam. Gotong royong adalah irama alam. Dan, kebalikan semuanya itu membuat manusia tidak seirama dengan alam.mereka yang seirama dengan alam adalah sura – kebalikannya adalah asura.

Jadi, Anda, saya, kita semua memiliki potensi ganda ini, mau menjadi seirama, selaras dengan semesta atau tidak selaras. Mau menjadi Sura…

Lihat pos aslinya 351 kata lagi

Cerita Tentang Pohon Mangga

Buah manis tidak selalu dibalas dengan tindakan manis
Demikian kira2 gambaran tentang pohon mangga. 

pertama2 pohon berjuang untuk hidup, setiap hari. ia rela bertahan dan bahkan menikmati terik matahari. Pohon terus hidup dan menjadi yang terbaik bagi dirinya. di akar dia terus menjalar mencari makanan. hidupnya sungguh keras.
ketika dewasa, ia mulai belajar berbuah. kini ia menghasilkan buah. buahnya manis sekali. buah yang dihasilkan pohon mangga tidak pernah untuk kepuasan dirinya. ia mempersembahkan buah manisnya untuk makhluk lain, untuk manusia, burung dan lainnya. 

setelah ia menghasilkan buah yang manis, ia tetap tidak mendapat “balasan” yang manis. ia dilempari batu, di “kotek” kayu oleh manusia yang ingin menikmati buahnya. 
Demikianlah kehidupan yang penuh misteri ini, kadang2 perbuatan baik, pelayanan baik, tidak dibalas dengan kebaikan pula. 
Karena hal2 seperti ini banyak terjadi di dunia ini, maka pohon mangga memberi contohnya. 
Mari belajar dari alam 🙏🙏

Belajar dari Kejadian Pagi ini

Pagi ini, saya kurang teliti. saya tidak memeriksa Ban mobil sebelum berangkat kerja. kemungkinan ban itu sudah kempes. saya menyadarinya ada sesuatu yang tidak lazim setelah perjalanan sekitar 2 km. suara mobil ga karuan. saya mencurigai ada sesuatu pada mesin mobil dan mungkin akan mogok. saya tidak terpikir tentang ban. saya terus melanjutkan perjalanan hingga 2 km berikutnya. lalu seseorang mengklakson saya dan memberitahu bahwa ban mobil saya kempes parah. anginnya habis. saya membuka kaca mobil dan bau ban terbakar di sekitar mobil. namun, situasi tidak memungkinkan saya berhenti krn di perempatan jalan. saya terus memaksakan mobil saya pelan2. tiba di depan toko ban. saya berhenti dan memarkir kendaraan. saya menelpon teman agar di jemput dan berangkat ke sekolah, sementara mobil saya biarkan parkir dengan memberi catatan kecil di kertas dan saya letakkan di depan kaca mobil depan. berharap sang pemilik toko, akan menelepon saya. 
singkat cerita, ban mobil udah beres. 

apa yang saya pelajari dari kejadian ini? 
pertama, saya kurang teliti. 

kedua, bahwa sebagus apapun body mobil, jika bannya rusak. ia menjadi tidak berguna. sebagaimana hidup ini. semulus dan secantik atau seganteng apapun seseorang jika perilakunya tidak baik maka tidak memiliki manfaat. 

ketiga, bertemu dan menyelesaikan karma adalah suatu misteri. bukan kebetulan. pada sabtu siang, saya berbelanja di sebuah toko dan bertemu dengan seorang pria berambut panjang, ikal, rapi dan terawat rambutnya. saya tertegun kagum (sebab saya berambut pendek, ada kerinduan tentang rambut panjang). sejenak saya memperhatikannya waktu itu.

ketika tadi pagi saya ke toko ban, saya terkejut ternyata yang mengganti ban mobil saya adalah pria rambut panjang yang saya lihat pada sabtu tersebut. tidak mungkin ini kebetulan. 

saya berpikir, mungkinkah pertemuan sabtu itu adalah “kode” sehingga saya mengalami kejadian ini hari ini. saya mesti bertemu lagi dengan pria itu hari ini di bengkelnya untuk tujuan “hutangpiutang” karma. Dia membantu saya dan saya mendapat bantuannya. sungguh kehidupan ini sebuah misteri. 

apapun itu. terimakasih atas segala kejadian. semua terjadi atas kehendakNya
salam Rahayu 🙏🙏

Tentang Merokok dan Cinta

Lanjutan dari “Dialog menarik”dikutip dari Buku Live Love Laugh, anand Krishna
36

“Aku Mencintaimu, Hola!”
“Kau membuatku takut.”
“Kenapa, Hola?”
“Kau mencintai rokok dan kau menghabiskan rokokmu. sekarang kau mencintaiku, jadi kau mungkin akan menyia – nyiakanku juga.”
Moral : Cinta adalah sebuah laku, jadilah pecinta!

46

“Setelah putus dengan mantanku, aku sungguh bahagia, Hola. aku punya pacar baru, yang tidak keberatan dengan kebiasaanku mabuk dan merokok.”
“apakah dia juga merokok dan mabuk?”
“Tentu saja.”
“jadi mungkin saja kau adalah cintanya yang ketiga, setelah mabuk dan merokok.”
Moral : Berhati – hatilah dengan mereka yang menerima kebiasaan burukmu!
Dialog menarik ini saya kumpulkan khusus tentang “merokok”. bagaimanapun saya tidak mentoleransi perokok. 
banyak juga yang berkomentar bahwa, jika memang akan sakit, tidak jadi perokokpun akan sakit. makan dagingpun ga beda sama merokok, juga menyebabkan sakit.
Baik. itu dalih dan pemikiranmu. jernihkan dulu pikiranmu. 
sebagaimana canakya berkata: “Racun adalah segala sesuatu yang berlebihan” 

Rokok berlebihan akan menjadi racun. 

daging berlebihan juga menjadi racun
menulis ini bukan untuk menghakimi para perokok dan merasa diri ini “lebih suci”. Tidak sama sekali. ini di tulis untuk di renungkan menggunakan Budhi dan Viveka. ini untuk bicara ke dalam diri bukan bicara pada pikiran. bukan berdebat dan bukan untuk menilai. 
salam bahagia, salam rahayu 🙏
#Yukhidupsehattanparokok

Sekadar Memuaskan Keingintahuan, Melakoni Meditasi atau Merasakan Guyuran DMT?

Tentang berupaya terus mempraktekkan bukan memenuhi rasa ingin tahu saja

avatar triwidodoGita Kehidupan Sepasang Pejalan

Oṁ Saha nāvavatu; saha nau bhunaktu: Saha vīryam karavāvahai;Tejasvi nāvadhītamastu; Mā vidviṣāvahai.Oṁ Shāntiḥ, Shāntiḥ, Shāntiḥ

Om, May we all be protected; May we all be nourished; May we work together with great energy; May our intelect be sharpened; Let there be no Animosity amongst us; Peace to One and All.

buku kearifan mistisisme

Cover Buku Kearifan Mistisisme

Terbersit pertanyaan dalam diri, apakah berbagi kutipan-kutipan buku berharga akan bermanfaat bagi para pembaca? Apakah pembaca hanya akan bertambah pengetahuan dan meningkat intelektualitasnya saja? Apakah cukup “memuaskan” para pembaca dengan mengetahui apa itu meditasi atau berupaya agar mereka tergerak melakoni apa meditasi itu? Apakah cukup menjelaskan apa itu DMT seperti dikutip dari buku (Krishna, Anand. (2015). Kearifan Mistisisme, Panduan untuk Menyelaraskan Diri dengan Semesta dan Menyerap Suara Yang Maha Ada, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama) ataukah membuat para pembaca berkeinginan melakoni bagaimana caranya mengalami guyuran DMT sehingga keadaraan kita meningkat dan bukan hanya intelektualitasnya saja yang…

Lihat pos aslinya 829 kata lagi

Buat situs web Anda sendiri, gratis di WordPress.com.Buat situs web Anda sendiri.
Mulai gratis